Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Ramalan Zodiak Pisces 29 April 2026: Dari Mimpi ke Kenyataan

    30 April 2026

    Ramalan Zodiak Sagitarius 29 April 2026: Hari Penuh Peluang, Siap Maju Lebih Jauh

    30 April 2026

    Ahmad Dhani Soroti Hadis tentang Ibu Jelang Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju

    30 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 30 April 2026
    Trending
    • Ramalan Zodiak Pisces 29 April 2026: Dari Mimpi ke Kenyataan
    • Ramalan Zodiak Sagitarius 29 April 2026: Hari Penuh Peluang, Siap Maju Lebih Jauh
    • Ahmad Dhani Soroti Hadis tentang Ibu Jelang Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
    • Borneo FC Seri dengan Persib, Persebaya Incar Lima Besar
    • Warga Kecewa Proses Ganti Rugi Lahan Tol Japek Selatan
    • Polisi Bongkar Motif Pembacokan di Surabaya: Emosi dan Pengaruh Sabu-sabu
    • Amalan Puasa Sunnah 9 Hari Sebelum Idul Adha 1447 H
    • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 26 April 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
    • Harmoni Budaya Tionghoa dan Jawa di Kelenteng Tek Hay Kiong
    • Destinasi wisata populer Sumedang 2026 untuk liburan akhir pekan bersama keluarga
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Sekolah Elit Tolak MBG, KPAI Beri Tanggapan Soal Kesehatan Anak

    Sekolah Elit Tolak MBG, KPAI Beri Tanggapan Soal Kesehatan Anak

    adm_imradm_imr27 Januari 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penolakan Sekolah Elit terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian setelah sejumlah sekolah elit di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menolak menjadi penerima manfaat. Hal ini memicu respons dari berbagai pihak, termasuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menilai pentingnya pendekatan program yang berbasis kebutuhan gizi anak, bukan hanya kebijakan administratif.

    KPAI Mendorong Pendekatan Berbasis Data Gizi

    Menurut KPAI, Badan Gizi Nasional (BGN) perlu memiliki rekaman medis Angka Kecukupan Gizi (AKG) setiap anak penerima MBG. Data tersebut diperlukan untuk memastikan program dapat dijalankan secara tepat sasaran dan akuntabel. Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, mengatakan bahwa keputusan menerima atau menolak MBG harus didasarkan pada kondisi gizi dan riwayat kesehatan siswa, bukan karena tekanan eksternal atau struktural.

    “Agar tepat sasaran dan akuntabel, KPAI menyarankan BGN dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) punya medical record AKG setiap anak,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta.

    Menolak MBG Bukan Berarti Menentang Program Pemerintah

    Jasra menegaskan bahwa penolakan sekolah tidak boleh langsung dianggap sebagai sikap menentang program pemerintah. Ia menilai bahwa tindakan seperti melibatkan aparat keamanan dalam menyelesaikan masalah penolakan MBG tidak tepat. Isu gizi anak seharusnya ditangani oleh tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan dan gizi.

    “Bukan juga menyebut karena di sana sekolah elite, itu juga bukan jawaban, bisa jadi di sekolah elite ada anak yang mengalami malnutrisi, berlebih nutrisi yang bisa membahayakan, dan lain lain. Untuk Danramil dan Kapolres mungkin bisa menggerakkan anak buahnya yang paham bidang gizi, bukan penekanan harus terima program,” tambahnya.

    BGN Menegaskan Tidak Ada Pemaksaan dalam Pelaksanaan MBG

    Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa tidak ada unsur pemaksaan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah diinstruksikan untuk menghormati keputusan sekolah.

    “Para kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya enggak apa apa,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta.

    Prinsip Sukarela dalam Pelaksanaan MBG

    Nanik menjelaskan bahwa meskipun pemerintah memiliki target besar untuk meningkatkan kualitas gizi seluruh anak Indonesia, pelaksanaan MBG tetap mengedepankan prinsip sukarela. Pemerintah ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik, tetapi penerimaan MBG bersifat sukarela.

    “Tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah,” ujar dia.

    Alternatif Penyaluran Bantuan Gizi

    Sebagai langkah alternatif, Nanik menyarankan agar para kepala SPPG lebih aktif menjangkau kelompok lain yang lebih membutuhkan bantuan gizi. Sasaran tersebut antara lain pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak jalanan usia sekolah, serta kelompok rentan lainnya.

    “Kami dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,” ucap Nanik.

    Ia kemudian menyarankan agar para kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya untuk mencari penerima manfaat lain yang lebih membutuhkan, misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, atau anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Rektor UT Terharu Lihat Perjuangan Wisudawan di Korea Selatan

    By adm_imr30 April 20261 Views

    7 tanda khas orang benar-benar intelektual, bukan hanya terlihat cerdas

    By adm_imr29 April 20261 Views

    Nongkrong di Jam Sekolah, 9 Siswa Terjaring Razia: Polisi Lindungi Generasi Muda

    By adm_imr29 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Ramalan Zodiak Pisces 29 April 2026: Dari Mimpi ke Kenyataan

    30 April 2026

    Ramalan Zodiak Sagitarius 29 April 2026: Hari Penuh Peluang, Siap Maju Lebih Jauh

    30 April 2026

    Ahmad Dhani Soroti Hadis tentang Ibu Jelang Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju

    30 April 2026

    Borneo FC Seri dengan Persib, Persebaya Incar Lima Besar

    30 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?