Pengumuman Peserta Seleksi Terbuka (Selter) Calon Pejabat Eselon II Kabupaten Malang
Pengumuman peserta yang akan mengikuti Seleksi Terbuka (Selter) calon pejabat eselon II Kabupaten Malang telah diumumkan pada hari Kamis (12/2/2026) siang. Hasil seleksi ini menimbulkan banyak kejanggalan dan pro-kontra di kalangan masyarakat, terutama para pejabat eselon III.
Dari total 25 pelamar yang mendaftar, sebanyak 14 orang dinyatakan lolos, sedangkan 11 orang dinyatakan gugur. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, menjelaskan bahwa dari tiga dinas yang dibuka dalam Selter, jumlah pelamar mencapai 25 orang.
Berikut rinciannya:
* Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag): 9 pelamar
* Satpol PP: 6 pelamar
* Dinas Lingkungan Hidup (DLH): 10 pelamar
Setelah panitia Selter bersidang pada Rabu (11/2/2026) sore kemarin, hasilnya ditetapkan. Yakni, 14 pendaftar dinyatakan lolos, sedangkan 11 orang gugur. Nurman menyatakan bahwa hasil ini didasarkan pada seleksi administrasi dan penelusuran rekam jejak pelamar.
Namun, ada dugaan kuat bahwa proses seleksi ini tidak sepenuhnya objektif. Banyak yang menduga bahwa 11 pelamar yang gugur sengaja digugurkan karena jumlah pendaftar sudah memenuhi kuota. Setiap dinas diikuti antara 4 hingga 5 peserta, sehingga total peserta menjadi 14 atau bahkan hanya 9 orang jika satu peserta mendaftar di dua dinas.
Beberapa hal yang memicu ketidakpuasan adalah:
* Dua peserta asal Sumatera Utara yang melamar di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tiba-tiba tidak muncul dalam daftar.
* Sejumlah peserta yang lolos ternyata merupakan wajah lama dari Pemkab Malang, seperti Camat, Kepala Bidang (Kabid), dan Sekretaris Dinas (Sekdin).
Dugaan Settingan dalam Proses Seleksi
Menurut informasi yang beredar, 14 peserta yang lolos merupakan hasil dari sebuah settingan. Hal ini dilakukan agar jumlah peserta yang lolos sesuai dengan kuota yang ditentukan. Beberapa pejabat eselon III mengungkapkan bahwa mereka sudah mengetahui siapa saja yang akan lolos sejak awal.
Ahmad Kusairi, koordinator LSM Pro Desa, menyatakan bahwa semua orang di lingkungan Pemkab Malang bisa menebak siapa yang akan lolos. Menurutnya, peserta lainnya hanya menjadi pelengkap dan pengembira.
Contohnya, di Satpol PP, lima peserta mendaftar, empat di antaranya adalah Camat. Mereka bertarung untuk melawan Dr Drs Teddi Setiawan MAP, Sekdin Satpol PP. Meskipun peserta tersebut lulusan STPDN, masyarakat dapat menebak siapa yang akan unggul.
Di Disperindag, lima peserta mendaftar. Menurut Kusairi, semua orang di Pemkab Malang sangat yakin bahwa yang akan lolos adalah Astri Lutfiatunnisa, Sekdin Disperindag yang saat ini merangkap jadi Plt Kadisperindag. Sementara J Dwijo, Sekdin Cipta Karya, dan Indra Gunawan, Camat Pujon, diperkirakan hanya menjadi pengembira.
Tanggapan dari LSM dan Anggota Dewan
Berdasarkan informasi yang diterima, LSM Pro Desa merasa bahwa proses seleksi ini tidak transparan. Ahmad Kusairi mengatakan bahwa mereka memiliki firasat bahwa Selter nanti akan ramai. Namun, ia juga menyebut bahwa anggota dewan dari PKB, Abdullah Satar, telah memberikan peringatan agar proses seleksi dilakukan secara transparan.
Sayangnya, peringatan tersebut tampaknya tidak dihiraukan oleh panitia Selter. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa proses seleksi tidak benar-benar adil dan objektif.







