Persebaya Surabaya masih memiliki beberapa hal yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi laga pembuka Super League 2026/2027 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 5 September 2026.
Rachmat Irianto menilai bahwa rangkaian pertandingan pramusim telah menunjukkan beberapa kekurangan yang harus segera diperbaiki agar Green Force lebih siap menghadapi kompetisi resmi. Beberapa aspek utama yang menjadi pekerjaan rumah Persebaya antara lain:
- Kondisi fisik pemain
- Ketahanan stamina selama pertandingan
- Organisasi taktik dalam bermain
- Transisi permainan yang efektif
- Konsentrasi yang konsisten sepanjang pertandingan
Tim pelatih terus melakukan evaluasi terhadap semua aspek tersebut agar Francisco Rivera dan rekan-rekannya mampu menjaga performa secara konsisten ketika kompetisi resmi dimulai.
Fokus pada Peningkatan Fisik dan Pemulihan Pemain
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memberikan perhatian besar terhadap peningkatan ketahanan fisik dan proses pemulihan pemain. Program latihan intensif diterapkan untuk memastikan para pemain mampu mempertahankan intensitas permainan selama 90 menit tanpa mengalami penurunan performa signifikan.
Selain itu, tim pelatih juga fokus pada pengembangan organisasi permainan. Latihan kolektif digelar untuk mematangkan transisi permainan dan skema bola mati. Sesi pemutaran video juga digunakan untuk mengevaluasi kesalahan secara detail, sehingga bisa dihindari di pertandingan berikutnya.
Evaluasi dari Pertandingan Pramusim
Rachmat Irianto mengakui bahwa pertandingan pramusim memberikan banyak bahan evaluasi bagi Persebaya Surabaya sebelum memasuki kompetisi. Meskipun ada beberapa hal positif yang terlihat dalam permainan tim, ia menyebut masih ada kekurangan yang harus segera diperbaiki.
“Di pertandingan pramusim, banyak kekurangan dan banyak juga hal-hal yang bagus untuk tim. Jadi, ini bisa menjadi pembelajaran buat tim untuk ke depannya sebelum mematangkan persiapannya di Liga Indonesia,” ujarnya.
Evaluasi dari pertandingan-pertandingan sebelumnya diharapkan bisa membuat para pemain lebih siap menjalankan instruksi pelatih ketika menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC. Bagi Persebaya Surabaya, pembenahan tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir pertandingan, tetapi juga setiap detail permainan menjadi bahan evaluasi agar tim mampu tampil lebih disiplin, terutama ketika menghadapi situasi transisi dan bola mati yang dapat menentukan jalannya pertandingan.
Pemusatan Latihan di Thailand
Persebaya Surabaya memanfaatkan pemusatan latihan di Thailand sebagai bagian penting dari persiapan menuju laga pembuka Super League 2026/2027. Rombongan Green Force berada di Negeri Gajah Putih sejak 18 Agustus dan dijadwalkan kembali ke Surabaya pada 27 Agustus mendatang.
Selama berada di Thailand, tim menjalani program latihan secara intensif dengan suasana yang lebih terfokus. Beberapa sesi juga digelar secara tertutup agar Bernardo Tavares bersama staf pelatih dapat memaksimalkan program tanpa banyak gangguan dari luar.
Pemusatan latihan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kondisi fisik sekaligus menyempurnakan aspek taktik. Waktu yang tersisa sebelum pertandingan 5 September menjadi periode penting bagi tim untuk memastikan setiap pemain memahami skema yang akan digunakan dalam kompetisi.
Fokus Berikutnya: Bhayangkara Presisi Lampung FC
Laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 5 September 2026 menjadi ujian pertama Persebaya Surabaya di Super League 2026/2027. Persiapan fisik, taktik, dan mental yang dilakukan sejak pramusim akan diuji dalam pertandingan resmi tersebut.
Rachmat Irianto dan rekan-rekannya kini memiliki waktu untuk mengubah hasil evaluasi menjadi perbaikan nyata. Kekurangan yang ditemukan dalam pramusim tidak boleh kembali terulang jika Persebaya Surabaya ingin mengawali kompetisi dengan hasil positif.
Transisi permainan dan bola mati menjadi dua aspek yang patut mendapat perhatian karena kesalahan kecil dalam situasi tersebut bisa berujung pada peluang bagi lawan. Konsentrasi sepanjang pertandingan juga menjadi kunci agar Green Force tidak kehilangan kendali ketika menghadapi tekanan.
Dengan pemusatan latihan di Thailand hingga 27 Agustus, Persebaya Surabaya masih memiliki kesempatan untuk merapikan sejumlah detail sebelum memasuki pekan pertandingan. Rangkaian evaluasi itu diharapkan membuat skuad lebih matang, sehingga pekerjaan rumah yang disoroti Rachmat Irianto bisa segera berubah menjadi modal untuk menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC.







