Mengapa Warna Telur Ayam Berbeda-Beda?
Telur ayam memiliki warna yang beragam, mulai dari cokelat, putih, biru, hijau hingga merah muda. Hal ini sering membuat orang bertanya-tanya mengapa telur ayam bisa memiliki warna yang berbeda-beda. Ternyata, ada beberapa faktor yang memengaruhi perbedaan warna tersebut.
1. Genetika Ayam Menentukan Warna Telur
Warna telur ayam terutama ditentukan oleh genetika ayam itu sendiri. Jenis ayam yang berbeda akan menghasilkan telur dengan warna yang berbeda pula. Misalnya, ayam petelur unggulan umumnya menghasilkan telur berwarna cokelat atau putih. Namun, ada juga ayam yang menghasilkan telur berwarna hijau, biru, atau bahkan merah muda.
Beberapa jenis ayam yang menghasilkan telur berwarna langka sebenarnya adalah hasil persilangan antara dua atau lebih ras ayam. Perpaduan genetik ini menciptakan variasi warna yang menarik dan unik pada cangkang telur.
2. Faktor-Faktor Lain yang Mempengaruhi Warna Cangkang Telur
Selain genetika, ada beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi warna cangkang telur. Berikut beberapa di antaranya:
- Strain genetik ras: Setiap ras ayam memiliki karakteristik khas, termasuk warna telur. Namun, dalam satu ras, ada strain-strain tertentu yang menghasilkan telur dengan corak warna yang berbeda.
- Obat-obatan: Penggunaan obat seperti koksidiostat dapat menyebabkan cangkang telur menjadi lebih pucat.
- Virus: Infeksi virus yang memengaruhi sistem reproduksi ayam dapat menyebabkan perubahan warna cangkang telur.
- Stres: Stres pada ayam dapat mengganggu siklus bertelurnya, sehingga menghasilkan telur yang kurang pigmen atau berubah warna.
- Usia: Semakin tua usia ayam, semakin pucat warna cangkang telurnya.

3. Cuping Telinga Ayam Bisa Membantu Memprediksi Warna Telur
Menariknya, mengamati cuping telinga ayam bisa membantu memprediksi warna telur yang akan dihasilkan. Contohnya, ayam dengan cuping telinga putih biasanya menghasilkan telur berwarna putih. Sementara, ayam dengan bulu berwarna dan cuping telinga gelap cenderung menghasilkan telur berwarna.
Sebenarnya, semua telur ayam awalnya berwarna putih karena cangkangnya terbuat dari kalsium karbonat. Namun, warna cangkang bisa berubah karena pengaruh genetika saat telur terbentuk.

4. Proses Pembentukan Telur Ayam
Proses pembentukan telur ayam melibatkan beberapa tahapan. Pertama, kuning telur atau ovum terbentuk di ovarium ayam. Ovum yang sudah matang kemudian bergerak ke saluran telur. Di sana, ovum melewati lima tahapan untuk membentuk telur secara utuh. Proses ini memakan waktu lebih dari 24 jam.
Pada tahap keempat, pigmen menempel pada cangkang telur, memberikan warna yang akhirnya terlihat. Jadi, warna cangkang telur berasal dari pigmen yang disimpan oleh ayam selama proses pembentukan telur.

5. Warna Cangkang dan Nutrisi Telur
Banyak orang percaya bahwa telur dengan cangkang berwarna lebih bergizi daripada telur dengan cangkang putih. Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Warna cangkang telur tidak memengaruhi rasa atau nilai gizi telur.
Nilai gizi telur lebih dipengaruhi oleh apa yang diberikan kepada ayam. Misalnya, telur dari ayam yang diternakkan di alam bebas biasanya lebih bergizi dibandingkan telur dari ayam yang dipelihara di kandang komersial.

Jadi, meskipun warna telur ayam berbeda-beda, hal itu utamanya ditentukan oleh genetika. Meski ada faktor lain yang sedikit memengaruhi, kontribusinya relatif kecil. Selain itu, warna cangkang telur tidak memengaruhi rasa atau nutrisi telur.







