KONI Aceh Gelar Buka Puasa Bersama untuk Memperkuat Silaturahmi dan Persiapan Olahraga Aceh
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh kembali menggelar acara buka puasa bersama yang dihadiri oleh jajaran pengurus provinsi (Pengprov) cabang olahraga dan atlet. Acara ini berlangsung di Hall Seuramoe Angkat Besi, Stadion Harapan Bangsa (SHB), Lhong Raya, pada hari Minggu (8/3/2026) sore. Acara yang penuh khidmat ini tidak hanya menjadi momen kebersamaan, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan program olahraga Aceh menuju berbagai even besar.
Tausiah dan Santunan Anak Yatim
Acara dibuka dengan tausiah dari Ustaz Masrul Aidi yang membawa pesan religius tentang pentingnya kebersamaan dan keikhlasan. Pesan ini sejalan dengan semangat olahraga yang menuntut kerja tim, disiplin, dan solidaritas. Ustaz Masrul Aidi menekankan bahwa momentum Ramadhan harus dijadikan wadah untuk memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan.
Selain itu, acara ini juga dirangkai dengan santunan anak yatim. Penyerahan santunan dilakukan setelah seluruh hadirin selesai berbuka puasa, sehingga suasana terasa lebih syahdu. Kehadiran mereka memberi makna lebih dalam, bahwa olahraga Aceh tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan berbagi. Santunan ini menjadi simbol bahwa KONI Aceh ingin menumbuhkan generasi yang sehat, kuat, sekaligus berjiwa sosial.
Mengenang Sosok Abu Razak
Saat acara berlangsung, Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri alias Pon Yaya, mengajak segenap hadirin untuk mengenang sosok Ketua Umum KONI Aceh sebelumnya, Kamaruddin Abubakar atau akrab disapa Abu Razak. Ia meninggal dunia pada Ramadhan 1446 Hijriah atau puasa tahun lalu. Pon Yaya menyebutkan, Abu Razak adalah sosok yang selama satu dekade terakhir berperan besar dalam mengangkat prestasi olahraga Aceh.
“Semangat kebersamaan yang diwariskan almarhum harus terus dijaga, terutama di tengah tantangan bencana yang sempat melanda Aceh,” ajak Pon Yaya yang juga Anggota DPRA. Ia menekankan bahwa meski ada hambatan, pembinaan atlet tetap berjalan.
Persiapan Program Olahraga Aceh
Selain doa dan refleksi, Pon Yaya juga memaparkan soal konsolidasi program olahraga. Pra-PORA 2026 dipersiapkan sebagai langkah menuju PORA Aceh Jaya 2027, sekaligus persiapan menghadapi PON 2028. Dengan demikian, Ramadhan bukan hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga momentum strategis untuk menyatukan visi olahraga Aceh ke depan.
Sekda Aceh, M Nasir, dalam sambutannya menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem yang tidak bisa hadir dalam buka puasa bersama KONI Aceh tersebut. Di sisi lain, M Nasir yang juga Sekum KONI Aceh dua periode itu memaparkan kondisi terkini Aceh yang masuk dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi usai dilanda bencana hidrometeorologi pada penghujung November 2025 lalu.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor di 18 kabupaten/kota tersebut telah menyebabkan kerusakan parah di seantero Aceh, sehingga berdampak ke semua aspek. “Termasuk dunia olahraga juga sangat terimbas dari bencana dahsyat yang hampir setara tsunami itu,” ujar M Nasir. Salah satunya adalah pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) yang sedianya digelar tahun ini di Aceh Jaya, yang terpaksa diundur.
Momen Kebersamaan dan Semangat Juang
Dengan suasana penuh khidmat, buka puasa bersama ini menjadi bukti bahwa Ramadhan mampu menyatukan berbagai elemen, pemerintah, atlet, pelatih, pengurus, hingga masyarakat. KONI Aceh berhasil menjadikan olahraga sebagai jembatan kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan komitmen untuk terus melahirkan prestasi sekaligus menjaga nilai-nilai sosial.
Lebih dari sekadar acara seremonial, kegiatan ini menegaskan bahwa olahraga Aceh dibangun di atas fondasi kebersamaan, kepedulian, dan semangat juang. Ramadhan pun hadir sebagai pemersatu, mengikat erat hubungan antara dunia olahraga dan masyarakat luas. Dengan energi kebersamaan ini, Aceh optimis melangkah menuju masa depan olahraga yang lebih gemilang.







