Video berdurasi 31 detik yang menunjukkan siswa SMAN 1 Purwakarta melakukan tindakan tidak sopan terhadap guru mereka, kini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam video tersebut, sebanyak sembilan siswa tampak mengacungkan jari tengah dan menjulurkan lidah kepada guru mereka, yang kemudian viral secara cepat.
Aksi ini menimbulkan reaksi dari berbagai pihak, termasuk Dewan Pendidikan, tenaga pendidik, alumni, hingga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Banyak orang menyebut tindakan para siswa tersebut sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai pendidikan dan etika yang seharusnya dipatuhi di lingkungan sekolah.
Salah satu guru yang diledek dalam video tersebut adalah Bu Atun. Banyak warganet, termasuk alumni SMAN 1 Purwakarta, mengenali sosok Bu Atun. Mereka menyampaikan rasa prihatin atas tindakan siswa-siswa tersebut. Beberapa alumni bahkan menyampaikan pesan-pesan yang penuh emosi:
- “Saya tahu Bu Atun, beliau guru yang tegas dan selalu diperhitungkan, tapi dia sangat baik. Mengapa kalian bisa seperti itu? Saya merasa geram sebagai alumni.”
- “Ya Allah, Bu Atun… beliau guru yang baik dan penyayang bagi murid-muridnya. Saya salah satu muridnya yang merasakan kasih sayangnya. Ini sangat miris, Ya Allah. Harus ditindak tegas.”
- “Bu Atun adalah orang yang baik dan peduli.”
Pihak SMAN 1 Purwakarta telah memberikan sanksi tegas kepada sembilan siswa yang terlibat dalam aksi tersebut. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Ida Rosida, mengonfirmasi bahwa siswa-siswa tersebut menerima hukuman sesuai dengan pedoman pendidikan karakter Pancawaluya dan tata tertib sekolah.
“Kasus ini sudah ditangani oleh sekolah dan sanksi kepada siswa sudah dilakukan sesuai dengan pedoman pendidikan karakter Pancawaluya nomor 15942/PK.08.05/GTK serta turunan tata tertib sekolah,” ujar Ida saat dikonfirmasi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap insiden ini. Selain sanksi skorsing selama 19 hari, ia menyarankan pendekatan pembinaan karakter yang lebih efektif. Dedi mengusulkan agar siswa-siswa tersebut diberikan kegiatan fisik seperti membersihkan halaman sekolah, menyapu, atau membersihkan toilet selama satu hingga tiga bulan.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Agus Marzuki, juga menyayangkan kejadian ini. Menurutnya, tindakan para siswa bertentangan dengan semangat program Gapura Panca Waluya. Pihak sekolah telah memanggil orang tua siswa yang bersangkutan, dan mereka dilaporkan menyesali perbuatan anak-anaknya.
Diketahui bahwa pelaku aksi tersebut berasal dari kelas XI IPS SMAN 1 Purwakarta. Peristiwa olok-olok terhadap guru terjadi pada Kamis (16/4/2026). Akibat dari beredarnya video tersebut, sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta mendadak viral. Mereka terlihat mengejek seorang guru perempuan dengan gestur tidak sopan.
Alumni pun merasa geram atas aksi dari sejumlah siswa tersebut dan mengungkap sosok guru tersebut. Aksi viral siswa SMAN 1 Purwakarta itu pun mendapat banyak reaksi dari masyarakat, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Agus Marzuki.







