Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental

    Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental

    11 October 2026
    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    11 October 2026
    Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja

    Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja

    11 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sunday, 11 October 2026
    Trending
    • Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental
    • Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia
    • Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja
    • Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda
    • Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Cuaca Pancaroba Mulai Menerjang Komunitas
    • Diduga Skandal Cinta Terlarang. Perselingkuhan Oknum Guru SD dan Pegawai Bank BUMN Terbongkar
    • Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif
    • Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial
    • Seni Merawat Diri Tanpa Kuras Kantong Melalui Kebiasaan Sederhana Berdampak Besar
    • Seni Mendampingi Anak Belajar di Rumah Tanpa Drama dan Emosi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Harga Ayam Naik Rp42 Ribu, Pedagang Sukoharjo Keluhkan Penjualan Turun

    Harga Ayam Naik Rp42 Ribu, Pedagang Sukoharjo Keluhkan Penjualan Turun

    adm_imradm_imr20 August 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kenaikan Harga Daging Ayam di Madiun dan Sukoharjo

    Harga daging ayam di berbagai pasar tradisional kini mencapai Rp42 ribu per kilogram. Fenomena ini menjadi perhatian masyarakat setelah mengalami peningkatan yang signifikan, terutama ketika aktivitas sekolah kembali berjalan. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi pola belanja konsumen, tetapi juga berdampak pada volume penjualan pedagang.

    Di Pasar Besar Kota Madiun, Jawa Timur, harga daging ayam kini berada di kisaran Rp42 ribu per kilogram. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang berada di sekitar Rp35 ribu. Pedagang ayam, Purwati, mengatakan kenaikan mulai terasa setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali berjalan pada Juni 2026.

    “Biasanya Rp 35 ribu. Setelah anak sekolah masuk, langsung setiap hari melonjak Rp 1.000, Rp 1.000 sampai sekarang Rp 42 ribu,” ujarnya.

    Sebelumnya, harga ayam bahkan sempat turun hingga Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram ketika sekolah masih libur. “Katanya karena MBG (Makan Bergizi Gratis). Kalau kemarin sekolah libur, harga stabil, bahkan turun drastis bisa sampai Rp 28 ribu – Rp 30 ribu. Habis anak sekolah masuk, langsung melonjak terus,” tambahnya.

    Warga Mulai Kurangi Belanja Ayam

    Kenaikan harga membuat masyarakat harus menyesuaikan pola belanja. Salah satu perubahan yang terlihat adalah ukuran potongan ayam yang dibuat lebih kecil agar satu kilogram bisa menghasilkan lebih banyak potongan.

    Purwati mengatakan, konsumen yang sebelumnya meminta satu kilogram ayam dipotong menjadi sekitar 10 bagian, kini meminta potongan lebih kecil sehingga bisa mendapatkan 12 hingga 14 potong.

    “Mengurangi sekali. Biasanya satu kilo bisa jadi 10, sekarang katanya jadi 12 sampai 14. Dipotong kecil-kecil,” ungkapnya.

    Dampak kenaikan harga juga dirasakan langsung oleh pedagang. Salah satu pedagang mengaku volume penjualannya turun cukup tajam. Jika sebelumnya mampu menjual sekitar 50 kilogram ayam dalam sehari ketika harga berada di Rp35 ribu, kini menjual 30 kilogram saja terasa sulit.

    “Kalau dulu pas harga Rp 35 ribu banyak, bisa 50 kilo. Sekarang 30 saja sulit,” keluhnya.

    Konsumen pun mulai mengurangi jumlah pembelian. Noviana, salah seorang pembeli, mengaku terkejut dengan harga ayam yang kini mencapai Rp42 ribu per kilogram.

    “Naik, kaget. Biasanya terakhir beli Rp 36 ribu, Rp.37 ribu, terus Rp.38 ribu. Sekarang Rp.42 ribu,” ujarnya.

    Jika sebelumnya mampu membeli dua kilogram ayam, kini ia hanya membeli satu kilogram untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.

    “Ya, kita kan rakyat biasa. Jadi jangan terlalu tinggi,” tutupnya.

    Harga Tinggi Juga Terjadi di Sukoharjo

    Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Di Pasar Ir. Soekarno, harga daging ayam juga mencapai Rp42 ribu per kilogram. Pedagang ayam, Sapardi Ahmad Muslim, mengatakan kenaikan tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan. Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah pasokan ayam dari peternak yang mulai berkurang.

    Ketika stok menipis dan harga meningkat, permintaan masyarakat pun ikut mengalami penurunan.

    “Ini menurun. Ini ya kurang lebih 4-5 kuintal. Yang sebelumnya ya mungkin bisa 6 sampai 7 kuintal. Sekarang paling 4 lah, kurang lebih,” ungkapnya.

    Pedagang juga harus menghadapi keluhan konsumen yang merasa harga ayam sudah terlalu tinggi.

    “Ya kalau dari masyarakat otomatis. Otomatis komplain harganya kok terlalu tinggi. Mau beli daging kan mikir kok. Ya mikir-mikir, untuk dibelikan yang lainnya, mungkin sembako lah. Kalau daging kan hanya tambahan kan,” kata dia.

    Mendag Sebut Harga Mendekati Rp 40 Ribu Masih Ideal

    Di tengah keluhan masyarakat, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memberikan pandangan berbeda mengenai harga ayam yang mendekati Rp40 ribu per kilogram. Saat meninjau Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo pada Kamis (20/8/2026), Budi mengatakan harga ayam yang berada di sekitar angka tersebut justru menunjukkan bahwa peternak tidak berada dalam posisi merugi.

    Harga eceran tertinggi (HET) daging ayam sendiri berada di angka Rp40 ribu per kilogram.

    “Harga ayam dulu kan pernah turun, ya. Pernah harga ayam itu kan dulu Rp 36.000. Harga acuannya kan Rp 40.000,” ucapnya kepada Kompas.com.

    “Jadi justru kalau mendekati Rp 40.000 itu bagus, ya. Karena apa? Karena apa? Karena peternak tidak dirugikan. Kalau harga Rp 36.000 terus, peternaknya bisa tutup,” lanjutnya.

    Menurut Budi, penentuan harga ayam perlu mempertimbangkan kepentingan produsen sekaligus konsumen. Harga yang terlalu rendah memang menguntungkan pembeli, tetapi berpotensi membuat peternak mengalami kerugian.

    “Ya, makanya. Jadi HET itu harga yang ideal antara produsen dan konsumen. Kita melihat, menilai, harus dua-duanya,”

    “Kita tidak hanya melihat produsen, kita juga tidak hanya melihat konsumen. Kalau konsumen, pasti kan maunya harganya di bawah,” terangnya.

    Kenaikan harga ayam yang kini menyentuh Rp42 ribu per kilogram akhirnya menciptakan dua persoalan sekaligus. Di satu sisi, konsumen harus mengurangi pembelian dan menyesuaikan pengeluaran rumah tangga. Di sisi lain, pedagang menghadapi penurunan volume penjualan ketika harga semakin tinggi.

    Sementara bagi peternak, harga yang mendekati acuan pemerintah dinilai dapat menjaga keberlangsungan usaha. Kondisi tersebut membuat harga ayam menjadi persoalan keseimbangan antara daya beli masyarakat, keuntungan pedagang, dan keberlangsungan produksi peternak.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

    By adm_imr7 October 20262 Views
    Rahasia Kebugaran Tubuh dari Kekayaan Rempah Nusantara untuk Gaya Hidup Sehat Modern

    Rahasia Kebugaran Tubuh dari Kekayaan Rempah Nusantara untuk Gaya Hidup Sehat Modern

    By adm_imr4 October 20262 Views
    Rahasia Kebugaran Alami Dapur Nusantara: Manfaat Khasiat Rempah Tradisional Indonesia untuk Tubuh

    Rahasia Kebugaran Alami Dapur Nusantara: Manfaat Khasiat Rempah Tradisional Indonesia untuk Tubuh

    By adm_imr3 October 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental

    Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental

    11 October 2026
    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    11 October 2026
    Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja

    Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja

    11 October 2026
    Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda

    Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda

    11 October 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 February 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 June 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?