Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo Subianto untuk Warga Blitar
Sutrisno (58), seorang warga Jl Manggar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, tampak bahagia setelah menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di halaman Kantor Wali Kota Blitar pada Jumat (6/3/2026) sore. Sutrisno adalah salah satu dari 200 warga yang menerima bantuan ini.
“Saya sangat senang mendapatkan bantuan becak listrik. Sekarang tidak perlu lagi mengayuh seperti dulu. Kondisi becak juga lebih kuat dan bisa menampung penumpang lebih banyak,” ujarnya dengan rasa syukur.
Bantuan becak listrik ini merupakan bagian dari kepedulian Presiden Prabowo terhadap para tukang becak, khususnya yang berusia lanjut. Dalam program ini, Presiden memberikan 200 unit becak listrik kepada para tukang becak usia di atas 55 tahun di Kota Blitar.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin bersama Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba. Acara tersebut juga dihadiri Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha di Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, yang bertindak sebagai penyalur bantuan.
Keberlanjutan Program untuk Masyarakat
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin, menjelaskan bahwa bantuan becak listrik ini merupakan sumbangan pribadi Presiden Prabowo. Ia menekankan bahwa Presiden sering menyampaikan kepeduliannya terhadap rakyat kecil dan ingin memberdayakan mereka.
“Presiden Prabowo selalu mengatakan bahwa rakyat kecil harus diberdayakan. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para tukang becak,” kata Mas Ibin.
Selain bantuan becak listrik, Presiden Prabowo juga telah membangun Sekolah Rakyat di Kota Blitar. Sekolah ini menjadi bagian dari program untuk memutus rantai kemiskinan dengan menyediakan pendidikan gratis bagi masyarakat.
Di bidang kesehatan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat di Kota Blitar sudah mencapai 70 persen, atau sekitar 40.000 penerima manfaat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.
Potensi Peningkatan Ekonomi dan Wisata
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha di YGSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, menyampaikan bahwa jumlah bantuan becak listrik yang diberikan kepada Kota Blitar cukup besar dibandingkan daerah lain. Kota Blitar menerima 200 unit becak listrik, sementara daerah lain hanya menerima sekitar 50 unit.
“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan membuka peluang baru dalam pengembangan pariwisata di Kota Blitar,” ujar Firman.
Bantuan becak listrik ini juga memiliki potensi untuk mempercepat transportasi wisata di kota ini. Dengan kendaraan yang ramah lingkungan dan efisien, para tukang becak dapat lebih mudah mengakses destinasi wisata dan menarik lebih banyak pengunjung.
Harapan Masa Depan
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para tukang becak di Kota Blitar dapat merasakan peningkatan kualitas hidup. Selain itu, program ini juga menjadi contoh nyata dari kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang kurang mampu.
Sutrisno dan rekan-rekannya berharap bantuan ini bisa menjadi awal dari perubahan positif. Mereka berkomitmen untuk menggunakan becak listrik dengan baik dan memberikan layanan yang maksimal kepada penumpang.
Dengan dukungan dari pemerintah dan komunitas, harapan besar ditempatkan pada masa depan para tukang becak di Kota Blitar. Semoga bantuan ini bisa menjadi langkah awal menuju kesejahteraan yang lebih baik.







