Kehidupan Jurnalis yang Berpetualang di Alam Pati
Bagi komunitas Journalist Adventure, berkemah bukan sekadar pelarian dari bisingnya deadline ruang redaksi. Di tengah keindahan alam Pati, mereka menemukan inspirasi dan semangat untuk menyuarakan kekayaan alam dan potensi pariwisata daerah yang sering luput dari perhatian publik.
Di Buba’an Hills, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Pati, suasana berkemah terasa sangat khas. Aroma khas tempe goreng menguar di antara deretan tenda dome warna-warni. Suara gemerisik dedaunan tertiup angin perbukitan berpadu ritmis dengan seruputan kopi robusta hangat dari cangkir-cangkir enamel. Namun, di balik pemandangan itu, terdapat kesibukan yang berbeda: beberapa orang tengah tekun merekam detail percakapan dengan pengelola wisata dan warga setempat, membidik sudut terbaik lanskap alam dengan lensa kamera, merekam video suasana, hingga mengetik draf laporan berita di layar ponsel pintar.
Awal Mula Komunitas Journalist Adventure
Komunitas ini lahir bukan semata demi hobi bertualang, melainkan sebuah gerakan para jurnalis, baik jurnalis media daring, cetak, maupun televisi, untuk menyuarakan kekayaan alam dan potensi pariwisata daerah yang kerap luput dari sorotan publik luas. Jejak berdirinya Journalist Adventure berakar dari sebuah malam dingin pada tahun 2018 silam. Kala itu, empat jurnalis yang sehari-hari bertugas meliput dinamika Kabupaten Pati memutuskan menepi sejenak dari hiruk-pikuk berita kriminal, politik, dan birokrasi pemerintahan. Mereka memilih mendirikan tenda di tengah rimbunnya Hutan Pinus Pangonan, Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu.
Di tengah obrolan hangat di depan api unggun, sebuah kesadaran kolektif mengemuka. Kabupaten Pati dianugerahi bentang alam yang luar biasa lengkap: bentangan hutan dan pegunungan, hamparan waduk-waduk, hingga perbukitan karst purba Pegunungan Kendeng di bagian selatan. Sayangnya, banyak dari potensi tersebut belum terkelola optimal atau minim publikasi yang berkelanjutan.
Eksplorasi Potensi Alam Pati
Sejak titik tolak tersebut, kegiatan bertualang bukan lagi sekadar rekreasi musiman. Setidaknya satu bulan sekali, para jurnalis ini rutin mengepak ransel carrier, kompor portabel, matras dan tenda, kemudian menyambangi sudut-sudut bumi Pati yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Beberapa titik yang telah mereka jajaki antara lain:
Gua Larangan dan Gua Pancur di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen
Gua berair sepanjang lebih dari 800 meter dengan kedalaman air mencapai satu meter itu tak hanya menyajikan keindahan formasi stalaktit dan stalagmit unik berwujud kuda maupun kendi, tetapi juga menjadi arena caving yang menantang bagi para pencinta alam.Pesona Poncodan Gembong dan Bukit Syahdu di Desa Sitiluhur
Menawarkan panorama bentang air yang menghadap langsung ke perairan Waduk Seloromo, serta birunya Waduk Gunungrowo dengan kerlap-kerlip lampu kota (city light) Pati dari ketinggian.Bukit Pengusen dan Camping Ground Alto Cafe/Lapangan Pancasila di Desa Wisata Jrahi
Berada di ketinggian 700 mdpl dan 500 mdpl masing-masing, memberikan pemandangan yang menakjubkan.
Upacara Kemerdekaan di Alam Terbuka
Salah satu manifestasi paling ikonik dari idealisme Journalist Adventure tampak saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Komunitas ini konsisten memilih menggelar upacara pengibaran bendera di medan-medan alam yang menantang sekaligus sarat nilai perjuangan. Contohnya adalah upacara di dalam lorong berair Gua Pancur, di mana para pewarta bersama warga desa tetap khidmat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta memberi penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih.
Pada momentum kemerdekaan lainnya, Journalist Adventure memboyong tiang bendera ke puncak perbukitan perkebunan kopi di Buba’an Hills, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong. Berlatar megahnya pegunungan dan deretan tenda dome, upacara digelar bersama para petani kopi lokal. Momentum ini dirancang khusus untuk merefleksikan arti kemerdekaan bagi masyarakat agraris.
Ekspedisi ke Luar Wilayah
Eksplorasi Journalist Adventure tidak hanya terbatas pada wilayah Pati. Mereka juga melintasi batas administratif wilayah demi memperkaya khazanah konservasi lingkungan dan ekowisata kawasan Muria Raya. Salah satu episode paling berkesan terjadi saat mereka menyambangi Kampoeng Kopi Camp di Desa Wisata Tempur, Kecamatan Keling, Jepara. Desa tersembunyi ini menyajikan pengalaman unik seperti “detoks digital” karena minimnya sinyal seluler, gemericik sungai berair jernih, serta keanekaragaman hayati yang masih terjaga sangat lestari.
Ketika berkemah di sana, rombongan Journalist Adventure mengalami perjumpaan magis dengan satwa langka seperti burung rangkong julang emas (Rhyticeros undulatus). Keunikan format kamping yang sarat edukasi ini kerap menarik minat rekan-rekan dari luar daerah hingga keluarga dan kerabat non-jurnalis untuk bergabung.
Kesimpulan
Hampir satu dekade berjalan sejak api unggun pertama dinyalakan di Hutan Pinus Pangonan, Journalist Adventure telah membuktikan bahwa jurnalisme advokasi pariwisata, lingkungan, dan ekonomi desa dapat dirawat secara konsisten tanpa kehilangan daya kritis. Komunitas ini telah menjelma menjadi jembatan penghubung yang menyambungkan keheningan alam desa dengan jutaan pembaca di luar sana. Bagi Hery Purwaka dan rekan-rekan sejawatnya di Journalist Adventure, langkah kaki mereka di jalan setapak perbukitan, pematang waduk, lorong-lorong gua kapur, maupun rimba belantara belum akan terhenti. Mereka akan terus berupaya mengabarkan kebaikan dan kelestarian dari bumi Pati dan sekitarnya.







