Gempa Bumi Magnitudo 2,8 Mengguncang Garut
Pada Senin (4/5/2026) pagi, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 2,8 mengguncang wilayah Garut. Peristiwa ini terjadi pada pukul 07.56 WIB dan berpusat di darat, sekitar 9 km barat laut Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kedalaman titik gempa mencapai 4 km, sehingga termasuk gempa dangkal.
Getaran gempa tersebut dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah seperti Kamojang, Leles, Tarogong, Bayongbong, Banyuresmi, Samarang, Kadungora, Sukaresmi, hingga Nagreg. Berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity), getaran gempa tercatat dalam skala II–III, yang berarti getaran dapat dirasakan oleh beberapa orang, terutama di dalam rumah.
BMKG melalui akun X @infoBMKG memberikan informasi terkini tentang gempa tersebut. Dalam unggahan mereka, disebutkan bahwa gempa terjadi pada lokasi 7.17 LS, 107.83 BT dengan kedalaman 4 km. Namun, BMKG juga menambahkan disclaimer bahwa informasi tersebut masih dalam proses pengolahan data dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
Beberapa warganet menyampaikan reaksi mereka atas gempa tersebut. Beberapa dari mereka merasa kaget karena gempa bumi ini merupakan gempa dangkal dan terasa cukup keras. Beberapa komentar yang muncul antara lain:
- “Gusti meni deet, teu kabayang oyag na kumaha.. Gempa Cianjur ge teu sa-deet kieu,” tulis akun @yummy*
- “Soak masih trauma gempa kertasari thn 2024,” kata akun @jejye**
- “Ya allah karaos pisan ini,” tulis akun @SAmbe****
- “Kampung cibangawa,desa sukawangi tarogong kaler asa ngagejlig,” ucap akun @nonot****
- “Kerasa sampai Cicalengka Kab. Bandung,” kata akun @Virna****
- “Baru bangun g jol oyag karasa,” tulis akun @mar****
Sebelumnya, pada dini hari tanggal yang sama, terjadi gempa bumi dengan magnitudo 4,0 yang mengguncang Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya, dan Garut. Gempa ini berpusat di laut, 66 km selatan Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 29 km. Getaran gempa ini juga dirasakan di beberapa daerah dengan skala II–III MMI.
Selain itu, pada Sabtu (2/5/2026) malam, terjadi gempa bumi dengan magnitudo 4,0 yang mengguncang Bandung. Pusat gempa berada di laut, 87 km barat daya Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 28 km. Gempa ini dirasakan di beberapa daerah seperti Cimaung, Soreang, Cikelet, Kertasari, Pangalengan, dan Tasikmalaya Selatan.
Skala MMI: Apa Itu?
BMKG menjelaskan skala MMI sebagai cara untuk mengukur intensitas gempa bumi berdasarkan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan. Berikut penjelasannya:
- I MMI: Getaran tidak terasa kecuali dalam keadaan luar biasa.
- II MMI: Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan bergoyang.
- III MMI: Getaran terasa nyata dalam rumah.
- IV MMI: Dirasakan oleh banyak orang, gerabah pecah, jendela bergoyang.
- V MMI: Dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian.
- VI MMI: Dirasakan oleh semua orang, plester dinding jatuh.
- VII MMI: Semua orang keluar rumah, kerusakan ringan pada bangunan.
- VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan kuat, dinding terlepas.
- IX MMI: Bangunan kuat rusak, pipa dalam rumah putus.
- X MMI: Bangunan kayu kuat rusak, tanah terbelah.
- XI MMI: Bangunan sedikit yang masih berdiri, jembatan rusak.
- XII MMI: Hancur total, gelombang tampak di permukaan tanah.
Tindakan Saat Gempa Terjadi
Berdasarkan panduan dari BMKG, berikut tindakan yang perlu dilakukan saat gempa terjadi:
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, hindari panik dan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam, lalu lihat kondisi sekitar dan carilah tempat aman.Di dalam rumah
Jika sedang di dalam rumah, carilah meja sebagai tempat berlindung. Lindungi kepala dengan bantal, helm, atau tangan.Di luar ruangan
Jika sedang di luar, segera jauhi gedung dan tiang, lalu menuju area terbuka. Tetap tenang dan hindari aktivitas apapun.Di kerumunan
Jika berada di kerumunan, ikuti arahan petugas dan segera menuju tangga darurat.Di gunung atau dataran tinggi
Jika sedang di gunung, segera bergerak ke daerah lapang dan hindari lereng karena risiko longsor.Di laut
Jika gempa terjadi di bawah laut, segera berpindah ke dataran tinggi karena kemungkinan tsunami.Di dalam kendaraan
Jika sedang berkendara, pegang erat agar tidak terjatuh. Berhenti di tempat yang aman.







