Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Menakar Nilai Investasi Hobi: Strategi Memilih Koleksi Bernilai Tinggi dan Menghindari Devaluasi

    Menakar Nilai Investasi Hobi: Strategi Memilih Koleksi Bernilai Tinggi dan Menghindari Devaluasi

    22 September 2026
    Menjaga Keseimbangan Layar dan Lapangan Demi Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

    Menjaga Keseimbangan Layar dan Lapangan Demi Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

    22 September 2026
    Menjaga Kesegaran Pandangan Mata di Tengah Padatnya Aktivitas Menatap Layar Digital

    Menjaga Kesegaran Pandangan Mata di Tengah Padatnya Aktivitas Menatap Layar Digital

    22 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 23 September 2026
    Trending
    • Menakar Nilai Investasi Hobi: Strategi Memilih Koleksi Bernilai Tinggi dan Menghindari Devaluasi
    • Menjaga Keseimbangan Layar dan Lapangan Demi Tumbuh Kembang Anak yang Optimal
    • Menjaga Kesegaran Pandangan Mata di Tengah Padatnya Aktivitas Menatap Layar Digital
    • Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital
    • Menepi Sejenak dari Layar demi Menyembuhkan Pikiran yang Lelah dan Gelisah
    • Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan dan Kebugaran Tubuh
    • Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital
    • Panduan Merawat Komponen Vital Kendaraan Menghadapi Ancaman Banjir dan Hujan Deras
    • Menjaga Kedaulatan Identitas Digital dan Rahasia Privasi di Tengah Rimba Aplikasi
    • Seni Mengajarkan Kecerdasan Finansial Pada Anak di Tengah Kepungan Era Transaksi Digital
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Ritus Sosial Ngabuburit: Jejak Kebersamaan dan Dinamika Ekonomi di Bumi Gora

    Ritus Sosial Ngabuburit: Jejak Kebersamaan dan Dinamika Ekonomi di Bumi Gora

    adm_imradm_imr1 Maret 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Infomalangraya.com.CO.ID, JAKARTA — Di saat menjelang berbuka puasa di bulan suci Ramadhan, waktu seakan melambat. Langit sore berubah menjadi panggung semesta, jalanan mendadak riuh, dan ruang-ruang publik dipenuhi warga yang menanti azan magrib dengan caranya masing-masing. Tradisi populer yang kita kenal sebagai ngabuburit ini sesungguhnya bukan sekadar jeda sebelum membatalkan puasa. Ia adalah peristiwa sosial yang mempertemukan kehangatan silaturahmi, harapan, dan denyut ekonomi rakyat dalam satu bentang waktu yang sama.

    Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), denyut itu terasa dengan ritme yang khas. Dari jantung Kota Mataram hingga pelosok Sumbawa, dari pesisir Taman Kota Giri Menang di Lombok Barat hingga keriuhan Pasar Senggol di Kota Bima, masyarakat sejenak menepi dari rutinitas demi merayakan penantian yang sarat makna sosial, ekonomi, budaya, hingga spiritual.

    Kala senja menyapa, pantai-pantai mulai dipenuhi tawa keluarga dan obrolan ringan, terutama di Pantai Ampenan, Mataram. Di sini, ruang publik bertransformasi menjadi arena bersama yang mempertemukan lintas generasi dalam sebuah ritus sosial yang hangat di bawah semilir angin laut. Aktivitas sederhana seperti memandang matahari tenggelam, berburu takjil di lapak pedagang kecil, hingga berbagi kisah harian menjadi bagian tak terpisahkan dari kanvas ngabuburit. Fenomena ini menegaskan bahwa menanti berbuka adalah ruang afirmasi bagi komunitas untuk saling menguatkan.

    Suasana ini kian kental dengan kehadiran pasar Ramadhan yang menjamur di berbagai titik, seperti di Kota Bima, mulai dari Pasar Senggol hingga pelataran Masjid Agung Al Muwahiddin dan Jalan Anggrek yang selalu sesak oleh para pemburu kudapan. Keberadaan pasar kaget menjelang magrib ini tak hanya memanjakan lidah dengan aneka kolak dan gorengan khas, tetapi juga menjadi napas buatan bagi pelaku UMKM untuk bergerak lebih produktif dan berdaya.

    Salah satu wujud ekspresi komunitas yang kini populer di Lombok Barat adalah “Pesona Ramadhan Ngantik Bebuke”, sebuah istilah lokal yang berarti menunggu berbuka, yang dipusatkan di Taman Kota Giri Menang, Gerung. Kegiatan yang mengisi waktu sore hingga beduk bertalu ini menghadirkan perpaduan apik antara bazar UMKM, hiburan seni lokal, serta lantunan musik religi yang menyejukkan batin. Inisiatif ini membuktikan bagaimana ruang terbuka kota mampu menjadi jembatan yang menghubungkan tradisi religius dengan ekspresi kebudayaan lokal dalam balutan modernitas.

    Namun, masifnya fenomena ini bukannya tanpa tantangan, terutama pada penataan ruang publik. Di Kota Mataram, pemerintah daerah harus bekerja ekstra memetakan titik-titik kepadatan, seperti di kawasan ACC Ampenan hingga pusat perbelanjaan, demi mengurai volume kendaraan yang melonjak tajam. Kepadatan ini sejatinya bukan sekadar persoalan lalu lintas, melainkan cerminan betapa dalamnya pengalaman sosial ngabuburit meresap dalam keseharian masyarakat.

    Ritus Sosial

    Secara historis, ngabuburit adalah praktik sosial yang lahir dari kebutuhan kolektif muslim untuk mengisi waktu menjelang berbuka. Dalam konteks yang lebih luas, ia kini telah menjelma menjadi identitas kultural masyarakat Indonesia. Di NTB, ngabuburit dibentangkan sebagai ruang multidimensi; sebuah momen untuk mempererat persaudaraan, meredam ego individualistik, sekaligus menciptakan interaksi yang harmonis antargenerasi.

    Tradisi berburu takjil di pasar Ramadhan, misalnya, telah membentuk narasi sosial baru. Saat terjadi transaksi antara pedagang kecil dan pembeli dari berbagai latar belakang, di sana pulalah terjadi pertukaran nilai dan pengakuan atas perjuangan hidup sesama warga. Ini lebih dari sekadar aktivitas ekonomi; ini adalah bentuk nyata pemberdayaan ekonomi kerakyatan, terutama di masa transisi pemulihan ekonomi nasional. Dalam setiap transaksi, ada harapan yang ikut terbeli.

    Selain itu, agenda terorganisir seperti Pesona Ramadhan di Lombok Barat menjadi etalase strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda dan pelancong. Seni tradisional yang tampil di sela-sela penantian berbuka merefleksikan bahwa kreativitas mampu menjadi media dakwah yang lembut. Pendekatan ini memperkuat identitas daerah di tengah derasnya arus modernisasi yang kian tak terbendung.

    Kendati demikian, realitas di lapangan menuntut pengelolaan ruang publik yang lebih sensitif dan responsif. Masalah kemacetan dan manajemen area komersial harus dikelola dengan bijak agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah masyarakat. Di sinilah peran pemerintah daerah diuji, bukan sekadar sebagai regulator yang kaku, melainkan sebagai fasilitator yang mampu menciptakan ruang sosial inklusif bagi semua lapisan masyarakat.

    Refleksi Kebijakan

    Jika ditelisik lebih dalam, ngabuburit adalah metafora tentang bagaimana masyarakat NTB memaknai waktu dan kebersamaan. Ia adalah strategi sosial untuk menyatukan beragam kelompok dalam satu frekuensi dinamis yang saling melengkapi. Fenomena ini memberi pelajaran berharga bagi pengambil kebijakan: bahwa ruang publik bukan sekadar jalur mobilitas fisik, melainkan wadah hidup yang bernapas dengan nilai-nilai kebudayaan.

    Seiring perencanaan kota yang kian kompleks, pemerintah daerah perlu merumuskan kebijakan yang mampu memadukan aspek keamanan, kenyamanan, dan produktivitas selama bulan suci. Ada beberapa rekomendasi yang layak dipertimbangkan: pertama, penguatan fasilitas publik di titik-titik utama ngabuburit dengan penyediaan area duduk dan sanitasi yang layak. Kedua, penataan sirkulasi lalu lintas dan kantong parkir yang lebih teratur agar keriuhan warga tidak berubah menjadi sumbatan kota. Ketiga, kolaborasi strategis dengan UMKM untuk menciptakan bazar yang aman dan tertata rapi.

    Lebih jauh, penataan ini harus berbasis pada data dan riset yang akurat. Survei mengenai preferensi lokasi dan jenis kegiatan favorit masyarakat dapat menjadi kompas bagi pemerintah dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran. Pada akhirnya, ngabuburit di NTB adalah cermin kehidupan yang utuh. Ia mempertemukan kehangatan komunitas, tradisi religius, dan peluang ekonomi dalam satu tarikan napas. Jika dirawat dengan kebijakan yang visioner, ngabuburit bukan lagi sekadar momen tahunan, melainkan modal sosial penting dalam membangun ruang publik yang beradab dan produktif. Dengan sinergi antara komunitas, UMKM, dan pemerintah, tradisi ini akan terus tumbuh sebagai jati diri NTB yang ramah, kreatif, dan penuh keberkahan bagi semua.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Ramalan Keuangan Gemini Jumat 28 Agustus 2026: Bersabar Hadapi Kenaikan Finansial

    By adm_imr28 Agustus 20262 Views

    5 Hal yang Sering Terlupakan dalam Mencapai Kemandirian Keuangan Muda

    By adm_imr27 Agustus 20261 Views

    Telin Dorong Perusahaan Terus Eksplorasi AI

    By adm_imr27 Agustus 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Menakar Nilai Investasi Hobi: Strategi Memilih Koleksi Bernilai Tinggi dan Menghindari Devaluasi

    Menakar Nilai Investasi Hobi: Strategi Memilih Koleksi Bernilai Tinggi dan Menghindari Devaluasi

    22 September 2026
    Menjaga Keseimbangan Layar dan Lapangan Demi Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

    Menjaga Keseimbangan Layar dan Lapangan Demi Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

    22 September 2026
    Menjaga Kesegaran Pandangan Mata di Tengah Padatnya Aktivitas Menatap Layar Digital

    Menjaga Kesegaran Pandangan Mata di Tengah Padatnya Aktivitas Menatap Layar Digital

    22 September 2026
    Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

    Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

    21 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?