Profil Said Abdullah, Politisi yang Viral Karena Bagi Amplop ke Jemaah Tarawih
Said Abdullah adalah seorang tokoh politik yang cukup dikenal di wilayah Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Sumenep, Madura. Ia terkenal tidak hanya karena perannya sebagai anggota DPR RI, tetapi juga karena aksi sosial yang sering dilakukannya, seperti pembagian uang tunai kepada para jemaah salat Tarawih.
Di balik antusiasme warga yang memadati tempat salat Tarawih di Pajagalan, Kabupaten Sumenep, ternyata ada tangan besar dari keluarga besar Said Abdullah. Mereka membagikan amplop berisi uang tunai sebesar Rp300 ribu kepada setiap jemaah yang hadir. Kejadian ini terjadi setiap tahun selama bulan Ramadan dan menjadi agenda rutin yang dilakukan oleh keluarga Said Abdullah.
Lokasi tersebut merupakan masjid Naqsabandiyah milik keluarga Said Abdullah, yang juga merupakan anggota DPR RI asal Madura. Pembagian zakat mal tersebut dilakukan secara serentak di delapan titik masjid dan musala, termasuk Masjid Laju dan Wakaf Abdullah di Kecamatan Sumenep serta Masjid Fathimah binti Said Gauzan di Kecamatan Manding.
- Setiap jemaah yang hadir dan mengikuti rangkaian salat Tarawih mendapatkan amplop berisi uang tunai.
- Nominal yang diberikan mencapai Rp300.000 per orang.
- Uang tersebut dimasukkan dalam amplop putih tanpa logo maupun gambar tertentu.
Riwayat Karier Said Abdullah
Said Abdullah mulai menancapkan dirinya di dunia politik sejak awal karier. Ia pernah menjadi Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Banteng Muda Indonesia Kabupaten Sumenep pada tahun 1982-1985. Selanjutnya, ia naik menjadi Sekretaris DPC PDI Kabupaten Sumenep tahun 1983-1988.
Ia juga pernah menjadi Ketua Majelis Muslimin Indonesia Kabupaten Sumenep tahun 1984-1987. Karier politiknya semakin menanjak ketika menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 sekaligus Wakil Bendahara PDI-P pada 2005-2010. Ia terpilih kembali menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024.
Said sempat mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur bersama Bambang DH pada 2013, tetapi gagal. Ia juga pernah menjadi Ketua DPP PDI-P Bidang Perekonomian sekaligus anggota aktif DPR RI pada 2024. Kini, Said menjadi Ketua DPD PDIP periode 2025-2030.
Harta Kekayaan Said Abdullah
Berdasarkan laporan yang tersedia di elhkpn.kpk.go.id, Said Abdullah terakhir kali menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Maret 2025. Berikut rincian harta kekayaannya:
- Tanah dan Bangunan: 45 titik dengan total nilai Rp66.587.528.091
- Alat Transportasi dan Mesin:
- Mobil Fortuner Jeep Tahun 2016: Rp100.000.000
- Mobil Lexus Minibus Tahun 2020: Rp600.000.000
- Mobil Fortuner Jeep Tahun 2023: Rp625.000.000
- Harta Bergerak Lainnya: Rp6.585.000.000
- Surat Berharga: Rp45.200.000.000
- Kas dan Setara Kas: Rp15.323.675.895
- Harta Lainnya: Rp779.049.597
- Sub Total: Rp135.800.253.583
- Hutang: Rp34.500.000.000
- Total Harta Kekayaan: Rp101.300.253.583
Kegiatan Sosial dan Pembagian Zakat Mal
Pembagian zakat mal yang dilakukan oleh Said Abdullah bukanlah hal baru. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun selama bulan Ramadan. Dalam beberapa tahun terakhir, pembagian zakat mal juga dilakukan bersama dengan pembagian sembako kepada warga miskin.
Pada Ramadan 1447 Hijriah ini, zakat mal dibagikan secara serentak di delapan titik masjid dan musala. Hal ini dilakukan untuk membantu meringankan beban kebutuhan masyarakat selama bulan suci ini.
Penolakan Terhadap Money Politic
Meski pembagian uang tunai sering menimbulkan spekulasi, Said Abdullah menolak keras tuduhan money politic. Menurutnya, uang yang dibagikan adalah bentuk bantuan sosial yang sepenuhnya ditujukan kepada rakyat.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan logo partai di amplop bukanlah untuk tujuan kampanye, melainkan sebagai bentuk gotong royong dari kader partai. Kegiatan ini dilakukan di luar masa kampanye yang diatur oleh KPU.







