Misteri Kematian Akseyna Ahad Dori yang Belum Terungkap
Kasus kematian Akseyna Ahad Dori, seorang mahasiswa Biologi Universitas Indonesia (UI), masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Sudah 11 tahun berlalu sejak jasadnya ditemukan mengambang di Danau Kenanga, kampus UI, pada 26 Maret 2015. Namun hingga kini, kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi belum juga terungkap.
Bagi keluarga, waktu yang panjang ini bukan berarti luka telah mereda. Kakak korban, Arfilla Ahad Dori, menegaskan bahwa harapan untuk mendapatkan kejelasan tidak pernah padam. “Selama belum ada kejelasan, enggak pernah merasa lega dan selesai kalau dari keluarga,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (26/3/2026).
Upaya untuk mencari jawaban terus dilakukan, tetapi perkembangan yang diharapkan justru belum terlihat. Arfilla mengungkapkan bahwa sejak September 2024, keluarga tidak lagi menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari kepolisian. Padahal, sebelumnya sempat ada janji bahwa kasus ini akan menunjukkan kemajuan.
SP2HP ketiga yang sempat diterima keluarga, yang menyebut adanya pemeriksaan terhadap tiga saksi, juga belum memberikan titik terang. Kelanjutannya dinilai tidak jelas dan belum menghasilkan informasi berarti.
Tidak hanya itu, proses wawancara yang dijalani Arfilla bersama ayahnya melalui Apsifor pada Oktober 2024 pun belum membuahkan hasil yang bisa menjawab pertanyaan keluarga. “Hasil Apsifor juga kami belum dapat info. Saya sempat tanya ke Apsifor, tapi katanya mereka tidak bisa ungkap hasilnya ke saya, polisi yang berwenang,” ujarnya.
Selama lebih dari satu dekade, keluarga mengaku selalu bersikap terbuka dan siap membantu kapan pun dibutuhkan, baik oleh pihak kepolisian maupun kampus. Namun, di tengah sikap kooperatif tersebut, mereka justru merasakan proses penanganan kasus berjalan di tempat tanpa kejelasan yang transparan.
Kini, yang diharapkan keluarga hanyalah itikad baik dari pihak-pihak yang berwenang. Mereka ingin ada keterbukaan dalam proses penyelidikan, serta kejelasan dari siapa pun yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Jadi kami berharap ada transparansi dari pihak yang berwenang dan menunggu itikad baik dari mereka yang terlibat, baik langsung maupun tidak,” kata dia.
Kasus Lama yang Belum Tuntas
Sebagai informasi, Akseyna Ahad Dori ditemukan tewas di Danau Kenanga, kampus UI, pada Kamis (26/3/2015). Pada awalnya, kematian Akseyna sempat diduga sebagai bunuh diri karena adanya surat tulisan tangan yang disebut milik korban. Namun, sejumlah temuan kemudian memunculkan dugaan lain. Hasil visum menunjukkan adanya lebam pada tubuh korban, sementara analisis tulisan tangan mengindikasikan surat tersebut ditulis oleh dua orang.
Temuan itu mengarah pada dugaan bahwa kasus tersebut merupakan pembunuhan. Berdasarkan SP2HP ketiga pada Jumat (25/10/2024), polisi disebut telah memeriksa tiga saksi. Namun, keluarga tidak mengetahui apakah saksi tersebut merupakan saksi baru atau pemeriksaan ulang terhadap saksi lama.
“Kami enggak tahu ini saksi baru atau saksi lama yang dipanggil kembali. Kami enggak pernah dapat info dari polisi terkait nama-nama saksi yang sudah diperiksa siapa saja,” ungkap Arfilla.
Karena minimnya informasi, keluarga juga tidak dapat memastikan apakah pemeriksaan tersebut menjadi langkah baru dalam penyelidikan atau sekadar pengulangan proses sebelumnya.







