Penyelidikan Kematian Selebgram Lula Lahfah Masih Berlangsung
Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kematian selebgram Lula Lahfah di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan. Kasus ini sedang ditangani oleh Polsek Kebayoran Baru dan Satreskrim Polrestro Jaksel. Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil analisis barang bukti serta pemeriksaan saksi-saksi untuk memastikan penyebab kematian pacar Reza Arap ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung. “Saat ini penyelidik dari Polsek Kebayoran Baru dan Satreskrim Polrestro Jaksel masih mendalami sebab kematian, pemeriksaan saksi-saksi serta analisis barang bukti yang ada,” ujarnya saat dihubungi.
Tidak Ada Tanda Kekerasan
Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan pada tubuh Lula. “Secara umum keterangan dokter yang meriksa luar jenazah tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Nanti setelah hasil uji laboratorium terhadap barang bukti dan lain-lain akan kami sampaikan ke publik,” tutur Budi.
Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian Lula. AKBP Iskandarsyah menyatakan bahwa hasil rekam medis akan dirilis pada hari Senin. “Sudah kami komunikasikan dan hari Senin, baru ada hasil rekam medis lah jatuhnya karena autopsi tidak dilaksanakan,” ujarnya.
Analisa CCTV
Selain itu, analisa rekaman CCTV di lokasi juga dilakukan. Tujuannya adalah untuk melihat rentang waktu kejadian sebelum Lula ditemukan meninggal dunia. “Iya masih kita analisa CCTV terkait timeline kejadiannya. Kita lagi urutin timeline-nya,” kata Iskandarsyah.
Lula Lahfah menghembuskan napas terakhir di apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 Januari 2026. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan membenarkan informasi tersebut. “Benar, telah ditemukan seorang perempuan meninggal dunia atas nama Lula Lahfah di Kamar Ruang 25 BN, Lantai 25 Apartemen Essence,” ujar Yuni dari keterangan resmi yang diterima.
Kronologi Kematian Lula Lahfah
Polisi mengungkap kronologi kematian Lula Lahfah. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi yang berada di luar kamar apartemen korban. Saat itu, pintu kamar dalam kondisi terkunci dari dalam.
“Saksi merasa curiga dan khawatir karena korban tidak merespons. Mengingat sebelumnya korban sempat berobat bersama sopir atau asisten pribadinya, saksi kemudian meminta bantuan pihak pengelola apartemen untuk membuka pintu,” ucap Yuni.
Setelah pintu berhasil dibuka, saksi bersama pihak manajemen apartemen yang berjumlah sekitar empat orang masuk ke dalam kamar. Korban ditemukan dalam posisi terlentang, dengan kondisi mulut terbuka dan warna kebiruan.
“Kondisi almarhumah tidak adanya nafasnya, dalam kondisi terlentang dengan mulut terbuka warna biru,” ungkapnya. “Saksi sempat memeriksa denyut nadi dan detak jantung korban, namun sudah tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan,” jelasnya.
Pihak kepolisian kemudian menghubungi asisten pribadi korban bernama Sindy, yang saat itu berada di luar apartemen. Sekitar 15 menit kemudian, asisten tiba di lokasi kejadian.
Informasi Tambahan
Kronologi lain disampaikan saksi kedua yang mengaku sempat bangun sekitar pukul 08.00 WIB dan beraktivitas di kawasan Fatmawati untuk menjaga bazar pakaian milik almarhumah. Pada pukul 17.30 WIB, saksi mendapat telepon dari seseorang bernama Asiah yang mengabarkan bahwa Lula Lahfah sudah tidak bernapas.
“Saksi kemudian meminta agar dipastikan kondisi korban dan menyarankan untuk segera dibawa ke rumah sakit terdekat,” kata Yuni. Saat saksi tiba kembali di apartemen, korban sudah dalam kondisi tidak bernapas, dengan posisi terlentang, mulut terbuka, dan warna kebiruan.
Sekitar pukul 19.23 WIB, dokter pribadi korban tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan menemukan sejumlah obat di sekitar korban. Pihak kepolisian kemudian datang dan melakukan identifikasi.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah obat-obatan dan surat rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI).
“Catatan dari pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI di lokasi,” ungkap Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Endy Mahandika.
Jenazah Lula Lahfah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati pada pukul 21.20 WIB menggunakan ambulans untuk dilakukan visum lebih lanjut.







