Pesulap Merah Bantah Tuduhan Tidak Mendampingi Istri Saat Perawatan
Pesulap Merah, Marcel Radhival, akhirnya angkat bicara terkait tudingan yang menyebut dirinya tidak pernah mendampingi istrinya, Tika Mega Lestari, saat menjalani perawatan kesehatan hingga meninggal dunia. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah yang disebarkan oleh pihak tertentu.
Marcel mengungkapkan bahwa selama masa perawatan Tika di rumah sakit, ia selalu berada di sisinya. Bahkan, ia memberikan bukti bahwa dirinya turut serta dalam transfusi darah untuk istri pertamanya saat menjalani operasi pertama. Ia juga memperlihatkan momen saat dirinya hadir di pemakaman istrinya setelah meninggal.
Tika Mega Lestari meninggal dunia pada 27 Januari 2026 setelah berjuang melawan kanker mulut dan anemia aplastik. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Marcel membantah keras tudingan bahwa dirinya tidak pernah ada di rumah sakit saat istri menjalani perawatan. Ia menyebut bahwa ada orang jahat yang sengaja menyebarkan fitnah tersebut.
“Ada manusia jahat di luar sana yang memfitnah Pesulap Merah enggak pernah ada di RS ketika istri saya dirawat,” tulis Marcel dalam unggahannya, Jumat (6/2/2026).
Ia menegaskan bahwa selama operasi pertama dan kedua, dirinya selalu mendampingi Tika. Ia bahkan menyertakan bukti visual berupa video dan rekaman suasana rumah sakit sebagai penegasan bahwa dirinya benar-benar berada di lokasi sejak sebelum operasi hingga proses selesai.
Marcel juga mengungkapkan bahwa selama ini ia memilih diam saat difitnah. Ia mengatakan bahwa ia akan menggunakan pahala dari fitnah tersebut untuk almarhumah istri tercinta.
“Saya tuh kalau difitnah cenderung diem dulu aja, sabar gitu, lumayan ditransfer pahala. Saya alokasikan pahala dari fitnahan tersebut untuk Rohimahalloh istri saya Tika Mega Lestari insyaAllah,” tulis Marcel.
Dalam klarifikasinya, Marcel juga membantah tudingan bahwa dirinya tidak pernah hadir di rumah sakit. Ia menyebut secara tegas bahwa dirinya mendampingi almarhumah saat operasi pertama dan kedua. Ia bahkan menyinggung orang yang memfitnahnya sebagai pihak keluarga justru tidak pernah terlihat hadir di rumah sakit saat operasi berlangsung.
“Selama saya nemenin Rohimahalloh istri saya operasi 1 dan operasi 2, nggak pernah ada itu si tukang fitnah yang ngaku keluarga hadir di lokasi,” ungkapnya.
Terkait operasi ketiga, Marcel mengaku sama sekali tidak menerima kabar apa pun. Ia mengklaim baru mengetahui kondisi istrinya setelah menerima informasi bahwa sang istri telah meninggal dunia. Ia menegaskan bahwa jika dirinya mengetahui rencana tersebut, ia tidak akan mengizinkan istrinya menjalani operasi ketiga.
Ia juga menepis tuduhan bahwa dirinya tidak datang saat pemakaman. Menurut Marcel, tuduhan tersebut merupakan fitnah, bahkan ia menyertakan bukti saat ikut turun ke liang lahat pemakaman istrinya.
“Terus difitnah nggak datang waktu pemakaman, padahal ini jelas yang pakai topi itu saya,” tegasnya.
Bantah Isu Santet dan Ancaman Hoaks
Dalam unggahannya itu, Marcel juga menyinggung jika munculnya isu liar yang berkembang di masyarakat, termasuk dugaan santet terhadap almarhumah istrinya. Ia menegaskan akan mengambil sikap tegas jika isu tersebut terus digulirkan.
“Sumpah demi Allah ‘Azza wa Jalla, kalau ini bocor ke media dan ada dukun atau penyembahnya yang melintir atau buat hoaks ‘kena santet’, si pembuat hoaks dan keluarganya gua masukin ke daftar orang hilang,” tulis Marcel dengan nada keras.
Awal Mula Tuduhan
Adik Tika sempat membongkar tabiat Marcel yang sebenarnya. Menurut Fariz Dwi, kakaknya itu tidak ditemani sang suami pada akhir hayatnya. Ia menulis bahwa pesulap tersebut masih memainkan drama hingga detik terakhir.
Fariz juga mengatakan bahwa Tika kini sudah tidak sakit lahir dan batin lagi. Ia memohon agar Tika tenang di sana. Selain itu, ia menyebut bahwa keluarga dari Pesulap Merah tidak tampak hadir di malam tahlilan.
Marcel juga mengungkapkan bahwa ia menikahi Ratu Rizky Nabila sebagai istri kedua sejak tahun 2022, jauh sebelum istri pertamanya meninggal dunia. Ia juga membela Ratu saat ada netizen yang menuduhnya sebagai pelakor.







