Close Menu
Info Malang Raya
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Berita *Terbaru*
Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

12 October 2026
Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

12 October 2026
Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
Monday, 12 October 2026
Trending
  • Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital
  • Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal
  • Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup
  • Energi Segar Tanpa Kopi: Manfaat Olahraga Pagi Ringan bagi Kebugaran Jiwa dan Raga
  • Evaluasi Kurikulum Nasional Terbaru: Menimbang Beban Mengajar Guru dan Daya Tangkap Siswa
  • Seni Mengelola Stamina dan Rotasi Skuad dalam Perburuan Gelar Liga Top Eropa
  • Menjemput Pahala Melimpah di Tengah Kemacetan Kota: Amalan Ringan Pekerja Berkemobilitas Tinggi
  • Navigasi Ruang Digital Secara Sehat Demi Menjaga Kesehatan Mental Dan Hubungan Sosial Nyata
  • Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental
  • Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
Info Malang RayaInfo Malang Raya
Login
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Info Malang Raya
  • Malang Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kajian Islam
  • Login
Home»Kuliner»Kelezatan Bhoi Dapu Kak Fitri

Kelezatan Bhoi Dapu Kak Fitri

adm_imradm_imr5 May 202617 Views
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kue Tradisional Aceh yang Menggugah Selera

Indonesia memiliki berbagai ragam budaya dan sajian tradisional. Setiap daerah memiliki makanan tradisional yang menjadi kebanggaan, bahkan dirindukan ketika sudah berada di rantau orang. Seperti halnya di Aceh, banyak kuliner tradisional, terutama kue yang dikembangkan menjadi usaha rumahan dan UMKM dengan ciri khas di masing-masing wilayah.

Kue khas Aceh terkenal dengan rasa manis dan gurih, sering disajikan saat perayaan adat atau hari raya. Beberapa yang populer seperti timphan yaitu lepat atau jenis kue basah berbahan tepung ketan, pisang raja, atau labu dengan isian serikaya atau kelapa parut, dibungkus daun pisang muda.

Kue keukarah atau masyarakat Aceh menyebutnya ‘eumpung miriek’, karena berbentuk seperti sarang burung tempua. Rasanya renyah, terbuat dari campuran tepung beras dan Gula. Cara membuatnya juga unik. Kue ini berbahan tepung beras, gula pasir, air, dan cetakan khusus (batok kelapa berlubang). Adonan kental dicetak memutar di atas minyak panas, lalu dilipat membentuk sabit/lingkaran dan digoreng hingga renyah. Kunci keberhasilannya adalah adonan pas (kental berjejak) dan teknik mencetak.

Di Pidie Jaya, tepatnya di Meureudu, banyak toko kue yang menjual kue adee (bikang). Kue basah khas yang bertekstur lembut ini tersedia dalam varian ubi kayu dan tepung terigu. Toko yang menjual ‘adee’ biasanya menggunakan nama masing-masing pemiliknya, seperi Adee Kak Nah, Kak Na, Kak Mutia, dan lain-lain.

Kue yang selalu ada setiap berbuka puasa adalah boh rom-rom, berbentuk bola-bola yang terbuat dari tepung ketan dicampur dengan air perasan daun pandan sehingga berwarna hijau. Kue ini berisi gula merah cair dan dilumuri kelapa parut, mirip dengan klepon.

Selanjutnya, kue kembang loyang (atau kembang goyang), terbuat dari campuran tepung beras (utama), tepung tapioka/terigu, santan, telur, gula pasir, dan garam. Adonan ini biasanya diberi tambahan wijen untuk aroma dan rasa gurih, kemudian digoreng menggunakan cetakan logam khusus berbentuk bunga. Cara membuatnya: celupkan cetakan yang sudah panas ke dalam adonan yang telah diaduk (jangan sampai menutupi permukaan atas cetakan), lalu goreng dalam minyak sambil digoyang-goyang hingga terlepas.

Berikutnya, kue yang satu ini sering digunakan untuk antaran dara baro/linto baro dalam talam yang dihias berbentuk bunga, yakni meuseukat. Kue ini adalah dodol khas Aceh yang berwarna kuning cerah, terbuat dari nanas, tepung, dan gula. Rasanya sangat manis.

Pulot adalah penganan tradisional berbahan dasar beras ketan yang gurih dan lezat, sering disajikan sebagai sarapan atau teman minum kopi. Varian utamanya meliputi pulut panggang/bakar, pulut hijau, dan pulut durian. Hidangan ini berciri khas aroma daun pisang bakar dan rasa gurih santan.

Kue bhoi Ini merupakan kue bolu tradisional khas Aceh dengan bentuk yang unik (ikan, bunga, dan bintang) yang memiliki tekstur kering di luar, tetapi lembut di dalam. Bahan untuk membuatnya terdiri atas tepung terigu, gula pasir, telur, air, dapat juga ditambah dengan ‘baking powder’ untuk pengembang, vanili, dan margarin untuk olesan cetakan. Kue ini sering dijadikan antaran pernikahan, biasanya dengan bentuk ikan ukuran besar.

Beberapa waktu lalu dalam perjalanan saya dan rombongan keluarga besar Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) ke tempat pesta Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Multimedia di Desa Kabat, Kecamatan Pekan Baro, Kabupaten Pidie, kami singgah di sebuah toko kecil yang menjual kue tradisional ‘bhoi’ atau bolu Aceh. Namanya, Dapu Bhoi Fitri. Terletak di Jalan Medan-Banda Aceh Simpang 4 Lancok, Kecamatan Jeuneib, Kabupaten Bireuen.

Hasil pantauan saya, toko ini terlihat biasa saja, tetapi pada saat melihat di dalamnya ternyata ada olahan kue ‘bhoi’ yang diracik dengan cekatan oleh dua perempuan cantik. Mereka sedang memanggang kue ‘bhoi’ menggunakan cetakan besi berbentuk ikan dan bunga. Ada yang unik di sini, kue ‘bhoi’ disajikan dengan aneka rasa, ada rasa biasa, rasa cokelat, dan rasa stroberi dengan bentuk imut dan menggemaskan.

Inovasi hasil karya Kak Fitri ini menunjukkan bahwa kecintaan terhadap kue trandisonal Aceh harus dikembangkan dengan tetap menjaga keasliannya, bahan utama, dan ciri khasnya. Dapu Bhoi Kak Fitri mampu menghadirkan kembali kenangan masa kecil saya melalui kue ‘bhoi’ olahan spesialnya.

Berbeda dari kue bolu biasa, ‘bhoi’ Kak Fitri mempertahankan resep tradisional Aceh dengan menggunakan bahan-bahan premium yang menghasilkan tekstur lembut di dalam, tetapi tetap renyah di luar. Keunggulan Bhoi Dapu Kak Fitri ini adalah rasanya lembut dan wangi karena proses pemanggangan yang pas sehingga menghasilkan aroma wangi telur yang khas tanpa amis.

Di samping itu, rasa tradisional tetap terjaga dari tingkat kemanisan yang pas, sangat cocok dinikmati bersama kopi atau teh panas. Yang lebih penting lagi adalah tanpa bahan pengawet karena dibuat segar untuk menjaga kualitas dan rasa, serta aman dikonsumsi dan tidak mengganggu kesehatan.

Bhoi ini sangat cocok dijadikan buah tangan khas Aceh dan camilan keluarga, atau jamuan khusus pada acara-acara istimewa. Sensasi rasa ‘bhoi’ buatan Kak Fitri mampu menggoda anggota rombongan Uniki. Awalnya yang membeli hanya dua orang, tapi akhirnya semua turun dari mobil dan ikut membeli ‘bhoi’. Kami juga dipersilakan mencicipi gratis aneka rasa kue ‘bhoi’ yang telah tersedia.

Pelayanan yang diberikan sangatlah ramah dan membuat kami terlena serta memborong berbagai kue lainnya yang ada di toko ini. Ternyata, ada beberapa orang anggota rombongan yang mengenal sosok Kak Fitri, seperti Pak Danil, Bu Dah, dan Kak Dar. Mereka sering berbelanja kue ‘bhoi’, terutama pada saat menjelang Idulfitri atau Iduladha. Mereka sangat menyukai bentuknya yang kecil dan harganya terjangkau. Bahkan, ada yang tiga buah dihargakan Rp2.000, ada juga yang seharga seribu rupiah.

Menurutnya, anak-anak suka, karena ‘bhoi’ Kak Fitri ada rasa cokelat dan stroberi. Selain itu, mudah untuk kita tata dalam toples kue. Pengakuan dari mereka yang ikut berbelanja di Dapu Bhoi Kak Fitri, karena praktis. Pada saat Lebaran Idulfitri yang lalu, kue ‘bhoi’ ini dijadikan bawaan oleh banyak orang saat berkunjung ke tempat saudara atau ke tempat cucu. Oleh-oleh khas Lancok, Kecamatan Jeuneib.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Berita Terkait

Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

By adm_imr7 October 20262 Views
Rahasia Kebugaran Tubuh dari Kekayaan Rempah Nusantara untuk Gaya Hidup Sehat Modern

Rahasia Kebugaran Tubuh dari Kekayaan Rempah Nusantara untuk Gaya Hidup Sehat Modern

By adm_imr4 October 20262 Views
Rahasia Kebugaran Alami Dapur Nusantara: Manfaat Khasiat Rempah Tradisional Indonesia untuk Tubuh

Rahasia Kebugaran Alami Dapur Nusantara: Manfaat Khasiat Rempah Tradisional Indonesia untuk Tubuh

By adm_imr3 October 20262 Views
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

12 October 2026
Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

12 October 2026
Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

12 October 2026
Energi Segar Tanpa Kopi: Manfaat Olahraga Pagi Ringan bagi Kebugaran Jiwa dan Raga

Energi Segar Tanpa Kopi: Manfaat Olahraga Pagi Ringan bagi Kebugaran Jiwa dan Raga

12 October 2026
Berita Populer

HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

Kota Malang 1 April 2026

Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

29 April 2026

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

28 February 2026

Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

4 June 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
© 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?