Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Warga cemas proyek geotermal Gunung Ungaran, ESDM Jateng: Durung opo-opo difitnah ngerusak

    5 September 2026

    65 pantun sambut hari Senin lucu dan kocak, bikin mood awal pekan makin bersemangat

    5 September 2026

    Liga Primer Inggris pecahkan rekor belanja transfer, tembus Rp81,7 triliun

    5 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 5 September 2026
    Trending
    • Warga cemas proyek geotermal Gunung Ungaran, ESDM Jateng: Durung opo-opo difitnah ngerusak
    • 65 pantun sambut hari Senin lucu dan kocak, bikin mood awal pekan makin bersemangat
    • Liga Primer Inggris pecahkan rekor belanja transfer, tembus Rp81,7 triliun
    • Contoh Soal HOTS Biologi Kelas 12 SMA Materi Bab 2 Genetik dan Pewarisan Sifat Kurikulum Medeka 2026
    • Jadwal & harga tiket bus AKAP dari Bali ke Pulau Jawa Senin (31/8), cek!
    • Komposisi andalan Persija Jakarta asuhan Shin Tae-yong: sarat intensitas dengan ketahanan fisik
    • Eks Konsultan Nadiem minta tolong Prabowo, usai banding hukumannya diperberat jadi 5 tahun penjara
    • Jadwal & harga tiket bus AKAP dari Bali ke Pulau Jawa Sabtu (29/8), cek!
    • 7 tips olahraga pagi agar tubuh gak kaget dan cepat lelah
    • 20 soal UH ekonomi kelas 11 SMA semester 1 Kurikulum Merdeka 2026, lengkap dengan kunci jawaban
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»HWDI NTB: Puskesmas Dibangun, Fasilitas Disabilitas Terabaikan

    HWDI NTB: Puskesmas Dibangun, Fasilitas Disabilitas Terabaikan

    adm_imradm_imr13 Juni 20265 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Keterbatasan Aksesibilitas di Puskesmas Lombok Tengah

    Pemenuhan layanan kesehatan yang inklusif bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Lombok Tengah masih menghadapi berbagai tantangan. Hasil monitoring tindak lanjut Community Action Plan (CAP) di enam puskesmas menunjukkan bahwa sebagian besar fasilitas kesehatan dasar belum sepenuhnya ramah disabilitas.

    Beberapa masalah yang ditemukan meliputi ketiadaan ramp, toilet yang tidak aksesibel, serta kurangnya pelatihan khusus bagi tenaga kesehatan. Hal ini terlihat dari pengamatan langsung di lapangan, yang menunjukkan bahwa empat puskesmas belum memiliki ramp atau bidang miring yang memadai untuk pengguna kursi roda. Di Puskesmas Bonjeruk dan Puyung, toilet yang tersedia belum memenuhi standar aksesibilitas karena ukuran pintu yang sempit serta belum dilengkapi pegangan tangan atau handrail.

    Selain itu, lima puskesmas belum memiliki rambu atau petunjuk arah yang ramah disabilitas, seperti huruf braille maupun penanda visual dengan warna kontras yang dapat membantu penyandang tunanetra mengakses layanan secara mandiri. Persoalan juga terjadi pada sistem antrean yang masih digabung dengan pasien umum, serta belum adanya ruang pelayanan khusus atau layanan jemput bola bagi penyandang disabilitas berat.

    Pendataan dan Layanan yang Mulai Berkembang

    Pendataan penyandang disabilitas pun masih menjadi pekerjaan rumah. Bahkan Puskesmas Bonjeruk tercatat belum memiliki data penyandang disabilitas di wilayah kerjanya sebagai dasar penyusunan program dan pelayanan kesehatan.

    Namun, monitoring juga menemukan sejumlah praktik baik yang mulai dikembangkan beberapa puskesmas. Puskesmas Praya misalnya, telah melaksanakan layanan keluarga berencana, konseling kesehatan reproduksi, serta vaksinasi HPV bagi siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB). Sementara layanan pendaftaran atau booking online telah diterapkan di Puskesmas Bonjeruk, Kopang, Praya, dan Ubung sehingga memudahkan kelompok rentan mengakses layanan kesehatan tanpa harus menunggu lama.

    Di sisi lain, Puskesmas Puyung dan Ubung telah mengusulkan pembangunan toilet ramah disabilitas yang direncanakan terealisasi pada November 2025 serta area parkir khusus disabilitas pada 2026. Namun secara umum, keterbatasan anggaran masih menjadi faktor dominan yang menghambat perubahan.

    Dari 25 indikator yang belum terpenuhi pada enam puskesmas tersebut, sebanyak 17 indikator atau sekitar 68 persen terkendala karena belum tersedianya anggaran. Sisanya dipengaruhi keterbatasan ruang dan desain bangunan sebesar 24 persen serta kurangnya informasi dan kapasitas sumber daya manusia sebesar 8 persen.

    Peran Regulasi dan Komitmen Implementasi

    Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) NTB, Sri Sukarni, menjelaskan bahwa program SPARK bertujuan melihat sejauh mana layanan kesehatan reproduksi bagi perempuan penyandang disabilitas telah berjalan di Lombok Tengah. Namun sebelum masuk ke aspek layanan kesehatan reproduksi, pihaknya terlebih dahulu menilai aksesibilitas fasilitas fisik yang menjadi pintu masuk pelayanan.

    Menurut Sri Sukarni, survei dilakukan sejak 2024 bersama Koalisi PRIMA yang terdiri dari HWDI, Seknas FITRA, dan Perkumpulan Inisiatif dengan dukungan International Budget Partnership (IBP). Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan yang ditemukan bukan berdasarkan laporan pihak lain, melainkan hasil pengamatan langsung di lapangan.

    “Kami menemukan banyak kendala, seperti meja registrasi yang belum ramah kursi roda, bidang miring yang terlalu curam, tidak tersedianya jalur pemandu bagi penyandang netra, tidak adanya huruf braille, kursi prioritas yang penempatannya kurang tepat, lebar pintu yang tidak memenuhi standar, hingga toilet yang belum aksesibel,” jelasnya.

    Partisipasi Penyandang Disabilitas dalam Perencanaan

    Masnim, anggota FITRA NTB, menilai persoalan layanan publik yang belum aksesibel juga dipengaruui minimnya keterlibatan penyandang disabilitas dalam proses perencanaan pembangunan. Menurutnya, jika penyandang disabilitas dilibatkan sejak awal, banyak kebutuhan dasar yang sebenarnya tidak memerlukan biaya besar dapat diakomodasi dengan lebih baik.

    Karena itu, pelibatan kelompok disabilitas dalam proses perencanaan dinilai menjadi langkah penting untuk mewujudkan layanan publik yang benar-benar inklusif.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Dinamika Calon Wagub Sulbar: NasDem Usung Fatmawati, Demokrat Dukung Syamsul

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views

    35 Soal UH Bahasa Indonesia Kelas 3 SD Bab 1 Kawan Seiring 2026

    By adm_imr25 Agustus 20262 Views

    Persyaratan Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 untuk Mahasiswa S1, S2, dan S3 dengan Manfaat Biaya UKT, Kebutuhan Hidup, dan Uang Buku

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Warga cemas proyek geotermal Gunung Ungaran, ESDM Jateng: Durung opo-opo difitnah ngerusak

    5 September 2026

    65 pantun sambut hari Senin lucu dan kocak, bikin mood awal pekan makin bersemangat

    5 September 2026

    Liga Primer Inggris pecahkan rekor belanja transfer, tembus Rp81,7 triliun

    5 September 2026

    Contoh Soal HOTS Biologi Kelas 12 SMA Materi Bab 2 Genetik dan Pewarisan Sifat Kurikulum Medeka 2026

    4 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?