Kecelakaan Maut di Kota Batu Akibat Truk Rem Blong
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Pattimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, tepat di depan Masjid Putih Daarusshalikhin, Rabu (18/2/2026). Sebuah truk mengalami rem blong dan menabrak sejumlah kendaraan. Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Truk bernopol P 8640 UG yang dikemudikan Eko Wahyudi (33), warga Jember, mengalami rem blong saat melaju dari arah Kota Batu menuju Malang dengan kontur jalan menurun. Truk kemudian menabrak dua mobil dan dua sepeda motor, salah satunya yang dikendarai driver ojek online (ojol) bernama Iwan Kurniawan (38) warga Tlekung, Junrejo Kota Batu, hingga tewas di lokasi kejadian.
Menurut Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, kejadian bermula saat kendaraan roda enam melaju dari arah barat ke timur. Kemudian truk mengalami rem blong dan kehilangan kendali sehingga terjadi benturan antara bagian belakang dengan mobil yang di dalamnya ada tiga orang. Setelah itu, truk tetap melaju dan kembali menabrak mobil serta dua sepeda motor. Sebelum akhirnya banting setir ke kiri dan menabrak tiang listrik.
Kevin menjelaskan setelah menabrak tiang listrik truk baru berhenti melaju. Sedangkan total ada satu orang tewas dan empat lainnya mengalami luka usai tertabrak. Tidak hanya itu, lima kendaraan yang terlibat kecelakaan juga mengalami kerusakan.
Satu orang meninggal di lokasi kejadian dan empat lainnya mengalami luka. Sedangkan untuk kerugian materiil sekitar Rp 30 juta. Akibat dari kejadian itu pengendara roda 2 Honda Beat Nopol N 5977 TBI atas nama Zezen Ardianto asal Junrejo mengalami luka cedera pada kepala. Penumpang mobil Daihatsu Nopol N 1822 JJ bernama Lilik Yuliani mengalami luka trauma leher dan mata sebelah kanan, anaknya yang juga satu mobil bernama Syafa Adinda mengalami luka pada kaki kanan dan kiri.
Sedangkan pengemudi Grand Max Nopol B 1613 HZM bernama Frans Ricardo asal Semarang mengalami luka memar pada paha kanan dan lengan kanan. Sementara korban tewas, Iwan Kurniawan mengalami luka parah pada bagian kepala.
Remaja Banyuwangi Dilaporkan Hilang di Gunung Ijen
Muhammad Dzikri Maulana (16), pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Ijen, Rabu (18/2/2026), ternyata mendaki bersama rekannya. Mereka mulai mendaki saat jalur pendakian telah dibuka, yakni pukul 02.00 WIB. Sebenarnya, ada tiga rekan mereka lainnya yang turut berangkat pada hari yang sama.
“Mereka berdua mendaki ditemani guide. Sementara tiga temannya mendaki bersama troli,” kata Koordinator Resor TWA Kawah Ijen Rusdi Santoso.

Saat sampai di puncak, rombongan remaja itu bertemu kembali. Mereka beristirahat di sekitar kawah. Lokasinya berada di pertigaan jalur menuju kawah dan spot sunrise. Rekan-rekannya menyadari Dzikri sudah tak terlihat ketika mereka selesai beristirahat dan hendak melanjutkan perjalanan turun.
Menurut Rusdi, empat rekan Dzikri tiba di Paltuding sekitar pukul 08.00 WIB. Hilangnya Dzikri dilaporkan setelah pihak keluarga mencari tahu keberadaannya.
Sebelumnya, seorang pendaki dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Ijen, Rabu (18/2/2026). Tim SAR gabungan hingga petang hari masih mencari keberadaan pendaki terakhir.
“Iya, betul. Sesuai laporan dari petugas jaga (ada pendaki dilaporkan hilang),” kata Rusdi saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).
Rusdi menjelaskan, pendaki yang dilaporkan hilang adalah Muhammad Dzikri Maulana (16), warga Dusun Ampelgading, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Ia dilaporkan hilang oleh keluarganya karena tak kunjung pulang setelah pamit mendaki Gunung Ijen pada Rabu dini hari, saat jam pendakian dibuka. Pendakian Gunung Ijen mulai dibuka pukul 02.00 WIB.
“Keluarganya melaporkan bahwa pendaki tersebut belum pulang ke rumah hingga pukul 14.00,” ujar Rusdi.
Hingga petang hari, tim SAR gabungan yang terdiri dari petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), relawan dari guide, dan SAR independent masih berada di lokasi pendakian untuk mencarinya.
“Diduga tempat hilangnya pendaki tersebut di sunrise point. Tim sementara belum menemukan keberadaan pendaki tersebut,” sambung dia.







