Kebakaran di Perum Taman Weru Permai, Cirebon
Sebuah kejadian tak terduga menimpa seorang warga di Perum Taman Weru Permai, Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Niat untuk mengikuti pengajian di musala berubah menjadi petaka setelah rumah pemiliknya tiba-tiba terbakar.
Kebakaran terjadi pada Minggu (2/8/2026) sore. Menurut laporan awal, pemilik rumah diduga lupa mencabut colokan televisi saat listrik padam. Ketika aliran listrik kembali menyala, diperkirakan terjadi korsleting listrik yang memicu munculnya api. Akibatnya, rumah yang berada di Blok E.5 No.01, RT 002/RW 007, langsung dilalap si jago merah.
Laporan kebakaran diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon sekitar pukul 15.03 WIB. Petugas dari Sektor Weru segera bertolak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 15.12 WIB. Saat tiba, kobaran api sudah cukup besar hingga menghanguskan sebagian besar bangunan rumah.
Kabid Kedaruratan DPKP Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana, menjelaskan bahwa kondisi api yang besar membuat petugas harus meminta bantuan armada dari Sektor Sumber agar pasokan air tetap tersedia selama proses pemadaman. “Setibanya di lokasi, api masih menyala besar sehingga anggota langsung melakukan gelar selang dan pemadaman. Karena situasi api masih besar, Sektor Weru meminta bantuan Sektor Sumber untuk mengantisipasi stok air dalam melakukan pemadaman,” ujar Eno dalam keterangan tertulisnya.
Petugas akhirnya berhasil memadamkan kobaran api sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah itu, proses pendinginan terus dilakukan hingga pukul 16.29 WIB untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada colokan televisi. Saat kejadian, televisi dalam kondisi menyala, kemudian listrik mendadak padam. Pemilik rumah lalu pergi menghadiri pengajian di musala dan lupa mencabut colokan listrik. Ketika aliran listrik kembali normal, diduga terjadi hubungan arus pendek yang memicu munculnya api.
Saat pemilik pulang ke rumah, kobaran api sudah membesar dan merambat ke plafon hingga ruangan lainnya. Berbagai barang elektronik dan perabot rumah tangga hangus terbakar. Di antaranya adalah televisi, kipas angin, kulkas, kompor gas, mesin cuci, lemari pakaian, dokumen-dokumen penting, serta perlengkapan rumah tangga lainnya.
Luas bangunan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 80 meter persegi dari total luas bangunan sekitar 148 meter persegi. Sementara sekitar 68 meter persegi bangunan masih berhasil diselamatkan.
Meski kerugian materi dipastikan cukup besar, hingga kini nominal kerugian masih dalam proses pendataan oleh petugas. Eno memastikan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Proses pemadaman juga sempat terkendala kondisi lalu lintas menuju lokasi yang cukup padat. “Korban jiwa dan luka nihil. Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik pada colokan televisi setelah aliran listrik kembali menyala usai terjadi pemadaman listrik,” jelas dia.
Dari video yang direkam petugas di lokasi, terlihat dua personel Damkar Kabupaten Cirebon mengenakan helm merah dan jaket kuning bertuliskan ‘Damkar Kab. Cirebon’ berjibaku menyemprotkan air bertekanan tinggi ke puing-puing rumah yang masih mengeluarkan kepulan asap putih tebal.
Salah seorang petugas tampak mengarahkan rekannya dengan menunjuk bagian atap yang masih mengeluarkan asap agar titik api benar-benar padam. Dalam rekaman itu juga terdengar laporan petugas yang memastikan situasi mulai terkendali.
“Izin Komandan, api sudah dapat dipadamkan, sekarang lagi melakukan pendinginan,” ucap seorang petugas melalui radio komunikasi di lokasi.
Penanganan kebakaran melibatkan personel DPKP Sektor Weru dan Sektor Sumber, Babinsa Koramil Weru, Bhabinkamtibmas Polsek Weru, perangkat Desa Weru Kidul, serta warga sekitar. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, lokasi dinyatakan aman dan seluruh personel kembali ke pos masing-masing untuk bersiaga.







