Kemenangan Dramatis Inter Milan atas Juventus
Laga antara Inter Milan dan Juventus dalam ajang Liga Italia di Stadion Giuseppe Meazza berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk Inter Milan. Pertandingan yang digelar pada Minggu dini hari WIB ini berlangsung sangat dramatis, dengan banyak perubahan skor hingga menit akhir.
Piotr Zielinski menjadi pahlawan kemenangan Inter Milan setelah mencetak gol penentu pada menit ke-90. Kemenangan ini membuat Inter Milan semakin menjauhi AC Milan, yang saat ini berada di posisi kedua, dengan selisih delapan poin. Inter kini memiliki 61 poin dari 25 pertandingan, sementara Juventus terpaut di posisi keempat dengan 46 angka.
Pelatih Lega dengan Kemenangan
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengungkapkan rasa leganya setelah timnya berhasil memenangkan laga penting melawan tim besar. Ia menyatakan bahwa sudah dua tahun sejak terakhir kali Inter memenangi pertandingan yang sangat menentukan seperti ini.
“Para pemain merasakan tekanan itu, tetapi kami melakukan apa yang harus dilakukan dan meraih kemenangan,” ujar Chivu. Ia juga menambahkan bahwa timnya berusaha menyakiti Juventus dan menunjukkan performa penuh karakter.
Namun, Chivu mengakui bahwa timnya tidak tampil sepenuhnya sesuai rencana. Faktor stamina dan ketenangan menjadi kendala utama dalam mengeksekusi strategi yang telah disiapkan. Meskipun demikian, ia menerima kemenangan ini dengan tulus.
Perjalanan Kemenangan yang Berliku
Pertandingan dimulai dengan Inter unggul terlebih dahulu melalui gol bunuh diri Andrea Cambiasso pada menit ke-17. Namun, Cambiasso kemudian membayar kesalahannya dengan mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-26.
Juve mengalami kekalahan berupa kartu merah setelah Pierre Kalulu mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-42. Gol Pio Esposito pada menit ke-76 memberikan keunggulan kembali bagi Inter. Tapi, Manuel Locatelli mencetak gol penyama kedudukan bagi Juventus pada menit ke-83.
Akhirnya, Inter mengunci kemenangan 3-2 lewat gol Piort Zielinski pada menit ke-90.
Tanggapan Terhadap Keputusan Wasit
Chivu juga memberikan tanggapan terhadap keputusan wasit yang mengusir Pierre Kalulu. Menurut dia, insiden tersebut sebenarnya terjadi akibat sentuhan ringan, tetapi tetap memberi ruang bagi wasit untuk mengambil keputusan.
“Kartu kuning kedua dan kartu merah untuk Kalulu? Bagi saya itu sentuhan ringan, tetapi tetap saja ada sentuhan. Saya selalu bilang kepada pemain saya untuk tidak menempatkan wasit dalam situasi harus membuat keputusan,” ucap Chivu.
Ia menegaskan bahwa pemain dengan pengalaman seperti Kalulu seharusnya tidak menggunakan tangan jika sudah mengantongi satu kartu kuning.
Momentum Kebangkitan
Lebih jauh, Chivu berharap kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan bagi Inter Milan dalam perburuan target musim ini. Dengan 13 laga tersisa, ia menegaskan bahwa perjalanan masih panjang dan timnya harus terus berkembang.
“Masih ada 13 pertandingan lagi; musim ini masih panjang. Saya selalu berbicara tentang perkembangan mental dan cara bermain kami. Hari ini kami terus berusaha, dan saya memutuskan memasukkan satu penyerang tambahan untuk mencoba memenangkannya. Lalu Zielu (Zielinski) menunjukkan kualitasnya, dan keputusan itu membuahkan hasil,” ujarnya.







