Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Harga emas Antam melonjak Rp40.000 hari ini: Strategi untung bagi warga Jatim, jual atau beli?

    15 Mei 2026

    Persiapan Haji 2026: 1.214 Jemaah Kediri Siap Berangkat, Ini Aturan Bawaan Barang

    15 Mei 2026

    17 destinasi populer di Sentul dengan harga terjangkau

    15 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 15 Mei 2026
    Trending
    • Harga emas Antam melonjak Rp40.000 hari ini: Strategi untung bagi warga Jatim, jual atau beli?
    • Persiapan Haji 2026: 1.214 Jemaah Kediri Siap Berangkat, Ini Aturan Bawaan Barang
    • 17 destinasi populer di Sentul dengan harga terjangkau
    • Petugas Parkir Pasar Kebalen Malang Dukung Penertiban, Butuh Area Parkir Resmi
    • 7 tips memilih mobil listrik keluarga untuk perjalanan jauh nyaman
    • 15 ide hidangan dari kulit lumpia, cocok untuk usaha kuliner di Solo Raya
    • Delapan Tambang Emas Terbesar di Indonesia, Grasberg Papua Tetap Pemimpin
    • Plt Wali Kota Madiun Diperiksa KPK Selama 10 Jam, Pulang dengan Mobil Berpelat Tersamar
    • Daftar Pemain Argentina 2026: Messi Masuk, Dybala Dilewati
    • Kondisi Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Keluarga Brigadir J yang Lawan Ferdy Sambo
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Kekalahan Praka Farizal di Lebanon, DPR Minta Evaluasi dan Pengundangan Pasukan Damai

    Kekalahan Praka Farizal di Lebanon, DPR Minta Evaluasi dan Pengundangan Pasukan Damai

    adm_imradm_imr4 April 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Respons DPR RI atas Kematian Praka Farizal di Lebanon

    Kematian Praka Farizal Rhomadhon dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon menimbulkan reaksi dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan permintaan kepada pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penugasan pasukan TNI di wilayah tersebut.

    Menurut Dave, kondisi keamanan di Lebanon yang masih dihiasi oleh konflik bersenjata harus menjadi perhatian serius. Ia menilai bahwa situasi yang tidak kondusif berpotensi membahayakan keselamatan prajurit yang bertugas dalam misi penjaga perdamaian.

    “Ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan koreksi ataupun juga melihat apakah keberadaan prajurit kita ini benar-benar berfungsi atau tidak,” ujar Dave saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (30/3/2026).

    Dave menambahkan bahwa dengan adanya serangan yang tidak berhenti, bahkan sampai menewaskan prajurit kita, ini apakah keberadaan kita ini berguna untuk menjaga perdamaian atau justru malah menjadi target.

    Ia menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan langkah evaluasi, termasuk kemungkinan penarikan pasukan jika kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk menjalankan misi perdamaian.

    “Bilamana kondisinya ini memang tidak aman, sebaiknya pemerintah melakukan penarikan atau juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon,” kata Dave.

    Meski begitu, Dave menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah. Sebab, pemerintah memiliki data dan informasi lengkap mengenai situasi di lapangan.

    “Kita serahkan itu kepada pemerintah yang mengetahui persis kondisinya seperti apa. Bilamana pemerintah menyampaikan keputusan, nah itu yang sudah melalui pertimbangan yang mendalam,” tambahnya.

    Selain itu, Dave juga mendorong adanya investigasi menyeluruh atas insiden serangan yang mengenai markas pasukan TNI tersebut. Dia menilai, investigasi penting untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab sekaligus memberikan keadilan bagi keluarga korban.

    “Harus ada investigasi mendalam karena ini kan berkaitan dengan keadilan kepada keluarga prajurit. Ini serangannya itu dari mana, siapa yang menyerang, titiknya itu mau nyerang ke mana hingga akhirnya ada korban kita,” tegas Dave.

    Hasil investigasi juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki prosedur operasional standar (SOP) dalam penugasan ke depan.

    Profil Praka Farizal Rhomadhon

    Praka Farizal Rhomadhon merupakan seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari satuan Batalyon Infanteri (Yonif) 113/Jaya Sakti, di bawah naungan Brigif 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda. Dalam perjalanan karier militernya, ia terakhir menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima, posisi jabatan operasional untuk menjaga disiplin dan tata tertib di lingkungan Kompi Markas satuan Yonif.

    Lahir di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 3 Januari 1998, Praka Farizal tumbuh menjadi sosok prajurit muda yang berdedikasi. Ia tercatat pernah menerima tanda kehormatan berupa Satyalancana Dharma Nusa (SL Dharma Nusa) serta Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun. Bintang Jasa itu sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas, disiplin, dan pengabdian tanpa cacat dalam menjalankan tugas sebagai prajurit TNI.

    Semangat pengabdian itu membawanya mendapat kepercayaan menjalankan misi internasional sebagai penjaga perdamaian dunia. Pada April 2025, ia ditugaskan dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tergabung dalam pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

    Penugasan tersebut menjadi bentuk kehormatan sekaligus tanggung jawab besar sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global. Praka Farizal menjadi Anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL. Namun, pengabdian itu harus berakhir tragis.

    Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia pada usia 28 tahun akibat serangan militer Israel di Lebanon yang mengenai kontingen Indonesia di dekat wilayah Adchit Al Qusayr. Kepergiannya menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI dan bangsa Indonesia.

    Di balik tugasnya sebagai prajurit, Praka Farizal adalah seorang suami dan ayah yang penuh kasih. Ia menikah dengan Fafa Nur Azila pada 4 Juli 2023, dan dari pernikahan tersebut dikaruniai seorang putri bernama Shanaya Almahyra Elshanu yang lahir pada 6 Mei 2024. Keluarga kecilnya selama ini tinggal di Asrama Militer Kima Yonif 113/Jaya Sakti di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh.

    Kepergian Praka Farizal meninggalkan luka mendalam bagi istri dan anaknya yang masih kecil. Namun, dedikasi dan pengorbanannya sebagai prajurit penjaga perdamaian akan selalu dikenang sebagai bagian dari pengabdian terbaik untuk bangsa dan dunia.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Trump Tertangkap Bawa 13,5 Kg Uranium Venezuela, Publik Khawatirkan Rencana Nuklir Besar AS

    By adm_imr15 Mei 20261 Views

    Pembelian KF-21 Boromae Percepat Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia

    By adm_imr15 Mei 20261 Views

    Profesor Jiang: AS Akan Kuasai Selat Malaka untuk Persaingan Ekonomi dengan Tiongkok

    By adm_imr15 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Harga emas Antam melonjak Rp40.000 hari ini: Strategi untung bagi warga Jatim, jual atau beli?

    15 Mei 2026

    Persiapan Haji 2026: 1.214 Jemaah Kediri Siap Berangkat, Ini Aturan Bawaan Barang

    15 Mei 2026

    17 destinasi populer di Sentul dengan harga terjangkau

    15 Mei 2026

    Petugas Parkir Pasar Kebalen Malang Dukung Penertiban, Butuh Area Parkir Resmi

    15 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?