Pengalihan Anggaran untuk Program Sosial yang Lebih Mendesak
Komisi D DPRD Jember melakukan pergeseran anggaran sebesar Rp 1,3 miliar dari dana cetak stiker bantuan sosial (Bansos) di Dinas Sosial Pemkab Jember. Perubahan ini dilakukan karena dinilai tidak terlalu mendesak, sehingga anggaran dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih penting, seperti advokasi korban kekerasan, penyekatan aula Liposos, pembangunan ram di Kantor Dinsos, kursi roda, dan sembako anak.
Ketua Komisi D DPRD Jember, Sunarsi Khoris, menegaskan bahwa efisiensi anggaran perlu dilakukan agar dana bisa digunakan untuk program yang lebih bermanfaat. “Ada pergeseran Rp 1,3 miliar dari belanja cetak stiker, karena kami nilai ini tidak terlalu urgent,” ujarnya.
Anggota Komisi D DPRD Jember, Wahyu Prayudi Nugroho, menambahkan bahwa anggaran cetak stiker Bansos mencapai Rp 4,1 miliar, bukan Rp 2,8 miliar seperti yang sebelumnya diperkirakan. Anggaran tersebut terbagi dalam empat jenis stiker: bantuan pangan Rp 1,5 miliar, BPNT Rp 840 juta, KPM UHC Rp 1,3 miliar, dan PKH Rp 380 juta. Jumlah stiker yang dicetak mencapai ratusan ribu lembar. Untuk bantuan pangan sebanyak 398 ribu lembar, BPNT 210 ribu lembar, dan PKH 95 ribu lembar.
Wahyu menilai jumlah dan besaran anggaran ini terlalu besar jika dibandingkan dengan kebutuhan lain yang lebih mendesak. Ia menyoroti bahwa anggaran cetak stiker Bansos hampir separuh dari total anggaran BPBD Jember yang hanya Rp 8,1 miliar setelah perubahan. “Padahal BPBD ini ngurusi kebencanaan, sementara Jember bukan lagi supermarket bencana, tapi hipermarket bencana,” tegasnya.
Ia menilai kondisi ini ironis, karena BPBD yang menangani kebencanaan justru mendapat anggaran kecil. Wahyu berharap Badan Anggaran dan TAPD Pemkab Jember lebih memperhatikan peningkatan sarana dan prasarana di BPBD dan Damkar.
Sebelum perubahan, anggaran Dinsos PPPA Jember di APBD 2026 sebesar Rp 19,5 miliar. Setelah perubahan, anggaran melonjak menjadi Rp 54,1 miliar atau ada penambahan Rp 34,5 miliar. Postur terbesar ada di belanja barang dan jasa, dari Rp 12,3 miliar menjadi Rp 46,4 miliar. Belanja cetak stiker Bansos masuk dalam komponen belanja barang dan jasa tersebut.
Imbauan DPRD untuk Efisiensi Anggaran
Komisi D DPRD Jember menekankan agar anggaran lebih diarahkan pada program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sunarsi menilai efisiensi anggaran cetak stiker bisa menjadi contoh bagaimana dana publik digunakan lebih tepat sasaran.
Wahyu juga menyarankan agar OPD strategis dengan anggaran kecil mendapat perhatian lebih. Menurutnya, alokasi anggaran harus mempertimbangkan urgensi dan dampak langsung terhadap masyarakat.
Dengan adanya pergeseran anggaran ini, DPRD berharap program sosial di Jember bisa lebih efektif dan tidak hanya berfokus pada pencitraan melalui stiker.







