Kecelakaan di Tambak Putat Lor, Seorang Pemancing Tenggelam
Seorang pemancing berusia 43 tahun, bernama Subandi, tenggelam di tambak Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, pada hari Kamis (20/8/2026) siang. Kejadian tersebut terjadi setelah korban mencoba mengambil alat pancing yang terbawa arus ke tengah tambak. Setelah dilakukan pencarian selama sekitar enam jam, jasad korban akhirnya ditemukan pada pukul 17.43 WIB.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Sukardi, menyampaikan bahwa tim gabungan melakukan penyisiran di lokasi kejadian menggunakan berbagai metode pencarian. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke tepi tambak.
Subandi diketahui merupakan warga Dusun Krajan, Menganti RT 20 RW 06, yang berada di sebelah timur Gang Masjid. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos berkerah warna cokelat-putih dan celana panjang hitam.
Alat Pancing Terbawa Arus
Peristiwa bermula saat Subandi sedang memancing di tambak milik H. Qomari bersama seorang temannya sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, alat pancing korban terlepas dan terbawa arus menuju tengah tambak. Saksi yang ada di lokasi sempat memberi peringatan agar korban tidak langsung mengambil alat tersebut.
Saksi menyarankan agar korban menunggu hingga alat pancing mendekati tepian agar lebih mudah diambil. Namun, saat itu saksi hendak melaksanakan salat Zuhur. Meski demikian, korban tetap memutuskan untuk mengambil alat pancing yang terbawa arus. Diduga korban mengalami kelelahan atau kram, sehingga kehilangan kendali dan tenggelam.
Padahal, korban diketahui bisa berenang. Saat melaksanakan salat Zuhur, saksi mendengar teriakan korban meminta pertolongan. Saksi kemudian membatalkan salat dan segera bergegas ke lokasi kejadian. Namun, ketika sampai di lokasi, korban sudah tenggelam dan tidak terlihat di permukaan air.
Jasad Ditemukan Setelah Pencarian dan Penyelaman
Petugas gabungan dari Polsek Menganti, TNI, dan BPBD Gresik segera melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Tim menggunakan perahu karet untuk menyisir area tambak tempat korban diduga tenggelam. Sekitar pukul 16.00 WIB, pencarian dilanjutkan dengan penyelaman oleh personel TNI AL.
Upaya pencarian tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.43 WIB, jasad Subandi ditemukan dan langsung dievakuasi ke tepi tambak. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan proses autopsi.
Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman menyampaikan bahwa respons cepat personel kepolisian bersama tim gabungan merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama ketika terjadi situasi darurat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan ketika beraktivitas di sekitar perairan.
Area tambak dengan kedalaman cukup tinggi memiliki risiko yang harus diwaspadai. Apabila terjadi kejadian atau situasi darurat di lingkungan sekitar, masyarakat diminta segera melaporkan ke Polsek terdekat, memanfaatkan layanan bebas pulsa Call Center 110, atau melalui hotline Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006 agar dapat segera ditindaklanjuti.






