Program Rusunami: Solusi Hunian Terjangkau untuk Warga Surabaya
Program Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) yang digagas oleh Pemerintah Kota Surabaya mendapat dukungan penuh dari DPRD Surabaya. Rencana ini bertujuan untuk menyediakan hunian terjangkau bagi warga, khususnya masyarakat berpenghasilan UMR dan pasangan muda. Program ini juga diharapkan dapat mengatasi keterbatasan lahan dan menekan migrasi pekerja ke wilayah sekitar seperti Gresik atau Sidoarjo.
Konsep Hunian Vertikal
Pemkot Surabaya sedang merancang konsep hunian vertikal di beberapa kawasan strategis seperti Ngagel, Tambak Wedi, dan Sememi. Penggunaan aset lahan pemerintah serta kolaborasi dengan pusat dan swasta menjadi bagian penting dalam rencana ini. Dengan konsep tersebut, harapan besar diarahkan pada peningkatan aksesibilitas dan kualitas tempat tinggal bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Krestian, menjelaskan bahwa konsep rusunami sudah diajukan ke pusat. Proses ini masih dalam tahap pengajuan dan evaluasi di dinas terkait.
Dukungan dari DPRD
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai, memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan rusunami. Ia menilai program ini merupakan solusi konkret atas keterbatasan lahan dan kebutuhan papan yang tinggi. Menurutnya, banyak warga Surabaya yang kesulitan membeli rumah di wilayah sendiri karena harga yang tidak terjangkau.
Bahtiyar juga menekankan bahwa rusunami akan diprioritaskan bagi warga Surabaya dengan pendapatan UMR agar bisa memiliki hunian layak. Selain itu, program ini juga disiapkan untuk para generasi Z atau pasangan muda yang membutuhkan hunian nonsubsidi namun tetap terjangkau.
Peraturan Daerah Hunian Layak
DPRD Surabaya saat ini tengah menyelesaikan Peraturan Daerah (Perda) Hunian Layak yang mencakup program rusunami. Perda ini akan menjadi dasar regulasi dalam pelaksanaan program. Bahtiyar menyatakan bahwa Surabaya tidak lagi memungkinkan pembangunan hunian horizontal, sehingga diperlukan hunian vertikal sebagai alternatif.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga berkomitmen untuk memenuhi hak dasar warga akan tempat tinggal yang layak. Rusunami diharapkan mampu menahan laju migrasi pekerja urban, sehingga warga tidak perlu membeli rumah di luar wilayah penunjang.
Optimalisasi Aset Lahan Pemkot
Pihak legislatif menilai realisasi proyek ini tidak sulit karena Pemkot Surabaya memiliki sejumlah aset lahan strategis yang tersebar di berbagai wilayah. Beberapa kawasan telah direncanakan untuk pembangunan rusunami, antara lain:
- Surabaya Tengah – kawasan Ngagel
- Surabaya Utara – kawasan Tambak Wedi
- Surabaya Barat – kawasan Sememi
Pemkot akan menyediakan lahan, sementara pemenang fisik konstruksi dikerjakan oleh pihak pusat atau swasta. Pemkot juga akan mensupport regulasi lokal untuk memastikan kelancaran pelaksanaan proyek.
Kolaborasi dengan Investor
Bahtiyar juga mendorong agar Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan pengembang dan investor. Ia menegaskan bahwa rusunami harus dikhususkan untuk warga yang ber-KTP Surabaya. Kolaborasi dengan pemerintah pusat atau swasta menjadi langkah penting dalam memastikan keberlanjutan program.
Program Rusunami juga akan diselaraskan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Perumahan Rakyat. Namun hingga saat ini, rencana rusunami belum masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027.







