Membeli sepeda motor baru adalah pengalaman yang sangat menyenangkan. Namun, pemilik motor tidak cukup hanya memperhatikan tampilan dan fitur yang ditawarkan. Perawatan sejak awal juga penting dilakukan agar performa motor tetap optimal dan usia komponen bisa lebih panjang.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan pemilik motor baru adalah masa inreyen. Periode ini menjadi tahap penting karena komponen mesin masih dalam proses penyesuaian dan membutuhkan penggunaan yang tepat.
Pada umumnya, masa inreyen berlangsung pada 500–1.000 kilometer pertama. Pada periode tersebut, pengendara disarankan menghindari penggunaan motor secara agresif, seperti memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi, melakukan akselerasi mendadak, maupun pengereman ekstrem.
Service Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Ferry Nurul Fajar, mengatakan masa inreyen pada motor Yamaha berlangsung hingga jarak 1.600 km.
“Masa inreyen berlaku saat motor diterima sampai 1.600 km. Pada periode tersebut, motor jangan sering digeber dan ganti oli saat mencapai 1.000 km,” papar Ferry kepada Infomalangraya.com beberapa waktu lalu.
Perhatikan Masa Inreyen Motor Baru
Selama masa inreyen, pengendara sebaiknya menggunakan motor dengan gaya berkendara yang halus. Hindari membuka gas secara penuh secara terus-menerus dan berikan kesempatan kepada komponen mesin untuk beradaptasi.
Pemilik juga perlu mengikuti petunjuk yang tercantum dalam buku pedoman pemilik karena setiap model sepeda motor dapat memiliki ketentuan berbeda.
Gunakan Bahan Bakar Sesuai Rekomendasi
Jenis bahan bakar juga perlu diperhatikan. Setiap sepeda motor memiliki spesifikasi dan kebutuhan bahan bakar yang berbeda.
Gunakan bahan bakar dengan nilai oktan sesuai rekomendasi pabrikan. Pemilihan bahan bakar yang tepat dapat membantu menjaga proses pembakaran tetap optimal sekaligus mengurangi risiko penumpukan karbon pada mesin.
Jangan Lewatkan Servis Pertama
Servis pertama menjadi salah satu tahap penting setelah membeli motor baru. Umumnya, servis awal dilakukan ketika motor telah menempuh sekitar 1.000 km.
Pada servis tersebut, teknisi akan memeriksa kondisi mesin, melakukan penggantian oli, serta memastikan berbagai komponen bekerja dengan baik.
Setelah servis pertama, pemilik motor juga perlu mengikuti jadwal perawatan berkala yang sudah ditentukan oleh pabrikan.
Manfaatkan Garansi Motor
Melakukan servis sesuai jadwal bukan hanya bertujuan menjaga performa sepeda motor. Konsumen juga perlu memperhatikan ketentuan garansi yang diberikan pabrikan.
Ferry menjelaskan, motor baru Yamaha mendapatkan pemeriksaan masa inreyen. Selain itu, terdapat perlindungan garansi untuk komponen tertentu.
“Untuk motor baru Yamaha, kita ada pemeriksaan masa inreyen, dan bisa claim garansi mesin tiga tahun, atau diasil dan forged piston lima tahun,” ujar Ferry.
Karena itu, konsumen sebaiknya menyimpan buku servis dan memastikan seluruh perawatan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ikuti Buku Pedoman Pemilik
Setiap motor memiliki karakteristik, spesifikasi, dan jadwal perawatan yang berbeda. Oleh sebab itu, pemilik sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi dari pengguna lain.
Buku pedoman pemilik dapat menjadi acuan utama mengenai penggunaan, perawatan, spesifikasi bahan bakar, hingga jadwal servis.
Hindari Gaya Berkendara Agresif
Selain berpengaruh terhadap kondisi mesin, gaya berkendara juga berkaitan dengan usia komponen sepeda motor. Kebiasaan melakukan akselerasi dan pengereman secara mendadak sebaiknya dihindari, terutama ketika motor masih dalam masa awal pemakaian.
Gaya berkendara yang lebih halus dapat membantu menjaga kondisi kendaraan sekaligus membuat pengendara lebih mudah beradaptasi dengan karakter motor baru.
Beradaptasi dengan Motor Baru
Pemilik juga perlu memahami karakter sepeda motor yang baru digunakan. Posisi berkendara, handling, respons gas, hingga teknik pengereman bisa berbeda dengan motor yang sebelumnya digunakan.
Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, mengatakan proses adaptasi menjadi bagian penting bagi pengendara motor baru.
“Adaptasi dengan sepeda motor baru mungkin membutuhkan waktu, tetapi sangat penting untuk memastikan keselamatan berkendara,” ujar Wahyu.
Dengan melakukan masa inreyen secara tepat, menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi, rutin melakukan servis, serta beradaptasi dengan karakter kendaraan, pemilik dapat menjaga sepeda motor baru tetap dalam kondisi optimal. Yang tidak kalah penting, seluruh perawatan sebaiknya mengikuti panduan resmi dari masing-masing pabrikan.






