Penggeledahan KPK di Dua Lokasi Vital
Penggeledahan besar-besaran yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Tulungagung menunjukkan tindakan tegas terhadap dugaan korupsi yang melibatkan pejabat pemerintah setempat. Operasi ini dilakukan setelah adanya penggerebekan (OTT) terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Penggeledahan ini berlangsung di dua lokasi penting, yaitu Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso.
Sterilisasi Informasi dengan Menyita Ponsel Petugas
Salah satu langkah yang dilakukan oleh tim KPK adalah sterilisasi informasi agar tidak ada kebocoran data selama proses pencarian barang bukti. Untuk itu, sejumlah personel Satpol PP yang sedang bertugas diminta untuk merelakan ponsel mereka sementara waktu. Tindakan ini dilakukan demi memastikan bahwa semua informasi yang diperoleh tetap rahasia dan tidak tersalahgunakan.
Tim antirasuah tiba di area Pendopo sekitar pukul 15.00 WIB dengan pengawalan ketat. Kedatangan yang tiba-tiba ini mengejutkan petugas yang sedang berjaga. Setelah melakukan penyisiran, penyidik keluar dengan membawa sejumlah koper yang diduga berisi dokumen administrasi pemerintahan dan proyek-proyek strategis.
Fokus pada Dinas PUPR dan Aliran Proyek
Di sisi lain, tim KPK lainnya juga melakukan penggeledahan mendalam di Kantor Dinas PUPR Tulungagung. Ruang-ruang kerja yang dianggap krusial menjadi fokus utama dalam operasi ini. Aroma suap proyek infrastruktur diduga kuat menjadi salah satu pemicu utama di balik jatuhnya sang bupati dalam OTT kali ini.
Seorang sumber internal kepolisian mengonfirmasi adanya aktivitas KPK di lokasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa ada pengamanan yang dilakukan di lokasi penggeledahan. Hal ini menunjukkan bahwa KPK benar-benar serius dalam menangani kasus dugaan korupsi ini.
Eksodus Pejabat ke Mapolres
Hingga Jumat malam, tensi tinggi berpindah ke Mapolres Tulungagung. Banyak pejabat teras Pemkab Tulungagung terlihat datang ke Polres untuk memenuhi panggilan penyidik. Salah satu yang terlihat adalah Kabag Umum Pemkab Tulungagung, Yulius Rama Isworo, yang turun dari mobil personel KPK sambil menjinjing kardus berisi berkas.
Sebelumnya, ajudan bupati, Dwi Yoga, juga terlihat sibuk menurunkan koper dokumen dari sebuah minibus. Sederet nama pejabat penting lainnya juga turut dipanggil, mulai dari Kabag Kesra Makrus Mannan, Kabag Pemerintahan Arif Effendi, hingga Direktur RSUD Iskak Zuhrotul Aini.
Sementara itu, Plt Sekda Soeroto dan Kepala Bakesbangpol Agus Prijanto Utomo dikabarkan telah lebih dulu menjalani pemeriksaan intensif di dalam. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang yang terlibat dalam dugaan korupsi ini.
Konfirmasi dari Pimpinan KPK
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, memberikan pernyataan singkat namun tegas mengenai status orang nomor satu di Tulungagung tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa Bupati Tulungagung memang diamankan dalam operasi ini.
Kini, publik menunggu hasil pemeriksaan 1×24 jam yang dilakukan KPK. Sejumlah dokumen dan barang bukti yang diamankan akan menjadi kunci untuk menentukan status hukum lanjutan bagi para pihak yang terlibat dalam drama operasi senyap di Tulungagung ini.







