Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Permohonan Maaf Terbuka

    19 Juni 2026

    Kisah pilu Ruben Onsu, perubahan mendadak putrinya di akhir 2025, kini rindu pada anaknya

    13 Juni 2026

    Operasi Patuh 2026 Siap Digelar Polrestabes Surabaya, Korlantas Umumkan Penundaan

    13 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 21 Juni 2026
    Trending
    • Permohonan Maaf Terbuka
    • Kisah pilu Ruben Onsu, perubahan mendadak putrinya di akhir 2025, kini rindu pada anaknya
    • Operasi Patuh 2026 Siap Digelar Polrestabes Surabaya, Korlantas Umumkan Penundaan
    • Mengapa Permen Diletakkan Dekat Kasir?
    • Pelanggaran yang Dicari Polisi dalam Operasi Patuh Semeru 2026 di Surabaya Tiba-Tiba Ditunda
    • Renungan Katolik: Kekayaan di Mata Allah, Senin 8 Juni 2026
    • 5 Alasan Orang Kelelahan Akibat Gangguan Tidur
    • Asal Usul Tengkleng: Dari Gembreng Jadi Masakan Khas Solo
    • Jaga Keamanan Saat Liburan: 5 Tips Solo Travel Pertama untuk Wanita
    • Harga dan Buyback Emas Pegadaian 8 Juni 2026: Galeri 24, Antam, UBS
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Pakistan Usulkan Kerangka Damai, Iran Menolak Tenggat Waktu

    Pakistan Usulkan Kerangka Damai, Iran Menolak Tenggat Waktu

    adm_imradm_imr9 April 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pakistan Menjadi Jembatan Perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat

    Pemimpin negara-negara yang terlibat dalam konflik AS-Israel versus Iran kini sedang mencari jalan keluar. Salah satu upaya terbaru datang dari Pakistan, yang mengajukan kerangka perdamaian kepada Iran dan Amerika Serikat (AS). Kerangka ini menawarkan kemungkinan gencatan senjata yang bisa segera berlaku, meskipun Iran masih mempertanyakan keinginan mereka untuk membuka Selat Hormuz hanya demi kesepakatan sementara.

    Kerangka Perdamaian dengan Pendekatan Dua Tahap

    Kerangka perdamaian yang diajukan oleh Pakistan menggunakan pendekatan dua tahap. Tahap pertama adalah gencatan senjata segera, diikuti oleh kesepakatan komprehensif. Sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan bahwa Pakistan menjadi satu-satunya saluran komunikasi dalam pembicaraan ini. Hasil kesepakatan awal akan dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) yang diselesaikan melalui Islamabad.

    Rencana tersebut mencakup komitmen Iran untuk melepaskan pengembangan senjata nuklir, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi ekonomi dan pencairan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri. Jika kesepakatan tercapai, salah satu dampak langsungnya adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang selama ini menjadi titik tekanan utama dalam konflik ini.

    Namun, Iran tidak serta-merta menyambut tawaran itu. Seorang pejabat senior Iran menegaskan, Tehran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hanya demi gencatan senjata sementara, dan memandang Washington belum menunjukkan kesiapan untuk gencatan senjata permanen.

    Pakistan Posisikan Dirinya sebagai Jembatan Komunikasi

    Di tengah kebuntuan diplomatik yang telah berlangsung berminggu-minggu, Pakistan memosisikan diri sebagai satu-satunya jembatan komunikasi antara Tehran dan Washington. Peran ini bukan sekadar simbolis, seluruh proses negosiasi disebut hanya mengalir melalui satu jalur ini.

    Sumber tersebut menekankan urgensi situasi. “Semua elemen harus disepakati hari ini,” kata sumber tersebut, seraya menjelaskan jika kesepakatan awal akan dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman yang diselesaikan melalui Pakistan.

    Namun Kementerian Luar Negeri Pakistan memilih untuk tidak mengkonfirmasi maupun membantah laporan tersebut. Juru bicara Kemenlu Pakistan Tahir Andrabi merespons pertanyaan Al Jazeera dengan hati-hati. “Ada beberapa laporan tentang tawaran gencatan senjata 45 hari, atau pertukaran 15 poin,” ujarnya.

    “Kami tidak mengomentari insiden-insiden individual dan spesifik ini. Poin kami adalah bahwa proses perdamaian sedang berlangsung,” lanjutnya.

    Pernyataan Andrabi yang tidak mengiyakan maupun menolak justru memperkuat sinyal bahwa ada sesuatu yang sedang berjalan di balik layar, sesuatu yang Pakistan pilih untuk dijaga kerahasiaannya demi menjaga kelangsungan proses itu sendiri.

    Selat Hormuz Bukan untuk Dijual Murah

    Sejak awal konflik, Iran menutup Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Penutupan ini telah memicu lonjakan harga energi global dan menjadi salah satu tekanan terbesar yang mendorong dunia internasional mendesak adanya gencatan senjata.

    Iran tampaknya sangat sadar posisi ini. Seorang pejabat senior Iran secara tegas menyampaikan Tehran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas gencatan senjata yang bersifat sementara. Pembukaan Selat Hormuz hanya akan menjadi bagian dari kesepakatan yang permanen dan menyeluruh, bukan sekadar jeda tembak.

    Pejabat tersebut juga mengonfirmasi Iran memang telah menerima proposal Pakistan dan sedang mengkajinya. Namun sekaligus menegaskan sikap Tehran yang tidak mau dipaksa terburu-buru. “Tehran tidak menerima tekanan untuk menerima tenggat waktu dan mengambil keputusan,” demikian penegasan pejabat Iran tersebut.

    Sikap ini mencerminkan kalkulasi Tehran yang lebih besar: meski infrastruktur militer Iran disebut telah mengalami kerusakan signifikan, Iran masih memegang kartu strategis yang sangat berharga dan mereka tidak akan menukarnya dengan murah.

    Antara Harapan dan Jalan Panjang Menuju Damai

    Kerangka yang diajukan Pakistan memuat dua hal besar yang selama ini menjadi inti konflik, isu nuklir Iran dan sanksi ekonomi. Iran diminta berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, sementara AS diharapkan mencabut sanksi dan mencairkan aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

    Ini bukan isu yang bisa diselesaikan dalam satu malam. Negosiasi nuklir Iran dan Barat telah berlangsung selama bertahun-tahun dengan berbagai putaran, kebuntuan, dan kemunduran. Memasukkannya dalam satu paket gencatan senjata — dengan tenggat “hari ini” — adalah ambisi yang sangat besar.

    Di sisi lain, tekanan untuk segera mencapai kesepakatan juga nyata. Konflik yang kini telah berjalan lebih dari sebulan ini telah menelan ribuan korban jiwa, mengguncang pasar energi global, dan menyeret beberapa negara lain ke dalam lingkaran permusuhan.

    Apakah kerangka Pakistan cukup untuk menjembatani semua itu, masih belum bisa dipastikan. Yang jelas, hari ini menjadi salah satu hari paling krusial dalam konflik yang telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah ini.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    5 Kekacauan Internasional: Pembunuhan WNI di Hokkaido dan Demo di Korea Selatan

    By adm_imr13 Juni 20261 Views

    Iran Serang Israel dengan Rudal, Serangan Beirut Dianggap Melebihi Batas

    By adm_imr13 Juni 20261 Views

    100 Hari Perang AS-Iran: Dekat Damai, Tapi Selalu Gagal di Detik Akhir

    By adm_imr13 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Permohonan Maaf Terbuka

    19 Juni 2026

    Kisah pilu Ruben Onsu, perubahan mendadak putrinya di akhir 2025, kini rindu pada anaknya

    13 Juni 2026

    Operasi Patuh 2026 Siap Digelar Polrestabes Surabaya, Korlantas Umumkan Penundaan

    13 Juni 2026

    Mengapa Permen Diletakkan Dekat Kasir?

    13 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?