Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Jatim Terpopuler: Truk Rem Blong Tewaskan Ojol dan Pendaki Hilang di Gunung Ijen

    23 Februari 2026

    Kunci Jawaban Pemahaman Cerita Reflektif Modul PSE Topik 1 PPG 2026

    23 Februari 2026

    Kemenperin Buka Suara, 70 Ribu Pick Up Lokal Beri Dampak Rp 27 Triliun ke Ekonomi!

    23 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 23 Februari 2026
    Trending
    • Jatim Terpopuler: Truk Rem Blong Tewaskan Ojol dan Pendaki Hilang di Gunung Ijen
    • Kunci Jawaban Pemahaman Cerita Reflektif Modul PSE Topik 1 PPG 2026
    • Kemenperin Buka Suara, 70 Ribu Pick Up Lokal Beri Dampak Rp 27 Triliun ke Ekonomi!
    • Dwi Sasetyaningtyas, Viral Diduga Hina Paspor Indonesia, Akhirnya Minta Maaf
    • Minyak Irit di Jember Ludes Terjual Melebihi HET
    • 267 Emiten Belum Capai 15% Free Float, OJK Siapkan Notasi Khusus
    • Update Korban TPPO: 12 Perempuan Jabar Di Rumah Aman, Dedi Mulyadi Pastikan Tiket Pesawat Siap
    • Jadwal Imsakiyah Padang Ramadan 2026 Lengkap 30 Hari Mulai 19 Februari
    • Jangan Lengah! Shio Ayam, Anjing, dan Babi Menghadapi Ujian 2026: Karakter dan Stabilitas Hidup Diuji
    • Ramadhan di Kampung Cheng Ho, Perpaduan Unik Aston Batam
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Dwi Sasetyaningtyas, Viral Diduga Hina Paspor Indonesia, Akhirnya Minta Maaf

    Dwi Sasetyaningtyas, Viral Diduga Hina Paspor Indonesia, Akhirnya Minta Maaf

    adm_imradm_imr23 Februari 202612 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kontroversi Influencer Tyas dan Perdebatan tentang Nasionalisme

    Media sosial kembali dihebohkan oleh kontroversi yang melibatkan seorang influencer bernama Dwi Sasetyaningtyas atau akrab disapa Tyas. Ia menjadi sorotan setelah membuat konten yang menunjukkan rasa kebanggaan terhadap paspor Inggris milik anaknya, sehingga dinilai tidak mencerminkan sikap nasionalisme.

    Latar Belakang Kontroversi

    Dalam video yang dibagikan di akun media sosial pribadinya, Tyas memperlihatkan dokumen kewarganegaraan Inggris milik anaknya sambil menyampaikan perasaannya. Ia mengatakan, “Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu.” Pernyataan ini kemudian menuai kritik tajam dari warganet.

    Banyak netizen merasa bahwa pernyataan Tyas terkesan meremehkan paspor Indonesia. Terlebih, ia diketahui sebagai penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang pendanaannya berasal dari anggaran negara. Hal ini memicu diskusi mengenai tanggung jawab para penerima beasiswa terhadap bangsa.

    Tanggapan dan Permintaan Maaf

    Menanggapi kritik tersebut, Tyas akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui akun media sosialnya. Ia mengakui bahwa pernyataannya telah memicu polemik dan melukai perasaan banyak pihak. “Saya meminta maaf atas pernyataan saya yang menimbulkan kegaduhan dan melukai perasaan banyak pihak. Tidak ada sedikit pun niat saya untuk merendahkan bangsa sendiri. Saya bangga menjadi WNI,” tulisnya.

    Ia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut lahir dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi sebagai Warga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisi yang ia rasakan. Namun, ia menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang.

    “Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik,” tambahnya.

    Profil dan Latar Belakang

    Dwi Sasetyaningtyas tercatat sebagai alumni penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung, kemudian melanjutkan studi magister di Delft University of Technology. Dalam kesehariannya, ia dikenal aktif mengampanyekan isu lingkungan dan pengelolaan sampah, serta rutin membagikan konten edukatif melalui media sosial.

    Kontroversi yang muncul ikut memantik kembali diskusi mengenai kewajiban pengabdian alumni LPDP di Indonesia melalui skema 2n+1, yakni dua kali masa studi ditambah satu tahun. Meski begitu, sebagian kalangan berpendapat bahwa kewarganegaraan anak dan keputusan keluarga tetap menjadi ranah pribadi.

    Perspektif Publik

    Kasus ini mencerminkan besarnya harapan publik terhadap penerima beasiswa negara, bukan hanya dalam hal capaian akademik, tetapi juga sebagai representasi komitmen terhadap bangsa. Bagi sebagian orang, sikap Tyas dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai nasionalisme yang seharusnya dijunjung tinggi.

    Namun, bagi yang lain, keputusan keluarga dalam memilih kewarganegaraan anak adalah hak pribadi. Mereka menilai bahwa setiap individu memiliki kebebasan untuk menyampaikan pandangan, meskipun harus dilakukan dengan cara yang lebih bijaksana dan empatik.

    Kesimpulan

    Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, baik penerima beasiswa maupun masyarakat luas. Pentingnya kesadaran akan dampak dari ucapan dan tindakan di ruang publik, terlepas dari latar belakang atau tujuan. Di tengah perdebatan yang terjadi, semoga semua pihak bisa saling memahami dan menjaga harmoni dalam menyampaikan pandangan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Aturan Baru Ramadhan 2026 di Kediri: Jam Malam dan Larangan Sound Horeg

    By adm_imr23 Februari 20260 Views

    Kecelakaan Kapal Maluku Utara yang Dirangkum Tribun Ternate

    By adm_imr22 Februari 20261 Views

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa 1 Ramadan 1447 H di Manado 19 Februari 2026

    By adm_imr22 Februari 20264 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Jatim Terpopuler: Truk Rem Blong Tewaskan Ojol dan Pendaki Hilang di Gunung Ijen

    23 Februari 2026

    Kunci Jawaban Pemahaman Cerita Reflektif Modul PSE Topik 1 PPG 2026

    23 Februari 2026

    Kemenperin Buka Suara, 70 Ribu Pick Up Lokal Beri Dampak Rp 27 Triliun ke Ekonomi!

    23 Februari 2026

    Dwi Sasetyaningtyas, Viral Diduga Hina Paspor Indonesia, Akhirnya Minta Maaf

    23 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kukar 2026 dari Kemenag, Download di Sini

    19 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?