Kasus Gagal Berangkat Umroh yang Terulang di Lubuklinggau
Kasus gagal berangkat umroh oleh salah satu biro travel di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, tidak hanya terjadi sekali. Sebelumnya, ada 24 jamaah yang juga mengalami nasib serupa karena visa yang tidak terbit. Kejadian ini menunjukkan adanya sistematisasi kegagalan dalam pemberangkatan umroh yang dilakukan oleh biro tersebut.
Alasan Visa Tidak Terbit
Seorang koordinator jamaah, Ustad YP, memperoleh 24 jamaah yang ingin melakukan ibadah umroh. Setelah uang dibayarkan, para jamaah dijanjikan akan diberangkatkan pada akhir Juli 2025. Namun, hingga tanggal 31 Juli, mereka gagal berangkat karena alasan visa yang tidak kunjung terbit. Bahkan, keluarga dari 24 jamaah tersebut sudah melakukan persiapan pernikahan sebelumnya.
Setelah kejadian tersebut, Ustad YP dan para jamaah menemui pihak travel untuk mencari solusi. Mereka sepakat bahwa jika keberangkatan bulan Agustus gagal, maka uang akan dikembalikan pada bulan September. Namun, sampai bulan September, keberangkatan tetap gagal dengan alasan yang sama.
Tindakan Pribadi Ustad YP
Karena tekanan dari para jamaah, Ustad YP merasa malu. Meskipun uang jamaah sudah disetorkan ke pihak travel, ia memutuskan untuk memberangkatkan sendiri 24 jamaah tersebut. Untuk membiayai perjalanan, Ustad YP menjual mobil dan harta lainnya agar jamaah bisa berangkat melalui travel lain.
Sementara itu, pihak travel berjanji akan mengganti uang jamaah dengan sebidang tanah. Namun, hingga saat ini, tanah tersebut belum diberikan. Masalah ini kembali muncul, dengan alasan yang sama yaitu visa tidak terbit.
Langkah Hukum yang Diperkirakan
Karena janji penggantian tanah belum terealisasi, Ustad YP berencana mengambil langkah hukum. Ia sedang menjadi pendamping umroh, sehingga rencananya akan menempuh upaya hukum jika pihak travel tidak memenuhi perjanjian. Hal ini menunjukkan bahwa kasus gagal berangkat umroh bukanlah isu yang bisa diabaikan.
Video Viral di Media Sosial
Sebelumnya, sebuah video dugaan penipuan travel umroh viral di media sosial. Video dari akun Facebook bernama Endi Semeteh mendadak viral dan telah ditonton ratusan ribu kali. Video tersebut menampilkan kisah nenek A Rivai, warga Musi Rawas, yang mengalami kekecewaan setelah gagal berangkat umroh.
Dalam video tersebut, Endi menceritakan bagaimana nenek A Rivai bersama rombongan 20 orang berangkat dari Palembang pada 4 Februari lalu. Mereka dijanjikan bisa menunaikan ibadah umroh ke Jeddah, namun kenyataannya mereka hanya sampai di Jakarta. Rombongan tersebut terlantar selama 15 hari tanpa kepastian keberangkatan.
Kondisi yang Memilukan
Dari 20 orang rombongan, hanya 12 orang yang akhirnya bisa berangkat umroh. Itupun bukan melalui travel yang sama. Ke 12 orang tersebut harus mencari travel lain dan kembali menyetor uang untuk kedua kalinya. Bahkan, disebutkan ada dua orang yang harus menambah dana hingga sekitar Rp70 juta agar bisa tetap berangkat.
Nenek A Rivai tidak seberuntung yang lain. Ia harus pulang ke Musi Rawas dari Jakarta menggunakan uang pribadi, membawa pulang kekecewaan yang mendalam. Uang yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit demi bisa beribadah ke Tanah Suci, kini seakan lenyap tanpa kepastian.
Harapan Keluarga Korban
Keluarga korban kini berharap ada itikad baik dari pihak travel untuk bertanggung jawab dan mengembalikan seluruh kerugian yang dialami. Mereka juga meminta pemerintah daerah turun tangan memfasilitasi penyelesaian persoalan ini agar tidak ada lagi masyarakat kecil yang menjadi korban janji manis perjalanan ibadah.
“Jangan hanya janji-janji manis,” tegas keluarga korban, menuntut kejelasan dan pengembalian dana yang menjadi hak mereka.
Penelusuran Informasi
Di tempat terpisah, wartawan Tribunsumsel masih mencoba mengkonfirmasi biro perjalanan tersebut via WhatsApp, namun belum ada jawaban.






