Persebaya Surabaya Siap Lampaui Tantangan di Piala Presiden 2026
Toni Firmansyah, seorang gelandang muda dari Persebaya Surabaya, merasa bersyukur dengan pencapaian timnya yang berhasil menjuarai Piala Presiden 2026. Ia melihat ini sebagai bekal penting untuk menghadapi kompetisi liga berikutnya. Menurut Toni, peluang juara terbuka setelah Persebaya tampil sempurna dalam fase grup dan terus berkembang di bawah asuhan pelatih Bernardo Tavares.
Persebaya Surabaya menutup Grup B Piala Presiden 2026 dengan kemenangan 2-1 atas Port FC, juara bertahan asal Thailand, di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (1/8/2026). Dua gol dari Miguel Pereira dan Alex Martins membawa Persebaya Surabaya lolos ke semifinal sebagai juara grup dengan koleksi sembilan poin.
Penilaian Toni Firmansyah Mengenai Performa Tim
Toni Firmansyah menyambut positif peningkatan performa Persebaya Surabaya sepanjang fase grup Piala Presiden 2026. Menurutnya, proses yang dijalani selama pramusim mulai menunjukkan hasil karena para pemain semakin memahami instruksi dan filosofi permainan Bernardo Tavares. Ia menilai kemenangan demi kemenangan menjadi bagian penting dari proses membangun tim.
Karena itu, Toni ingin Persebaya Surabaya terus bekerja keras hingga pertandingan terakhir untuk merebut trofi Piala Presiden 2026. Ia juga menyebut bahwa hadiah Rp 8 miliar menjadi tambahan motivasi dalam perjuangan tersebut. Namun, bagi Toni, target utama tetap adalah membawa Persebaya Surabaya melangkah sejauh mungkin dan menutup turnamen dengan gelar juara.
Semifinal Jadi Ujian Berikutnya
Persebaya Surabaya akan menghadapi Arema FC pada semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Selasa (4/8/2026). Toni Firmansyah menyebut laga tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk membuktikan perkembangan yang sudah terlihat selama fase grup.
Menurutnya, hasil pertandingan melawan Port FC tetap perlu dievaluasi sebelum menghadapi Arema FC. Rotasi pemain yang dilakukan oleh tim pelatih dinilai penting untuk menemukan komposisi terbaik sekaligus memperkenalkan pola permainan yang diinginkan Bernardo Tavares.
“Ya, tentunya kita akan mengevaluasi dari pertandingan kemarin kita lawan Port FC. Tentunya banyak-banyak evaluasi,” ujar Toni Firmansyah.
Persebaya Surabaya juga sudah memiliki pengalaman bermain di Bali sebelumnya. Toni Firmansyah menyebut pengalaman menghadapi Arema FC di lokasi tersebut bisa menjadi modal tambahan sebelum kembali bertemu rival Jawa Timur itu pada semifinal.
Toni Ingin Main di Surabaya
Semifinal Piala Presiden 2026 digelar di Bali, keputusan yang tetap diterima Toni Firmansyah meski ia mengaku lebih memilih pertandingan berlangsung di Surabaya. Faktor keluarga menjadi alasan utama pemain muda tersebut lebih nyaman jika Persebaya Surabaya bermain di kandang sendiri.
“Kalau boleh milih ya di Surabaya saja sih, soalnya dekat keluarga juga. Tapi di Bali juga nggak apa-apa sih, aman aja, yang penting kita siap,” tutur Toni Firmansyah.
Selain lokasi pertandingan, jadwal yang padat juga menjadi tantangan bagi Persebaya Surabaya. Meski demikian, Toni menegaskan para pemain tetap harus mengikuti keputusan yang sudah ditetapkan dan menjaga kesiapan menghadapi semifinal.
Persebaya Surabaya juga masih menunggu perkembangan kondisi Alex Martins setelah sang penyerang menjalani penanganan medis. Toni berharap Alex Martins segera pulih sehingga bisa kembali membantu tim pada semifinal melawan Arema FC.
Dua Gelar Jadi Impian Toni
Persebaya Surabaya kini hanya berjarak dua pertandingan dari gelar Piala Presiden 2026. Toni Firmansyah melihat peluang tersebut terbuka karena skuad Green Force memiliki pemain berpengalaman sekaligus pemain yang bisa menjadi bekal penting menghadapi pertandingan berintensitas tinggi.
“Dan tentu itu juga bekal buat kita di semifinal melawan Arema dan itu ada chance untuk meraih juara,” kata Toni Firmansyah. Ia pun memilih fokus lebih dulu membawa Persebaya Surabaya meraih trofi Piala Presiden 2026 sebelum memikirkan target berikutnya.
Toni Firmansyah berharap kerja keras seluruh pemain berujung pada gelar juara Piala Presiden 2026. Ketika ditanya pilih juara Piala Presiden atau juara liga, gelandang muda tersebut memberikan jawaban singkat sambil tertawa, “Dua-duanya.”
Bagi Persebaya Surabaya, dua laga tersisa di Piala Presiden 2026 bukan sekadar kesempatan menambah koleksi trofi. Turnamen ini juga menjadi panggung untuk mengukur kesiapan skuad baru sebelum memasuki kompetisi liga dengan target lebih besar.







