Ethiopia: Destinasi Wisata Religi dan Alternatif Transit Umrah yang Menarik Perhatian Wisatawan Muslim Indonesia
Ethiopia kini mulai menjadi destinasi wisata religi yang menarik perhatian wisatawan Muslim, termasuk dari Indonesia. Selain sebagai tempat hijrah pertama para sahabat Nabi Muhammad SAW, negara ini juga menawarkan berbagai kemudahan dalam hal akses penerbangan dan visa yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.
Pada awal 2025, lebih dari 300.000 wisatawan asing berkunjung ke Ethiopia. Angka ini mencerminkan pertumbuhan pesat sektor pariwisata di negara tersebut, terutama karena peningkatan konektivitas penerbangan internasional dan kebijakan visa yang semakin ramah. Ethiopia bahkan menempati posisi teratas sebagai negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di Afrika dan berada di posisi keenam secara global pada awal 2025.
Selama lima tahun terakhir, jumlah wisatawan internasional ke Ethiopia meningkat sekitar 40 persen, bahkan melampaui capaian sebelum pandemi. Hal ini didorong oleh perluasan jaringan penerbangan dan penghapusan hambatan administratif seperti e-visa dan visa on arrival bagi wisatawan dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Jejak Sejarah Islam yang Mendalam
Ethiopia memiliki peran penting dalam sejarah Islam. Negara ini dikenal sebagai tempat hijrah pertama para sahabat Nabi Muhammad SAW sekitar tahun 615 Masehi. Hijrah ini terjadi karena penindasan yang dialami umat Islam di Makkah, sehingga para sahabat mencari perlindungan di wilayah Habasyah, yang saat ini mencakup Ethiopia dan Eritrea.
Raja Najasyi atau Ashamah bin Abjar, penguasa Kerajaan Aksum, memberikan perlindungan penuh kepada para sahabat dan menolak permintaan utusan Quraisy untuk memulangkan mereka ke Makkah. Peristiwa ini menjadikan Ethiopia sebagai Negeri Hijrah Pertama dalam sejarah Islam.
Jejak sejarah tersebut masih dapat ditemukan hingga kini, salah satunya di Masjid An-Najashi yang berada di wilayah Tigray, Ethiopia. Masjid ini diyakini memiliki keterkaitan erat dengan kisah hijrah para sahabat dan Raja Najasyi.
Potensi Kerja Sama antara Indonesia dan Ethiopia
Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia periode 2019–2025, Al Busyra Basnur, menyebut bahwa Indonesia dan Ethiopia memiliki potensi besar untuk mengembangkan kerja sama di sektor pariwisata, termasuk wisata religi. Ia menilai pertukaran kunjungan wisata antara kedua negara memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Salah satu pendukungnya adalah penerbangan langsung Ethiopian Airlines dari Addis Ababa ke Jakarta,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kerja sama antara kedua negara juga mencakup sektor ekonomi, sosial, dan budaya, termasuk promosi pariwisata.
Peningkatan Minat Wisatawan Indonesia
CEO HabasyGo, Prasetyo Adhi G, menyatakan bahwa minat warga negara Indonesia ke Ethiopia turut meningkat seiring tersedianya penerbangan langsung Jakarta–Addis Ababa dengan frekuensi beberapa kali dalam sepekan, serta kemudahan visa bagi Warga Negara Indonesia.
Di sisi lain, ikatan sejarah dengan umat Islam membuka peluang untuk menjadikan Ethiopia sebagai alternatif transit umrah bagi wisatawan Muslim dari Indonesia. “Ethiopia memiliki posisi penting dalam sejarah Islam. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah yang ingin menambah wawasan sejarah dan religi dalam satu perjalanan,” katanya.
Ia menilai tren perjalanan wisata religi saat ini mulai bergeser ke konsep yang menggabungkan ibadah dengan kunjungan sejarah. Kondisi ini membuka peluang bagi Ethiopia untuk diposisikan sebagai alternatif transit umrah bagi wisatawan Muslim dari Indonesia.
Kesimpulan
Ethiopia tidak hanya menjadi destinasi wisata religi yang unik, tetapi juga menawarkan peluang baru dalam dunia pariwisata. Dengan jejak sejarah yang kaya, kemudahan akses, dan potensi kerja sama dengan negara-negara seperti Indonesia, Ethiopia siap menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan Muslim.







