Pergerakan Pasar Saham yang Mengalami Tekanan
Pasar saham domestik sedang berada dalam fase tekanan. Dalam sepekan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 6,37% ke posisi 7.710,53. Secara rinci, dalam tiga hari perdagangan berturut-turut pada awal pekan pertama Maret 2026, IHSG mengalami koreksi. Bahkan pada Rabu (4/3/2026), IHSG merosot tajam hingga 4,57% dan ditutup di posisi 7.577,06. Pada perdagangan Kamis (5/3/2026), IHSG berhasil berbalik arah dengan kenaikan sebesar 133,47 poin atau naik 1,76% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sentimen dari Timur Tengah hingga revisi outlook dari lembaga asing Fitch Ratings dinilai menjadi penyebab kelesuan indeks pekan ini. Meski begitu, koreksi tajam tersebut tidak selalu berarti kabar buruk. Di tengah lesunya IHSG, kondisi ini justru membuka peluang bagi investor untuk mencuil cuan dengan strategi selektif.
Strategi Investasi yang Efektif
Di tengah situasi pasar yang sedang mengalami koreksi, strategi yang paling relevan adalah buy on weakness secara selektif, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi seperti konstituen indeks LQ45. Koreksi tajam akibat katalis geopolitik dan Fitch Rating biasanya bersifat short term, sementara secara fundamental banyak emiten besar tetap memiliki kinerja yang stabil. Kondisi ini justru menciptakan valuasi yang lebih menarik bagi investor.
Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain:
* Melakukan buy on support pada saham LQ45 yang mendekati area support teknikal kuat.
* Akumulasi bertahap untuk investor jangka menengah-panjang.
Fokus pada saham dengan fundamental solid, arus kas kuat, dan valuasi relatif murah disarankan oleh Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang.
Selain itu, investor juga perlu memperhatikan momentum global dan stabilisasi pasar sebelum melakukan pembelian agresif.
Saham Pilihan yang Menarik
Adapun sejumlah saham LQ45 yang dinilai menarik untuk dicermati di tengah koreksi pasar saat ini antara lain:
Pertama, BBCA
BBCA didukung oleh pertumbuhan kredit yang stabil serta kualitas aset yang sangat baik. Saham ini memiliki estimasi harga wajar di kisaran Rp 10.500–Rp 11.000.
Kedua, BBRI
BBRI masih mengandalkan segmen UMKM sebagai motor utama pertumbuhan penyaluran kredit. Estimasi harga wajarnya berada di kisaran Rp 6.200–Rp 6.500.
Ketiga, TLKM
TLKM tergolong sebagai saham defensif dengan dividen yield yang menarik. Selain itu, terdapat potensi pertumbuhan dari monetisasi bisnis data center dan infrastruktur digital. Estimasi harga wajarnya berada di kisaran Rp 4.300–Rp 4.500.
Saham-saham tersebut memiliki kapitalisasi besar, likuiditas tinggi, serta fundamental yang relatif stabil, sehingga cenderung menjadi pilihan utama ketika investor mulai kembali melakukan akumulasi.
Prospek Fundamental Emiten
Dari sisi prospek, BBCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia dan secara konsisten mencatatkan pertumbuhan laba yang stabil dengan kualitas aset yang sangat baik. Sepanjang tahun 2025, BCA membukukan laba bersih sebesar Rp 57,5 triliun atau tumbuh sekitar 4,9% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan pendapatan operasional serta efisiensi biaya yang terjaga.
Sejumlah indikator kinerja utama turut menunjukkan tren positif, di antaranya:
* Dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 1.249 triliun atau meningkat 10,2% YoY.
* Volume transaksi naik sekitar 17% YoY menjadi 42 miliar transaksi.
* Net Interest Income (NII) tumbuh sekitar 4,1% YoY dan pendapatan non-bunga meningkat 16% YoY.
Beberapa faktor yang membuat BBCA tetap menjadi benchmark bank di Indonesia antara lain:
* Rasio CASA yang sangat tinggi.
* Kualitas aset yang solid.
* Kekuatan ekosistem digital.
Rekomendasi Saham
Alrich membagikan rekomendasi saham pilihan yang dapat dicermati investor:
- BBCA
- Entry : Area Rp 7000
- Target : Rp 7800
Stoploss : Di bawah Rp 6.600
BBRI
- Entry : Area Rp 3.750
- Target : Rp 3.950
Stoploss : Di bawah Rp 3.680
TLKM
- Entry : Area Rp 3.200
- Target : Rp 3.600
- Stoploss : Di bawah Rp 3.100







