Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Iran Tidak Setuju Jeda Perang, Desak AS Penuhi 4 Tuntutan atau Konflik Berlanjut

    24 Agustus 2026

    Timnas Vietnam Lolos Final AFF 2026, Dapat Bonus Rp 3,25 Miliar

    24 Agustus 2026

    DPRD Surabaya Dukung Pembangunan Hunian Terjangkau untuk Warga

    24 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 24 Agustus 2026
    Trending
    • Iran Tidak Setuju Jeda Perang, Desak AS Penuhi 4 Tuntutan atau Konflik Berlanjut
    • Timnas Vietnam Lolos Final AFF 2026, Dapat Bonus Rp 3,25 Miliar
    • DPRD Surabaya Dukung Pembangunan Hunian Terjangkau untuk Warga
    • Direktur Pegadaian Jadi Ketua Asosiasi Pasar Emas Indonesia
    • Pesan Terakhir Dhea Sebelum Tewas Dibegal di Kertapati, Ayah Ungkap Firasat Mengerikan
    • Kanwil Kemenkum Sumut Selaraskan 4 Ranperwal Tebingtinggi, Tingkatkan Mutu Hukum Daerah
    • Garuda Indonesia Travel Fair Segera Hadir, Tiket Diskon 390 Ribu!
    • Keluhan Pemilik Ioniq 5 Viral, Ini Komentar Praktisi PR yang Juga Pengguna Hyundai
    • Tidak Pernah Punya Teman di Paddock, Pedro Acosta Berharap Bekerja Sama dengan Marquez di Ducati
    • Panglima Iran: Bantu AS Berarti Berperang
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Otomotif»Penggagas Mobil Listrik Nasional yang Terlupakan dan Dipenjara

    Penggagas Mobil Listrik Nasional yang Terlupakan dan Dipenjara

    adm_imradm_imr9 Maret 202616 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sosok yang Hampir Terlupakan: Dasep Ahmadi, Penggagas Mobil Listrik Nasional

    Di balik perkembangan mobil listrik nasional yang semakin pesat saat ini, ada sosok yang hampir terlupakan. Ia adalah Dasep Ahmadi, seorang lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menjadi penggagas mobil listrik pertama di Indonesia. Sayangnya, kisah hidupnya justru berakhir dengan penjara, mengingatkan kita akan tantangan dan risiko dalam inovasi.

    Dasep Ahmadi dikenal sebagai seorang pengusaha yang memiliki visi besar untuk memproduksi mobil listrik buatan dalam negeri. Pada tahun 2013, ia mencoba menginisiasi proyek mobil listrik yang diharapkan bisa menjadi momentum kebangkitan kembali mobil nasional yang sempat vakum selama beberapa tahun.

    Salah satu karya yang pernah dipamerkan oleh Dasep adalah mobil listrik bernama Evina, singkatan dari Electric Vehicle Indonesia. Mobil ini diproduksi oleh PT SAP, yang dipimpin oleh Dasep. Evina merupakan mobil listrik berukuran kompak yang mampu menampung lima penumpang. Dilengkapi motor listrik 20 kWh dengan sumber daya dari baterai lithium-ion yang diimpor dari Amerika Serikat, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 130 kilometer dalam sekali pengisian daya selama 4-5 jam.

    Harga mobil listrik Evina saat itu berkisar antara Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. Biaya konsumsi listrik mobil ini juga relatif rendah, hanya sekitar Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per bulan, jauh lebih murah dibandingkan mobil konvensional yang membutuhkan biaya operasional sebesar Rp 300.000 hingga Rp 400.000 per bulan.

    Pada masa itu, PT Nipress Tbk juga menyatakan kesiapannya untuk memproduksi baterai jenis Lithium Ferro Phosphate yang rencananya digunakan untuk mobil listrik nasional. Namun, alih-alih melanjutkan mimpi besar tersebut, Dasep justru harus menjalani proses hukum yang akhirnya membuatnya dipenjara.

    Perkara mobil listrik yang menyeret Dasep bermula pada April 2013, ketika Kementerian BUMN meminta sejumlah perusahaan pelat merah menjadi sponsor pengadaan 16 unit mobil listrik. Kendaraan tersebut direncanakan untuk mendukung operasional Konferensi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Bali pada Oktober 2013.

    Tiga BUMN yang terlibat adalah PT BRI (Persero) Tbk, PT PGN, dan PT Pertamina (Persero). Ketiganya menggelontorkan dana sekitar Rp 32 miliar untuk pengadaan mobil listrik melalui PT Sarimas Ahmadi Pratama.

    Namun, mobil listrik yang telah dipesan tidak dapat digunakan karena dinilai tidak sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Kejaksaan Agung menyebut mobil listrik rakitan PT Sarimas Ahmadi Pratama tidak memenuhi standar kelayakan sebagai kendaraan penumpang. Beberapa komponen dinilai tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

    Akibatnya, mobil-mobil tersebut tidak memiliki Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) maupun Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Uji kincup roda depan juga tercatat 7 milimeter per meter, melebihi batas toleransi yang ditentukan.

    Selain itu, penyidik Kejaksaan menilai mobil listrik garapan Dasep bukan kendaraan baru, melainkan menyerupai Toyota Alphard berbahan bakar premium yang kemudian dimodifikasi menjadi bertenaga listrik. Mobil tersebut juga disebut tidak mengantongi rekomendasi dari Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).

    Atas pertimbangan tersebut, hakim menyatakan Dasep terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

    Meski dinyatakan setuju, Dasep menolak keputusan hakim dan menyatakan akan menyetujui banding. Ia menilai pengembangan mobil listrik merupakan aset penting yang diprediksi didorong pemerintah agar berkembang lebih luas. Menurutnya, kekurangan dalam sebuah penelitian adalah hal yang lumrah.

    Hukuman Dasep Ahmadi kemudian diperberat oleh majelis kasasi pada 7 November 2016 menjadi 9 tahun penjara. Namun, setelah melakukan peninjauan kembali (PK), putusan PK kedua pada Selasa (2/8/22) mengabulkan permohonannya. Majelis menjatuhkan vonis 7 tahun penjara serta denda Rp 200 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar akan diganti kurungan selama 3 bulan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Tidak Pernah Punya Teman di Paddock, Pedro Acosta Berharap Bekerja Sama dengan Marquez di Ducati

    By adm_imr24 Agustus 20261 Views

    Throttle Land 2026 Siap Digelar, Hadiah dan Diskon Mengalir untuk Pecinta Motor

    By adm_imr24 Agustus 20260 Views

    Puluhan Merek Kendaraan Meriahkan GIIAS Surabaya 2026, Ini Harga Tiketnya

    By adm_imr23 Agustus 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Iran Tidak Setuju Jeda Perang, Desak AS Penuhi 4 Tuntutan atau Konflik Berlanjut

    24 Agustus 2026

    Timnas Vietnam Lolos Final AFF 2026, Dapat Bonus Rp 3,25 Miliar

    24 Agustus 2026

    DPRD Surabaya Dukung Pembangunan Hunian Terjangkau untuk Warga

    24 Agustus 2026

    Direktur Pegadaian Jadi Ketua Asosiasi Pasar Emas Indonesia

    24 Agustus 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?