Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    PPK Dishub Jatim Akui Sulit Verifikasi SKP Penyedia Secara Nasional, Sebut Seluruh OPD Hadapi Kendala Serupa

    23 Juli 2026

    Protes Piala Soeratin 2026: Calon Peserta di Malang Keberatan Biaya Pendaftaran Rp3,25 Juta

    13 Juli 2026

    PWI Bulungan raih 22 medali, finis ketiga Porwada II Kaltara 2026

    12 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 24 Juli 2026
    Trending
    • PPK Dishub Jatim Akui Sulit Verifikasi SKP Penyedia Secara Nasional, Sebut Seluruh OPD Hadapi Kendala Serupa
    • Protes Piala Soeratin 2026: Calon Peserta di Malang Keberatan Biaya Pendaftaran Rp3,25 Juta
    • PWI Bulungan raih 22 medali, finis ketiga Porwada II Kaltara 2026
    • Daya Ledak Tinggi! Ini Alasan Madura United Incar Gali Freitas dari Persebaya Surabaya
    • Harga saham BACH melonjak di BEI, ARA siap bertahan jika naik ke level ini
    • Karina Ranau Memaafkan Terduga Pelaku, Tapi Minta Proses Hukum Berlanjut
    • Qari Kaltim Juara Dunia di Malaysia, Bukti Peningkatan Pesat Pembinaan Al-Qur’an
    • Orang yang Suka Sendirian Punya 6 Hobi yang Membuat Mereka Bahagia
    • Manfaat Kopi Pagi: Rekomendasi Tempat Nongkrong di Kendari
    • Tujuh Keunggulan VinFast VF MPV 7, Pilihan Mobil Listrik Keluarga Indonesia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Mikayla, Bocah 8 Tahun dari Jeriji, Hidupnya Bergantung pada Alat Pacu Jantung

    Mikayla, Bocah 8 Tahun dari Jeriji, Hidupnya Bergantung pada Alat Pacu Jantung

    adm_imradm_imr10 Februari 20265 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehidupan Mikayla yang Berjuang Melawan Penyakit Jantung

    Mikayla, seorang anak berusia 8 tahun, menghadapi perjalanan hidup yang penuh tantangan sejak lahir. Di usia yang masih sangat muda, ia divonis menderita penyakit jantung bawaan. Awalnya, gejala yang dialaminya hanya muntah berulang hingga tujuh kali dalam sehari. Keluarga awalnya mengira itu gangguan pencernaan biasa.

    Namun, saat warna muntahnya berubah menjadi biru dan tubuh serta bibirnya juga membiru, keluarga mulai panik. Mereka segera membawanya ke fasilitas kesehatan di Toboali. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, dokter mencurigai adanya kelainan jantung. Hasil ekokardiografi akhirnya mengungkap diagnosis Tetralogy of Fallot (TOF), yaitu kelainan jantung bawaan berupa jantung bocor disertai penyempitan pembuluh darah menuju paru-paru.

    Pada masa itu, Bangka Belitung belum memiliki dokter spesialis jantung anak. Keluarga harus merujuk ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita di Jakarta. Mikayla bahkan belum genap lima bulan ketika pertama kali dibawa ke ibu kota.

    Perjalanan Panjang Menuju Operasi

    Selama menunggu jadwal operasi, Mikayla hidup dalam pengawasan ketat. Bahkan tangis kecil saja bisa membuat bibir, lidah, dan jari-jarinya membiru akibat kekurangan oksigen. Tumbuh kembangnya terhambat, dan ia baru bisa berjalan mendekati usia dua tahun.

    Cobaan yang lebih berat datang ketika Mikayla tiba-tiba pingsan dan tak sadarkan diri hampir dua jam. Setelah berpindah beberapa rumah sakit di Bangka, dokter mencurigai adanya infeksi serius di otak. Ia dirujuk ke RSUP Mohammad Hoesin Palembang, dan hasil CT scan menunjukkan ada abses di otak. Operasi pengangkatan abses dilakukan setelah kondisi darahnya stabil.

    Setelah pemulihan yang memakan waktu hampir dua bulan, operasi jantung menjadi prioritas mutlak. Pada usia enam tahun, Mikayla kembali ke Jakarta melalui rujukan BPJS Kesehatan. Awal 2023, operasi jantung terbuka akhirnya dilakukan. Selama sembilan jam, dokter menutup kebocoran jantung sekaligus memperbaiki penyempitan pembuluh darahnya.

    Komplikasi Baru dan Solusi Medis

    Setelah operasi, muncul komplikasi baru: aritmia atau gangguan irama jantung. Meskipun diberi obat, kondisi Mikayla tidak membaik. Dokter akhirnya menyarankan pemasangan alat pacu jantung permanen (pacemaker/PPM). Prosedur ini dilakukan melalui kateterisasi kurang dari dua jam. Dokter memilih tipe single chamber, sesuai dengan usia dan kondisi jantung Mikayla.

    Biaya alat tersebut sekitar Rp85 juta, dan kembali ditanggung BPJS. Kini, setiap detak jantung Mikayla dibantu oleh alat kecil di dalam tubuhnya. Menurut ayahnya, Hendi, alat tersebut seperti baterai yang menyediakan energi untuk jantung.

    Kehidupan Sehari-hari Mikayla

    Pagi hari itu, Mikayla berangkat sekolah bersama ibunya dan adik kecilnya. Tas pink tergantung di punggungnya saat ia duduk di belakang motor, memegang bagian belakang jok dengan tubuh tegak. Ia tertawa sepanjang jalan, menunjukkan bahwa ia tetap ceria meski harus menggunakan alat medis.

    Hendi, ayahnya, mengatakan bahwa BPJS Kesehatan telah menjadi penolong besar bagi keluarga mereka. Semua biaya operasi, baik jantung maupun otak, serta pemasangan PPM, ditanggung sepenuhnya oleh program tersebut.

    Anggaran Terbesar untuk Penyakit Jantung

    Terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Apt. Aswalmi Gusmita, MSM., AAK, menjelaskan bahwa penyakit jantung kronis menjadi penyerap anggaran terbesar BPJS Kesehatan Bangka Belitung. Total biaya mencapai lebih dari Rp53 miliar, atau lebih dari setengah dari total dana Rp96,075 miliar yang dialokasikan untuk penyakit kronis pada tahun 2025.

    Dominasi biaya ini menegaskan bahwa penyakit jantung bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga tantangan finansial terbesar bagi program JKN di Bangka Belitung. Posisi kedua ditempati stroke dengan anggaran sekitar Rp14,9 miliar, diikuti kanker Rp14,4 miliar, sementara gagal ginjal dan thalassemia masing-masing menelan Rp5–6 miliar.

    Konsep Gotong Royong dalam Program JKN

    Aswalmi menjelaskan bahwa konsep gotong royong menjadi pilar utama program JKN. Pasien yang membutuhkan perawatan mahal tidak bisa membiayai sendiri. Dukungan masyarakat yang sehat melalui iuran memastikan layanan tetap tersedia bagi pasien yang membutuhkan, terutama pasien jantung kronis.

    Menurutnya, peserta yang sehat memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan program, karena iuran yang dibayarkan menjadi penopang bagi peserta yang sedang sakit dan membutuhkan biaya besar. Ia menegaskan bahwa narasi “saya tidak sakit jadi tidak perlu bayar iuran” atau “saya belum sakit jadi tidak perlu mendaftar” tidak tepat. JKN justru dibangun agar semua saling membantu. Yang sehat membantu yang sakit, dan ketika yang sehat itu sakit, sistem akan bekerja sebaliknya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Orang yang Suka Sendirian Punya 6 Hobi yang Membuat Mereka Bahagia

    By adm_imr12 Juli 20262 Views

    11 Tugas Harian Sederhana untuk Produktivitas dan Kehidupan Teratur

    By adm_imr12 Juli 20261 Views

    7 Penyebab Obesitas pada Ibu Hamil, Perhatikan Pola Makan!

    By adm_imr12 Juli 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    PPK Dishub Jatim Akui Sulit Verifikasi SKP Penyedia Secara Nasional, Sebut Seluruh OPD Hadapi Kendala Serupa

    23 Juli 2026

    Protes Piala Soeratin 2026: Calon Peserta di Malang Keberatan Biaya Pendaftaran Rp3,25 Juta

    13 Juli 2026

    PWI Bulungan raih 22 medali, finis ketiga Porwada II Kaltara 2026

    12 Juli 2026

    Daya Ledak Tinggi! Ini Alasan Madura United Incar Gali Freitas dari Persebaya Surabaya

    12 Juli 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?