Komitmen PBSI Kota Sorong dalam Mengembangkan Atlet Bulu Tangkis di Papua Barat Daya
Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Sorong, La Ode Samsir, menunjukkan komitmennya yang kuat untuk mengembangkan potensi atlet bulu tangkis di wilayah Papua Barat Daya. Hal ini dilakukan melalui berbagai inisiatif, salah satunya adalah penyelenggaraan turnamen Sorong Open 2026.
Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencari bibit-bibit atlet muda yang berpotensi mengharumkan nama Papua di tingkat nasional. Dalam acara pembukaan Sorong Open 2026 yang digelar di GOR Gala Raya, Kota Sorong, La Ode menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan akses latihan gratis bagi anak-anak berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi.
Akses Latihan Gratis untuk Anak-Anak Berprestasi
La Ode menjelaskan bahwa biaya untuk menekuni olahraga bulu tangkis secara serius tidak sedikit. Oleh karena itu, PBSI Kota Sorong memberikan kesempatan kepada anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi untuk tetap mendapatkan akses latihan. Ia menegaskan bahwa bagi yang mampu, mereka bisa membayar, tetapi bagi yang tidak mampu, kesempatan untuk berlatih secara gratis akan diberikan.
“Badminton ini kita tahu cukup mahal. Jadi bagi anak-anak yang ingin berprestasi, kami menyediakan wadah, salah satunya GOR ini. Bagi yang mampu, bisa membayar, tetapi bagi yang tidak mampu kami berikan kesempatan untuk berlatih secara gratis,” ujarnya.
Mencari Bibit-Bibit Atlet Muda
Turnamen Sorong Open 2026 juga bertujuan untuk mencari bibit-bibit atlet muda yang berpotensi. La Ode berharap ajang ini dapat melahirkan generasi baru yang mampu meneruskan prestasi atlet-atlet sebelumnya. Ia menilai bahwa dari hasil sejumlah kejuaraan yang digelar pada 2024 dan 2025, PBSI Kota Sorong telah melihat munculnya atlet muda yang mampu menorehkan prestasi hingga tingkat nasional.
Menurutnya, salah satu atlet binaan dari Kota Sorong bahkan telah mencapai peringkat teratas secara nasional di kelompoknya. “Dari hasil kejuaraan-kejuaraan tahun 2024 dan 2025, kita sudah melahirkan satu anak yang insyaallah akan menjadi kebanggaan Tanah Papua. Hari ini, secara peringkat nasional, adik kita sudah menjadi peringkat nomor satu secara nasional dan lahir dari Kota Sorong,” katanya.
Dukungan Pemerintah dan KONI
Untuk memperkuat pembinaan atlet, La Ode meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, KONI Papua Barat Daya maupun KONI Kota Sorong. Menurutnya, dukungan tersebut penting agar pembinaan olahraga bulu tangkis di Tanah Papua dapat berjalan secara berkelanjutan dan mampu melahirkan atlet yang siap bersaing pada berbagai ajang, termasuk Pekan Olahraga Pelajar maupun kompetisi olahraga tingkat nasional.
“Kami mohon dukungan pemerintah, KONI Papua Barat Daya dan KONI Kota Sorong untuk bersama-sama membangun olahraga di Tanah Papua agar siap berkompetisi di berbagai ajang,” katanya.
Harapan untuk Masa Depan
La Ode juga berharap pada 2027 mendatang akan ada atlet muda asal Kota Sorong yang berhasil bergabung dengan klub-klub besar dan semakin mengharumkan nama Papua. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi bagi PBSI Kota Sorong untuk terus mencari dan membina atlet-atlet muda baru melalui Sorong Open 2026.
“Untuk Sorong Open 2026 ini kami kembali mencari generasi baru, penerus baru. Harapannya akan lahir atlet-atlet baru dari Kota Sorong dan Tanah Papua yang mampu membawa nama Papua di kancah nasional,” ujarnya.
Apresiasi kepada Semua Pihak
Selain itu, La Ode menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Sorong Open 2026 dalam memperebutkan Piala H. Hartono (Songkok Hijau) dapat terlaksana. Ia berharap dukungan dari orang tua atlet, pengurus, pemerintah dan seluruh pecinta bulu tangkis terus mengalir agar pembinaan atlet muda di Kota Sorong dapat berkembang dan menghasilkan prestasi yang membanggakan Papua Barat Daya.







