Pernyataan PDIP atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon. Insiden tersebut terjadi setelah serangan Israel pada hari Minggu, 29 Maret 2026. Dalam pernyataannya, ia menyerukan kepada seluruh kekuatan politik nasional untuk bersatu dalam menuntut keadilan serta memastikan keselamatan pasukan Indonesia yang masih bertugas.
Pernyataan ini disampaikan melalui surat edaran yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP PDIP bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah, di Jakarta, 30 Maret 2026. Dalam surat tersebut, Megawati dan keluarga besar PDIP menyampaikan duka atas gugurnya Praka Farizal Romadhon, anggota Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.
“Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, dan seluruh keluarga besar PDI Perjuangan menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Prajurit TNI Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Praka Farizal Rhomadhon yang gugur sebagai kusuma bangsa dalam menjalankan tugas negara sebagai pasukan yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon,” bunyi isi surat tersebut.
Megawati juga memberikan instruksi kepada jajaran partai untuk memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum serta mengusulkan dukungan kepada negara. Ia meminta agar almarhum diberikan kenaikan pangkat anumerta, jaminan hari tua, dan masa depan pendidikan anaknya.
“Ketua Umum PDI Perjuangan telah memberi instruksi kepada seluruh jajaran PDI Perjuangan untuk memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum, serta mengusulkan kepada negara untuk memberikan kenaikan pangkat anumerta, jaminan hari tua, dan masa depan pendidikan anaknya,” imbuh surat itu.
Selain itu, PDIP berkomitmen untuk membantu keluarga korban, termasuk pemberian santunan rumah atau beasiswa bagi anak almarhum. Saat ini, anak almarhum baru berusia dua tahun.
“Keluarga besar PDI Perjuangan juga akan bergotong royong membantu keluarga korban, termasuk pemberian santunan rumah ataupun ke depan beasiswa bagi anaknya yang saat ini baru berusia 2 (dua) tahun,” kata surat itu.

PDIP juga menyampaikan penghormatan tertinggi kepada prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian. Surat tersebut menyebutkan bahwa TNI menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia secara profesional dan penuh tanggung jawab.
“PDI Perjuangan menyampaikan penghormatan tertinggi-tingginya kepada prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan tugas mulia penjaga misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan pada tanggal 29 Maret 2026. Secara tegas TNI menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia secara profesional dan penuh tanggung jawab,” kata surat itu.
Menurut surat tersebut, prajurit TNI yang gugur merupakan perwujudan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. “Prajurit TNI yang gugur adalah perisai dan perwujudan nyata dari manifestasi amanat Pembukaan UUD 1945: ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” imbuh surat itu.
PDIP juga menyinggung peran panjang Kontingen Garuda dalam misi perdamaian dunia. “Selama hampir tujuh dekade, Kontingen Garuda telah menjadi mahkota diplomasi Indonesia di kancah dunia yang membuktikan bahwa bangsa ini tidak hanya berbicara tentang perdamaian, tetapi juga bersedia berkorban untuk mewujudkannya di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata surat itu.
Dalam pernyataan sikapnya, PDIP mengutuk keras setiap tindakan yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan personel perdamaian PBB. “Mengutuk keras setiap tindakan dari pihak manapun yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan personel perdamaian PBB. Serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi DK PBB 1701 dan hukum humaniter internasional,” kata surat itu.
PDIP juga mendukung investigasi independen atas insiden tersebut. “Mendukung penuh upaya UNIFIL dalam membuka investigasi independen dan mendesak agar hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik dan Dewan Keamanan PBB,” imbuh surat itu.
Selain itu, PDIP mendorong pemerintah mengambil peran lebih kuat dalam perlindungan pasukan perdamaian. “Mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran kepemimpinan di antara negara-negara pengirim pasukan (Troop Contributing Countries) guna memperkuat rezim perlindungan personel perdamaian PBB, termasuk melalui kajian ulang Rules of Engagement yang lebih protektif,” kata surat itu.
PDIP juga mengajak seluruh kekuatan politik nasional untuk bersatu. “Mengajak seluruh kekuatan politik nasional untuk bersatu dan bekerja sama dalam menuntut keadilan bagi prajurit yang gugur serta memastikan keselamatan lebih dari 1.200 prajurit Indonesia yang masih bertugas di Lebanon,” tulis surat itu.
“Semoga almarhum Praka Farizal Romadhon mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, husnul khatimah, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tandasnya.







