Kehilangan yang Menyedihkan: Lula Lahfah Meninggal Dunia di Kamar Apartemen
Lula Lahfah, seorang influencer yang dikenal oleh banyak orang, meninggal dunia dalam kamar apartemennya pada 23 Januari 2026. Kepergiannya menimbulkan rasa sedih yang mendalam bagi keluarga dan kerabat dekatnya, termasuk Reza Arap yang sangat berduka.
Peristiwa Kematian Lula Lahfah
Pada hari Jumat, 23 Januari 2026, pukul 18.44 WIB, Lula ditemukan meninggal dunia dalam kamar apartemen miliknya di Jakarta Selatan. Awalnya, kecurigaan muncul dari asisten rumah tangga (ART) Asiah yang merasa janggal saat memanggil Lula. Ia memanggil beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban. Akhirnya, Asiah meminta bantuan manajemen apartemen untuk membuka pintu kamar Lula.
Saat kamar dibuka, Lula ditemukan terlentang di atas kasur dengan selimut menutupi tubuhnya. Mulutnya terbuka, dan bibirnya tampak kebiruan. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI (Rumah Sakit Pondok Indah).
Pemakaman Lula Lahfah
Lula Lahfah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Rawa Terate, Jakarta Timur, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Proses pemakaman berlangsung dengan penuh kesedihan. Tangis Reza dan Tatu pecah selama proses pemakaman berlangsung.
Reza Arap, yang merupakan kekasih Lula sejak Juli 2025, terus memanggil Lula sambil berlutut. “Sayang, sayang,” katanya. Sementara itu, ibu Lula, Tatu Yulyanah, duduk di kursi plastik hijau sambil didampingi oleh sejumlah orang. Setelah pemakaman selesai, Reza sempat mendatangi Tatu dan menggenggam tangannya.
Tatu Yulyanah berusaha menjaga ketenangan dan berkata, “Kita coba ikhlas buat Lula yah.” Reza Arap mencoba memberikan dukungan dengan senyum, meskipun masih terlihat sedih. Ia juga menyampaikan pesan agar Tatu tidak lupa makan.
Tanggapan Reza Arap
Saat diwawancara, Reza Arap tampak belum mampu memberikan penjelasan lebih lanjut tentang penyebab kematian Lula. Ia hanya mengatakan, “Doanya bukan buat saya, buat keluarga. Bingung mau ngomong apa, saya masih proses semuanya.”
Ia juga mengangguk ketika ditanya perihal perasaan kehilangan terbesar dalam hidupnya dan tidak menyangka bahwa Lula akan pergi selamanya.
Penyesalan Ayah Lula
Ayah Lula, Feroz, mengungkapkan bahwa putrinya tidak pernah curhat soal penyakit yang dialaminya kepada keluarga. Feroz mengaku baru mengetahui kondisi kesehatan Lula dari teman-temannya.
Feroz menjelaskan bahwa Lula pernah mendapat perawatan medis karena sakit asam lambung atau GERD yang sering kambuh, hingga mengalami pembengkakan usus. Ia mengatakan, “Cuma kan yang kita tahu semua ya waktu Tahun Baru dia sempat masuk rumah sakit beberapa hari. Itu memang dia punya GERD yang sering kambuh. Terus dia juga ada pembengkakan di usus.”
Menurut Feroz, kedua penyakit tersebut sering menjadi keluhan Lula dalam beberapa waktu terakhir. Namun, ia tidak pernah mengeluhkan sakit tersebut kepada keluarga, melainkan hanya kepada teman-temannya.







