Pengembangan Infrastruktur Pusat Data di Indonesia Timur
PT DCI Indonesia Tbk (DCII), sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang data center, baru saja meresmikan E2 Data Center Surabaya. Peresmian ini merupakan langkah strategis dari perseroan untuk menyediakan infrastruktur pusat data yang berstandar global di kawasan Indonesia Timur.
Founder sekaligus CEO PT DCI Indonesia Tbk, Toto Sugiri, menjelaskan bahwa infrastruktur pusat data yang dikelola oleh pihaknya telah beroperasi sepenuhnya dengan tingkat keandalan yang sangat tinggi. Hal ini didukung oleh Service Level Agreement (SLA) sebesar 99,999% atau maksimal 5 menit downtime per tahun sejak 2013 tanpa rekam jejak downtime.
“Kami percaya bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperluas kehadiran infrastruktur pusat data berstandar global di luar Jakarta, sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan kapasitas pusat data nasional yang selama ini masih terkonsentrasi di Jakarta,” kata Toto pada Senin (6/4/2026).
Fasilitas pusat data terbaru milik perseroan tersebut memiliki kapasitas IT sebesar 9 megawatt (MW). Meskipun angka tersebut terbilang kecil jika dibandingkan dengan pusat data hyperscale bertingkat internasional, E2 Surabaya menjadi fondasi penting dari komitmen jangka panjang DCII untuk memperkuat infrastruktur pusat data di Indonesia.
“Kehadiran fasilitas ini memperkuat distribusi infrastruktur pusat data nasional, menyiapkan skalabilitas untuk kebutuhan AI workloads yang haus daya atau high-density sekaligus menyediakan redundansi terhadap Jakarta, sehingga memungkinkan untuk meminimalkan risiko melalui diversifikasi geografis atau geo-resilience, dan distribusi lalu lintas data berlatensi rendah,” ujarnya.
Proyek tersebut dapat rampung hanya dalam waktu kurang dari 12 bulan, dengan lebih dari satu juta jam kerja tanpa insiden. Seluruh proyek dikerjakan melibatkan industri dan tenaga kerja lokal, yang menjadi bukti pengembangan infrastruktur pusat data berstandar global dapat berjalan seiring pemberdayaan ekonomi daerah.
“Seiring dengan ekosistem digital di kawasan Indonesia Timur yang tengah mengalami perkembangan, perseroan melihat pentingnya menghadirkan kapasitas dan kualitas layanan sejak dini sebagai fondasi untuk mendukung pertumbuhan tersebut ke depan,” tegas Toto.
Namun, ambisi tersebut tak lepas dari satu faktor krusial, yakni energi. Pengembangan pusat data dalam skala besar pastinya membutuhkan pasokan listrik yang stabil serta masif. Toto menegaskan pengembangan pusat data selanjutnya akan diprioritaskan di wilayah pinggiran kawasan industri, yang memiliki potensi suplai energi lebih besar.
“Dengan beroperasinya E2, pusat data kami kini tersebar di Jakarta, Cibitung, Karawang, dan Surabaya. Seluruh fasilitas ini berperan dalam mendorong pemerataan infrastruktur digital, memperkuat ekosistem teknologi lokal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional,” ucapnya.
Dukungan dari Pemimpin Daerah
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut kehadiran fasilitas pusat data berstandar global tersebut di Jawa Timur sebagai momentum penting.
“Dengan data center, pelaku usaha tidak perlu lagi investasi mahal untuk infrastruktur IT. Mereka bisa langsung memanfaatkan komputasi awan, machine learning, hingga AI secara efisien,” ujar Emil.
Dia menyebut Provinsi Jawa Timur yang bertumpu pada sektor perdagangan, manufaktur, hingga jasa, membutuhkan akselerasi digital agar dapat bertahan hingga bersaing di tingkat nasional, regional, maupun internasional.
“Kehadiran E2 Surabaya diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem teknologi di Jawa Timur dan Indonesia bagian timur,” pungkasnya.
Catatan Penting
Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







