Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    MX King 2026 Tampil Segar, Warna Biru Hitam Dominasi Pasar, Cicilan Mulai 1 Jutaan

    7 April 2026

    Wuling Hongguang Mini EV 2026: Mobil listrik Rp100 jutaan yang tetap jadi raja city car, kini makin modern

    7 April 2026

    Bali Kolaborasi dengan Unud Sosialisasi KUHP Nasional, Kakanwil Eem Beri Pencerahan

    7 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 8 April 2026
    Trending
    • MX King 2026 Tampil Segar, Warna Biru Hitam Dominasi Pasar, Cicilan Mulai 1 Jutaan
    • Wuling Hongguang Mini EV 2026: Mobil listrik Rp100 jutaan yang tetap jadi raja city car, kini makin modern
    • Bali Kolaborasi dengan Unud Sosialisasi KUHP Nasional, Kakanwil Eem Beri Pencerahan
    • Andrie Yunus Diteror, Nasibnya Bakal Seperti Ini
    • Tarif Tol Jombang Mojokerto 2026: Harga Terbaru dan Lengkap
    • Suami di Toboali Jadi Tersangka KDRT, Aniaya Istri Hingga Berdarah karena Cemburu
    • Hukum Memakai Parfum Saat Shalat Jumat
    • Apa Akibatnya Jika Tidak Divaksinasi Campak?
    • Batas Aman Konsumsi Kafein Harian? Ini Jawabannya!
    • Lari Seru di 4 Kota, Bank BJB Beri Hadiah Tiket Ultimate 10K
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Sekolah Elit Tolak MBG, KPAI Beri Tanggapan Soal Kesehatan Anak

    Sekolah Elit Tolak MBG, KPAI Beri Tanggapan Soal Kesehatan Anak

    adm_imradm_imr27 Januari 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penolakan Sekolah Elit terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian setelah sejumlah sekolah elit di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menolak menjadi penerima manfaat. Hal ini memicu respons dari berbagai pihak, termasuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menilai pentingnya pendekatan program yang berbasis kebutuhan gizi anak, bukan hanya kebijakan administratif.

    KPAI Mendorong Pendekatan Berbasis Data Gizi

    Menurut KPAI, Badan Gizi Nasional (BGN) perlu memiliki rekaman medis Angka Kecukupan Gizi (AKG) setiap anak penerima MBG. Data tersebut diperlukan untuk memastikan program dapat dijalankan secara tepat sasaran dan akuntabel. Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, mengatakan bahwa keputusan menerima atau menolak MBG harus didasarkan pada kondisi gizi dan riwayat kesehatan siswa, bukan karena tekanan eksternal atau struktural.

    “Agar tepat sasaran dan akuntabel, KPAI menyarankan BGN dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) punya medical record AKG setiap anak,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta.

    Menolak MBG Bukan Berarti Menentang Program Pemerintah

    Jasra menegaskan bahwa penolakan sekolah tidak boleh langsung dianggap sebagai sikap menentang program pemerintah. Ia menilai bahwa tindakan seperti melibatkan aparat keamanan dalam menyelesaikan masalah penolakan MBG tidak tepat. Isu gizi anak seharusnya ditangani oleh tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan dan gizi.

    “Bukan juga menyebut karena di sana sekolah elite, itu juga bukan jawaban, bisa jadi di sekolah elite ada anak yang mengalami malnutrisi, berlebih nutrisi yang bisa membahayakan, dan lain lain. Untuk Danramil dan Kapolres mungkin bisa menggerakkan anak buahnya yang paham bidang gizi, bukan penekanan harus terima program,” tambahnya.

    BGN Menegaskan Tidak Ada Pemaksaan dalam Pelaksanaan MBG

    Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa tidak ada unsur pemaksaan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah diinstruksikan untuk menghormati keputusan sekolah.

    “Para kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya enggak apa apa,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta.

    Prinsip Sukarela dalam Pelaksanaan MBG

    Nanik menjelaskan bahwa meskipun pemerintah memiliki target besar untuk meningkatkan kualitas gizi seluruh anak Indonesia, pelaksanaan MBG tetap mengedepankan prinsip sukarela. Pemerintah ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik, tetapi penerimaan MBG bersifat sukarela.

    “Tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah,” ujar dia.

    Alternatif Penyaluran Bantuan Gizi

    Sebagai langkah alternatif, Nanik menyarankan agar para kepala SPPG lebih aktif menjangkau kelompok lain yang lebih membutuhkan bantuan gizi. Sasaran tersebut antara lain pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak jalanan usia sekolah, serta kelompok rentan lainnya.

    “Kami dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,” ucap Nanik.

    Ia kemudian menyarankan agar para kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya untuk mencari penerima manfaat lain yang lebih membutuhkan, misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, atau anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    UB Masuk Peringkat 567 Dunia sebagai Lulusan Siap Kerja versi QS WUR

    By adm_imr7 April 20260 Views

    27 Siswa MAN IC Serpong Raih LoA Universitas Top, Siap Bersinar Dunia

    By adm_imr7 April 20261 Views

    Psikolog UI: PP Tunas Dibutuhkan Saat Literasi Digital Orang Tua Rendah

    By adm_imr7 April 20264 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    MX King 2026 Tampil Segar, Warna Biru Hitam Dominasi Pasar, Cicilan Mulai 1 Jutaan

    7 April 2026

    Wuling Hongguang Mini EV 2026: Mobil listrik Rp100 jutaan yang tetap jadi raja city car, kini makin modern

    7 April 2026

    Bali Kolaborasi dengan Unud Sosialisasi KUHP Nasional, Kakanwil Eem Beri Pencerahan

    7 April 2026

    Andrie Yunus Diteror, Nasibnya Bakal Seperti Ini

    7 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?