Kembalinya Malik Risaldi Jadi Harapan Persebaya
Kabar baik datang dari Persebaya Surabaya menjelang laga tandang melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu (7/3/2026). Winger Bajol Ijo, Malik Risaldi, telah kembali berlatih setelah lama absen akibat cedera. Kembalinya pemain asal Indonesia ini menjadi tambahan tenaga penting bagi tim yang tengah berjuang di papan atas klasemen.
Meski belum dipastikan tampil penuh dalam pertandingan tersebut, kehadirannya di sesi latihan memberi sinyal positif bagi pelatih Bernardo Tavares. Malik Risaldi mengalami cedera panjang yang membuatnya absen dalam sejumlah laga penting Persebaya. Cedera itu terjadi saat menghadapi Persija Jakarta beberapa pekan lalu, ketika ia harus ditarik keluar lebih awal karena masalah otot.
Sejak saat itu, Malik melewatkan beberapa pertandingan krusial, termasuk laga melawan PSM Makassar, Persijap Jepara, Bhayangkara FC, dan Persib Bandung. Absennya Malik membuat lini serang Persebaya kehilangan salah satu opsi kecepatan di sisi sayap. Selain itu, kehilangan Malik juga membuat Persebaya Surabaya tak memiliki striker murni.
Bernardo Tavares sempat mengakui bahwa absennya Malik memengaruhi variasi serangan tim. “Kami kehilangan pemain penting di sisi sayap. Malik punya kecepatan dan determinasi yang bisa membuka ruang,” ujarnya. Kembalinya Malik ke latihan menjadi kabar baik bagi Persebaya. Meski belum tentu langsung tampil sebagai starter, kehadirannya memberi opsi tambahan bagi pelatih.
Selain Malik, Persebaya juga masih harus menghadapi absennya Bruno Paraiba dan Mihailo Perovic yang belum pulih sepenuhnya. Kedua striker asing itu masih menjalani pemulihan dan kemungkinan besar tidak bisa diturunkan melawan Borneo. Arief Catur juga dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning. Posisi bek kanan kemungkinan akan diisi oleh Koko Ari.
Dengan kondisi ini, Persebaya harus mengandalkan kombinasi pemain muda dan senior untuk menjaga keseimbangan tim. Malik diharapkan bisa menjadi pembeda ketika benar-benar kembali ke lapangan. Kecepatan dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu menjadi senjata utama.
Kondisi Terbaru Persebaya dan Borneo FC
Persebaya Surabaya saat ini berada di posisi kelima klasemen dengan 39 poin dari 24 pertandingan. Hasil imbang melawan Persib Bandung menjadi bukti semangat juang tim meski tampil pincang tanpa striker murni. Gol Bruno Moreira dan Francisco Rivera menyelamatkan Bajol Ijo dari kekalahan.
Bernardo Tavares menegaskan pentingnya sikap pemain. “Pertandingan ini kami punya banyak pemain yang cedera. Tapi para pemain menunjukkan attitude yang bagus,” katanya. Persebaya kini bersiap menghadapi Borneo FC yang berada di posisi ketiga klasemen dengan 50 poin dari 23 pertandingan.
Laga ini menjadi krusial karena selisih poin cukup signifikan. Persebaya harus tampil maksimal untuk menjaga posisi di papan atas. Head to head menunjukkan persaingan ketat. Dari tujuh pertemuan terakhir, Persebaya menang tiga kali, Borneo menang dua kali, dan dua laga berakhir imbang. Pertemuan terakhir pada 20 Desember 2025 berakhir imbang 2-2 di Gelora Bung Tomo.
Statistik lima laga terakhir menunjukkan Borneo lebih konsisten dengan tiga kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Persebaya mencatat dua kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menegaskan pentingnya konsistensi. “Siapa pun yang ingin bertarung di papan atas harus mengumpulkan poin, terutama melawan rival langsung,” ujarnya.
Borneo datang dengan modal imbang 2-2 melawan Persija Jakarta. Hasil itu menjaga mereka tetap dekat dengan Persib di puncak klasemen. Persebaya harus mewaspadai lini serang Borneo yang produktif dengan 42 gol musim ini.
Ernando Ari yang baru saja mencatat 100 penampilan bersama Persebaya akan kembali menjadi kiper utama. Perannya sangat penting menghadapi tekanan dari lini depan Borneo. Dukungan Bonek di Samarinda akan menjadi energi tambahan bagi Persebaya. Laga ini diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama memiliki kepentingan besar dalam perburuan posisi terbaik klasemen.







