Elektro Expo 2026 Polines Dorong Generasi Muda Berkompetisi dan Berinovasi
Infomalangraya.com, SEMARANG –Tugas akhir bagi mahasiswa Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang (Polines) tidak berhenti sebagai syarat untuk meraih kelulusan.
Puluhan karya yang dipamerkan dalam Elektro Expo 2026 yang digelar Jurusan Teknik Elektro Polines justru dikembangkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Satu di antaranya alat digital untuk memantau pasang surut air laut yang kini telah diaplikasikan di BMKG Maritim Semarang.
Inovasi tersebut dikembangkan Laras, mahasiswa D4 Teknik Telekomunikasi Polines, bersama timnya lewat alat Monitoring Pasang Surut.
Ide pembuatan alat bermula saat menjalani kegiatan magang bersama mitra BMKG Maritim Semarang.
Menurut Laras, sebelum alat tersebut dibuat, pemantauan pasang surut air laut masih dilakukan secara manual oleh petugas.
“Di sana proses pengukurannya masih manual. Petugas harus mengecek langsung ke laut menggunakan alat ukur,” kata Laras saat ditemui Infomalangraya.comdalam Elektro Expo Polines 2026 di Gedung Serba Guna kampus tersebut, Rabu (2/9/2026).
Berangkat dari kondisi tersebut, Laras dan tim mengembangkan sistem monitoring digital yang dapat mengambil data ketinggian muka air laut secara langsung.
Data yang diperoleh kemudian direkap dan ditampilkan melalui website monitoring.
Mereka juga menambahkan fitur notifikasi sehingga masyarakat yang membutuhkan informasi pasang surut dapat memperoleh data secara lebih mudah.
“Tujuannya untuk mempermudah petugas agar tidak harus melakukan pengecekan langsung ke laut. Alat mengambil data secara langsung, kemudian direkap dan ditampilkan di website monitoring,” ujarnya.
Laras mengatakan alat yang dikembangkan telah berjalan dan menghasilkan data yang relatif akurat dan kini dipasang di kawasan Tanjung Mas, Semarang.
Menurutnya, tidak terdapat selisih yang jauh antara data dari alat buatannya dengan data pemantauan yang dilakukan BMKG.
Laras menyebut informasi pasang surut air laut penting bagi masyarakat, khususnya nelayan. Data tersebut dapat menjadi salah satu acuan untuk mengetahui kondisi perairan dan menentukan waktu melaut.
“Data pasang surut air laut memang dibutuhkan para nelayan untuk memantau kenaikan dan penurunan muka air laut. Sebagian masyarakat di wilayah seperti Jepara dan Demak juga menggunakan data dari Tanjung Mas sebagai acuan,” jelasnya.
Ke depan, alat tersebut masih memungkinkan untuk dikembangkan. Salah satu evaluasi yang menjadi perhatian adalah ketahanan perangkat terhadap lingkungan laut yang memiliki tingkat korosi tinggi.
Ketua Jurusan Teknik Elektro Polines Semarang, Yunan Badruzzaman, mengatakan karya Laras merupakan salah satu contoh dari berbagai inovasi mahasiswa yang dipamerkan dalam Elektro Expo.
Menurutnya, terdapat 35 kelompok tugas akhir mahasiswa yang menampilkan karya mereka.
“Yang kami tonjolkan adalah kreativitas mahasiswa. Mereka memang lebih diarahkan untuk menggunakan teknologi terbaru,” kata Yunan.
Ia menjelaskan, empat program studi di bawah Jurusan Teknik Elektro, yakni Teknik Elektronika, Teknik Informatika, Teknik Listrik, dan Teknik Telekomunikasi, memiliki beragam proyek tugas akhir yang memanfaatkan perkembangan teknologi.
Di antaranya Internet of Things (IoT), mikrokontroler, PLC dan SCADA, web design, data analysis, telemetri, tele controlling, hingga teknologi komunikasi jarak jauh seperti LoRa.
Menurut Yunan, mahasiswa dari berbagai program studi kini tidak hanya dituntut memahami teknologi sesuai bidang masing-masing. Mereka juga didorong untuk mampu mengintegrasikan teknologi internet, Android, PC, hingga energi terbarukan dalam karya yang dibuat.
“Kami mengadopsi teknologi terbaru. Tugas akhir mahasiswa memang kami tuntut untuk selalu diperbarui. Arahnya saat ini menuju teknologi 4.0 dan 5.0,” ujarnya.
Ia berharap pameran tersebut dapat membuka wawasan mengenai kemampuan mahasiswa sekaligus menunjukkan bahwa tugas akhir dapat dikembangkan menjadi karya yang memiliki manfaat dan potensi penerapan di dunia nyata.
“Tugas akhirnya luar biasa. Mahasiswa kami memang kami dorong supaya harus selesai dan bisa menghasilkan yang terbaik. Alhamdulillah, antusiasme mahasiswa dan program studi sangat bagus,” pungkasnya.
Ajang Adu Inovasi Pelajar dan Mahasiswa
Electro Expo 2026 yang berlangsung Rabu pagi hingga sore itu tidak hanya menjadi ajang pameran karya dan inovasi mahasiswa namun juga menghadirkan berkompetisi melalui berbagai lomba di bidang teknologi.
Ketua Panitia Electro Expo 2026, Adeguna Ridlo Pramurti, mengatakan terdapat delapan lomba yang digelar dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Ajang tersebut diikuti lebih dari 200 peserta dari sekitar 15 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia serta 20-an SMK.
Delapan lomba itu terdiri dari empat kategori untuk tingkat SMA, SMK, dan MA serta empat kategori untuk tingkat perguruan tinggi.
“Jadi ada delapan lomba. Ada empat lomba tingkat SMA, SMK, dan MA serta empat lomba tingkat perguruan tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan, jenis lomba dan mekanisme penilaiannya disesuaikan dengan kategori masing-masing. Salah satunya lomba robotik yang memberikan kesempatan peserta untuk menunjukkan kemampuan robot yang mereka buat.
“Penilaiannya variatif karena ada beberapa lomba. Masing-masing lomba memiliki penilaian tersendiri,” ujarnya.
Selain robotik, terdapat lomba yang dilaksanakan di ruang kelas dengan penilaian dari dewan juri. Peserta antara lain melakukan presentasi dan menampilkan produk yang mereka kembangkan.
Menurut Adeguna, keberadaan kompetisi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat perkembangan teknologi dan dunia industri.
Adeguna mengatakan pihaknya telah memiliki sejumlah kerja sama dengan berbagai perusahaan, mulai dari UMKM hingga industri besar.
“Kami ingin meningkatkan citra Jurusan Teknik Elektro Polines di tingkat nasional, supaya semua kalangan, baik industri maupun akademisi, bisa mengenal kami lebih dekat,” pungkasnya. (*)




