Persiapan KONI Sumut Menuju Porprovsu dan PON XXII
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara (Sumut) terus mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII Tahun 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengintensifkan Program Pembinaan Intensif (PPI) sebagai upaya menjaga prestasi atlet sekaligus mempersiapkan kekuatan Sumut menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Ketua Umum KONI Sumut, Kolonel TNI (Purn) Hatunggal Siregar, menjelaskan bahwa Porprovsu 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang merupakan agenda olahraga terbesar selama satu periode kepengurusannya di KONI Sumut. Ia menegaskan bahwa seluruh program pembinaan diarahkan agar prestasi atlet Sumut tetap berada pada level yang telah dicapai saat PON XXI Aceh-Sumut 2024.
“Saat ini kita sedang mempersiapkan event Pekan Olahraga Provinsi Sumut. Ini merupakan event terbesar sepanjang kepengurusan kami satu periode di KONI Sumut. Target prestasi atlet tentu tidak jauh dari prestasi yang telah kita raih pada penyelenggaraan PON XXI,” ujar Hatunggal.
Menurutnya, pembinaan atlet tidak lagi dilakukan hanya menjelang pelaksanaan PON semata, tetapi sudah dimulai sejak dini melalui Program Pembinaan Intensif yang resmi berjalan sejak Juni 2026. Program tersebut difokuskan kepada cabang olahraga yang berhasil menyumbangkan medali emas, perak, maupun perunggu pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, dengan syarat cabang olahraga tersebut kembali dipertandingkan pada PON XXII.
Pada tahap awal, PPI melibatkan sebanyak 131 atlet dari 18 cabang olahraga perorangan. Hatunggal mengakui idealnya seluruh cabang olahraga mendapat kesempatan mengikuti program pembinaan tersebut. Namun keterbatasan anggaran membuat KONI Sumut untuk sementara baru memprioritaskan cabang olahraga perorangan.
“Harusnya memang semua cabor dilibatkan dalam PPI ini. Namun karena keterbatasan anggaran, kita masih fokus pada cabang olahraga perorangan, belum beregu. Kita berupaya membina sekaligus menjaga agar atlet Sumut tidak pindah ke provinsi lain dan persiapan menuju PON XXII sudah dimulai sejak dini,” jelasnya.
Selain menjaga kualitas atlet, PPI juga menjadi strategi KONI Sumut untuk mempertahankan potensi atlet-atlet terbaik agar tetap memperkuat Sumatera Utara pada ajang nasional mendatang.
Penyelenggaraan Porprovsu 2026
Porprovsu XII Tahun 2026 direncanakan mempertandingkan 28 cabang olahraga. Hatunggal menjelaskan, jumlah tersebut mengacu pada hasil Rapat Kerja (Raker) KONI Sumut yang digelar pada Desember 2025. Dalam aturan tersebut, setiap cabang olahraga yang ingin dipertandingkan wajib memenuhi persyaratan organisasi, yakni memiliki kepengurusan aktif di minimal 50 persen ditambah satu dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara atau sedikitnya 17 pengurus cabang maupun pengurus kota.
KONI Sumut juga terus memperkuat koordinasi dengan KONI kabupaten dan kota agar seluruh daerah dapat mengirimkan atlet terbaiknya pada Porprovsu mendatang. Hingga saat ini, sebanyak 16 KONI kabupaten/kota telah dilantik, termasuk KONI Nias Utara dan KONI Nias Barat.
Menurut Hatunggal, perhatian terhadap wilayah kepulauan seperti Nias menjadi bagian dari strategi mencari bibit atlet potensial dari seluruh pelosok Sumatera Utara. “Kenapa kita fokus juga ke Kabupaten Nias, karena kita ingin menjemput atlet yang sekecil apa pun potensinya agar bisa ikut dalam Porprovsu ini. Di Nias kami juga melaksanakan PPI. Ada atlet bernama Kevin yang berhasil meraih medali perak di SEA Games,” ungkapnya.
Dukungan Pemerintah dan Kesejahteraan Atlet
Selain pembinaan, KONI Sumut juga terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan atlet melalui pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi. Hatunggal menilai dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, menjadi dorongan besar bagi peningkatan prestasi olahraga daerah.
Menurutnya, perhatian pemerintah tidak hanya terlihat dari program pembinaan, tetapi juga melalui pemberian tali asih kepada atlet Sumut yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang SEA Games. “Sumut ini bisa dikatakan sedang berada di atas angin dalam bidang olahraga. Perhatian Gubernur sangat tinggi terhadap pembinaan dan reward atlet. Kemudian Sumut berhasil finis di peringkat empat PON XXI Aceh-Sumut, dan pada SEA Games, dari 35 atlet Sumut yang tampil, sebanyak 30 atlet berhasil meraih medali,” katanya.
Kegiatan Olahraga dan Target Prestasi
Sebagai bagian dari persiapan menuju Porprovsu dan PON XXII, KONI Sumut juga terus menggelar berbagai kejuaraan olahraga hampir setiap bulan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi atlet, tetapi juga sebagai sarana sosialisasi Porprovsu kepada masyarakat.
Hatunggal menegaskan, target utama KONI Sumut adalah mempertahankan prestasi yang telah diraih pada PON XXI, meski di PON XXII nanti terdapat sejumlah cabang olahraga unggulan Sumut yang tidak lagi dipertandingkan. “Kita akan berupaya mempertahankan prestasi pada PON XXII yang berdasarkan hasil Rakor KONI akan digelar di NTT-NTB dengan tambahan tuan rumah penyangga DKI Jakarta. Target kami minimal prestasinya tidak jauh dari capaian pada PON XXI, meskipun memang ada beberapa cabang olahraga unggulan Sumut yang tidak dipertandingkan lagi,” pungkasnya.






