Pemulangan Jemaah Umrah Indonesia Berjalan Lancar
Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang menyampaikan bahwa saat ini tidak ada lagi jemaah umrah Indonesia yang tertahan di Arab Saudi atau negara-negara transit akibat agresi militer yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Sebelumnya, berdasarkan data dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), sekitar 58 ribu jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.
Namun, berdasarkan informasi terbaru, sejumlah maskapai penerbangan kini mulai kembali melakukan penerbangan setelah sempat terganggu akibat konflik tersebut. Marwan mengatakan bahwa jemaah umrah kini sudah kembali terbang dari Saudi ke Tanah Air.
“Jemaah umrah sudah berani terbang,” ujar Marwan ketika dikonfirmasi pada Sabtu (7/3/2026). Ia menambahkan bahwa berdasarkan catatan dari Kementerian Haji dan Umrah, sebanyak 14.796 jemaah umrah telah kembali ke Tanah Air. Angka tersebut merupakan akumulasi jumlah jemaah umrah pada periode 28 Februari 2026 hingga 5 Maret 2026.
Sejumlah maskapai seperti Saudi Airlines, Lion Air, dan Garuda Indonesia telah kembali melayani penerbangan. Marwan menilai bahwa meskipun eskalasi konflik belum bisa diprediksi, pemerintah perlu membuat langkah-langkah lebih lanjut untuk memastikan keselamatan jemaah.
Harapan DPR agar Pemerintah Keluarkan Imbauan Baru
Lebih lanjut, Marwan berharap pemerintah dapat mengeluarkan maklumat baru bagi para jemaah yang masih memaksa untuk melakukan ibadah umrah. Hal ini dilakukan karena serangan militer Israel dan AS ke Iran diprediksi akan berlangsung dalam waktu yang lama.
“Makanya tadi pemerintah harus membuat maklumat baru selain maklumat yang kemarin yang mengimbau tidak berangkat, nyatanya kan tetap ada yang berangkat. Kalau sudah berangkat langkah-langkahnya apa,” kata Marwan.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah sudah mengimbau calon jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya seiring dengan kondisi di Timur Tengah yang masih terdampak konflik serangan ke Iran. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan imbauan tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara.
“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil di dalam keterangannya pada Minggu (1/3/2026).
Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 Belum Terdampak
Ketika ditanyakan apakah konflik geopolitik di Timur Tengah akan berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah, Dahnil menyebut hingga saat ini persiapan masih terus berjalan. Seluruh tahapan perencanaan dan koordinasi, kata Dahnil, tetap berlangsung sesuai jadwal.
“Kami berharap kondisi segera normal. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Seluruh pihak diminta merujuk pada sumber resmi pemerintah guna menghindari kesimpangsiuran informasi yang dapat menimbulkan keresahan.
Pemulangan Jemaah Umrah Capai 17 Ribu Orang
Sementara itu, berdasarkan data dari Kementerian Haji dan Umrah pada periode 28 Februari 2025 hingga 5 Maret 2026, sudah ada 14.796 jemaah umrah yang terpantau telah kembali ke Tanah Air. Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, M Ilham Effendy mengatakan pihaknya baru saja mendampingi 2.735 jemaah yang menyusul kepulangan ke Indonesia. Menurut dia, seluruh penerbangan yang dipantau pada Kamis kemarin dilaporkan berjalan sesuai dengan jadwal keberangkatan.
Dengan demikian total jemaah yang sudah pulang ke Indonesia mencapai lebih dari 17 ribu orang. Selain para jemaah yang kembali ke Tanah Air, Kemenhaj juga mencatat jemaah yang baru melakukan keberangkatan ke Arab Saudi. Total terdapat 352 jemaah umrah Indonesia yang tiba dan terpantau oleh petugas di bandara pada hari yang sama.
Sementara, tercatat ada 158 jemaah umrah masih tertahan dalam proses kepulangan. Mereka saat ini berada di dua lokasi, yaitu di Kota Jeddah dan Kota Mekkah, menunggu penjadwalan ulang penerbangan sesuai dengan pengaturan maskapai dan penyelenggara perjalanan.
Ilham pun mengimbau jemaah yang masih tertahan agar terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Dia memastikan jemaah tetap mendapat pendampingan dari pemerintah. “Kami memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan pendampingan serta pelayanan yang diperlukan hingga dapat kembali ke Tanah Air dengan aman,” ujar Ilham.









