Rukyatul Hilal untuk Menentukan Awal Puasa Ramadhan 2026 di Kabupaten Malang
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan melaksanakan rukyatul hilal untuk menentukan awal puasa Ramadhan 2026. Kegiatan ini rencananya akan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2025. Rukyatul hilal merupakan proses pengamatan bulan sabit setelah matahari terbenam untuk menentukan awal bulan Ramadan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, seperti dari unsur Kementerian Agama Kabupaten Malang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malang, tokoh agama, serta civitas akademisi. Kepala BMKG Stasiun Geofisikan Kelas III Malang, Mamuri, menjelaskan bahwa kegiatan akan dilaksanakan di Command Center lantai 9 Kantor Bupati Malang.
Mamuri menyebutkan bahwa pengamatan hilal hanya dilakukan di satu titik saja, yaitu di Kantor Bupati yang berada di Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Pengamatan dimulai pada pukul 16.00 WIB, dan hasil pemantauan baru bisa disampaikan setelah matahari terbenam.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malang, Sahid, membenarkan pelaksanaan rukyatul hilal besok, Selasa (17/2/2026). Ia menegaskan bahwa kegiatan ini akan berlangsung di lantai 9 gedung Pemkab di Kepanjen.
Kemenag Kota Batu Tidak Melaksanakan Rukyatul Hilal Secara Terpisah
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu dipastikan tidak menggelar rukyatul hilal secara terpisah untuk penentuan 1 Ramadhan 1447 H di wilayah Kota Batu. Kepala Kantor Kemenag Kota Batu, Moh Zainal Arifin, menjelaskan bahwa pelaksanaan rukyatul hilal di wilayah Malang Raya akan dipusatkan di Gedung Pemkab Malang yang ada di Kepanjen pada Selasa (17/2/2026).
Ia menyatakan bahwa Kemenag Kota Batu akan bergabung dengan Kabupaten Malang dan Kota Malang dalam kegiatan tersebut. Nantinya, saat rukyatul hilal penentuan 1 Ramadhan 1447 H, Kemenag Malang Raya ini akan melakukan pengamatan dalam satu titik.
Berdasarkan instruksi dari Kementerian Agama secara nasional, pemantauan hilal awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di 96 titik di seluruh Indonesia akan digelar besok di hari yang sama. Hasil dari rukyatul hilal ini akan dibahas dalam sidang isbat yang digelar di Kantor Kementerian Agama Jakarta.
Data Posisi Hilal Saat Matahari Terbenam
Berdasarkan data yang dirilis melalui laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk. Ketinggian hilal berkisar antara minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga minus 0 derajat 58 menit 47 detik, dengan sudut elongasi antara 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik.
Ini mengacu pada kriteria visibilitas hilal yang digunakan, termasuk standar MABIMS, sehingga secara teoritis hilal belum memenuhi syarat untuk dapat terlihat.
Penetapan Awal Ramadan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab yang digunakan Muhammadiyah.
Dari total 96 titik nasional, sebanyak 21 lokasi pengamatan berada di wilayah Jawa Timur. Lokasi-lokasi ini dipilih dengan mempertimbangkan letak geografis, ketinggian, serta aksesibilitas, mulai dari observatorium, menara masjid, hingga kawasan pesisir.
Pengamatan dilakukan oleh jajaran Kanwil dan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam, dan instansi teknis terkait.






