Persela Lamongan Berpeluang Raih Sembilan Poin dari Tiga Laga Awal
Persela Lamongan memiliki kesempatan besar untuk memulai kompetisi Championship 2026/2027 dengan catatan sempurna. Tim asal Lamongan akan menjalani tiga pertandingan awal secara beruntun di Stadion Surajaya, yang merupakan kandang mereka sendiri. Kondisi ini memberikan keuntungan signifikan karena dua laga dijadwalkan sebagai pertandingan kandang, sementara satu lainnya adalah laga kandang bagi Persiba Balikpapan.
Pemindahan homebase Persiba Balikpapan ke Stadion Surajaya dilakukan karena stadion Batakan sedang dalam perawatan. Keputusan ini membuat Persela tidak perlu melakukan perjalanan jauh dalam tiga pertandingan pembuka. CEO Persiba Balikpapan, Arvi Perwira, menyatakan bahwa pemindahan tersebut bertujuan agar timnya memiliki venue yang siap digunakan selama proses perbaikan stadion utamanya berlangsung.
Tiga Laga di Surajaya, Target Sembilan Poin
Persela akan membuka kompetisi dengan menghadapi Persis Solo di Stadion Surajaya pada Minggu (13/9/2026). Di pekan kedua, Persela kembali bermain di stadion yang sama untuk menghadapi Persiba Balikpapan. Kemudian, di pekan ketiga, Persela akan menjamu PSBS Biak juga di Stadion Surajaya pada Minggu (27/9/2026).
Pelatih Persela, Bima Sakti, menyambut situasi ini sebagai peluang yang harus dimaksimalkan. Ia menargetkan kemenangan sempurna dari tiga pertandingan awal. “Ini keuntungan buat kami. Kami akan manfaatkan semaksimal mungkin,” ujarnya. Bima bahkan menegaskan bahwa target tim adalah mengamankan poin sempurna dari tiga pertandingan awal.
Bima Sakti Matangkan Pertahanan
Untuk mencapai target tersebut, Bima Sakti mulai meningkatkan porsi latihan taktikal. Fokus awal diarahkan pada organisasi pertahanan. “Kami sekarang mulai banyak berlatih taktikal. Minggu ini kami fokus pada taktik bertahan, baik low block, middle block, maupun high press,” jelasnya.
Menurut Bima, pertahanan yang terorganisasi menjadi bagian penting dari permainan Persela. Selain meredam serangan lawan, pertahanan solid juga bisa menjadi fondasi ketika tim mulai membangun serangan. “Dalam bertahan, kami menggunakan semua struktur defending,” tambahnya.
Bima menegaskan bahwa tugas bertahan bukan hanya milik pemain belakang. Pemain depan juga memiliki peran penting sebagai pemain pertama yang menghambat serangan lawan. “Minggu depan baru kami akan lebih banyak berlatih taktik attacking,” terang pelatih kelahiran Balikpapan tersebut.
Karakter Ngeyel Jadi Identitas
Bima Sakti ingin pola permainan Persela tetap mencerminkan karakter yang selama ini melekat pada tim asal Lamongan tersebut. Para pemain dituntut memiliki daya juang tinggi dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi lawan. “Mereka harus ngeyel, penuh semangat, kemudian harus menunjukkan karakter Lamongan,” harap Bima.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu optimistis Persela akan semakin matang menjelang kompetisi. “Saya yakin tim akan terus berkembang. Saat kompetisi dimulai, kami harus sudah sangat siap,” pungkasnya.
Oktober Jadi Bulan Tersibuk
Persiapan matang dibutuhkan karena Persela akan menghadapi jadwal padat pada putaran pertama. Oktober menjadi salah satu periode tersibuk dengan lima pertandingan. Persela mengawali bulan tersebut dengan bertandang ke markas Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (4/10/2026).
Seminggu berselang, Persela menjamu Deltras FC di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/10/2026). Berikutnya, Persela bertandang menghadapi RANS Nusantara FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (17/10/2026). Dua laga kandang kemudian menutup rangkaian Oktober. Persela menjamu De Red FC pada Minggu (25/10/2026), sebelum menghadapi Persipura Jayapura pada Sabtu (31/10/2026).







