Infomalangraya.com – Liverpool kembali gagal meraih kemenangan setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Nottingham Forest di pertandingan pembuka kandang Premier League mereka.
Hasil tersebut terasa mengecewakan bagi The Reds karena mereka dua kali harus mengejar ketertinggalan. Dan Ndoye lebih dulu membawa Forest unggul pada pertengahan babak pertama sebelum Alexander Isak menyamakan kedudukan.
Forest kembali memimpin melalui penalti Morgan Gibbs-White setelah Alisson menjatuhkan Neco Williams. Liverpool akhirnya terhindar dari kekalahan berkat Victor Munoz yang mencetak gol spektakuler pada menit ke-82.
Namun, gol penyelamat tersebut tidak bisa menutupi sejumlah persoalan yang terlihat sepanjang pertandingan.
Melansir Click Liverpool, berikut tiga masalah utama Liverpool yang perlu segera diperhatikan.
1. Liverpool Membutuhkan Lebih dari Sekadar Barcola
Andoni Iraola sebenarnya sudah mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan Liverpool sebelum bursa transfer ditutup. Pertandingan melawan Forest semakin mempertegas pernyataan tersebut.
Kedatangan Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain dengan nilai transfer £123 juta tentu akan memberikan tambahan kualitas di lini depan. Namun, masalah Liverpool tidak berhenti di sektor serangan.
Area lain juga membutuhkan perbaikan yang cukup mendesak. Performa Jeremie Frimpong sebagai bek kanan kembali menjadi sorotan. Pemain internasional Belanda itu kesulitan memberikan pengaruh yang konsisten ketika menghadapi tekanan Forest.
Di sisi lainnya, Milos Kerkez juga belum tampil meyakinkan. Bahkan, ketika Dominik Szoboszlai ditugaskan untuk membantu menutup kelemahan tersebut, situasinya justru terasa seperti berkah tersembunyi.
Masalah juga terlihat di lini tengah. Duet gelandang bertahan Liverpool beberapa kali terlalu mudah ditembus sehingga Forest mampu menyerang ruang di depan pertahanan The Reds.
Direktur olahraga Richard Hughes kini menghadapi fase penting dalam bursa transfer. Jika Liverpool memang ingin bersaing di papan atas, beberapa persoalan tersebut harus segera mendapatkan solusi.
2. Victor Munoz Jadi Sumber Energi Baru
Di tengah berbagai persoalan tersebut, Liverpool setidaknya menemukan satu titik terang dalam diri Victor Munoz.
Menariknya, hanya berselang 55 tahun, dua pemain yang didatangkan Liverpool pada musim panas lalu sama-sama tampil mengesankan dalam pertandingan kandang melawan Nottingham Forest.
Pada sore ketika Anfield memberikan penghormatan kepada mendiang Kevin Keegan, Munoz menunjukkan mengapa dirinya mulai mendapatkan perhatian dari para pendukung.
Memang benar, Munoz mungkin tidak akan pernah menyamai legenda yang pernah mendapat julukan ‘Mighty Mouse’ tersebut. Namun, setelah dua pertandingan, dampak awal pemain berusia 23 tahun itu cukup menjanjikan.
Setelah memenangkan penalti dalam pertandingan melawan Newcastle akhir pekan sebelumnya, Munoz tampil lebih agresif ketika mendapatkan kesempatan menjadi starter untuk pertama kalinya di Anfield.
Pemain yang didatangkan dari Osasuna itu memang sempat menimbulkan pertanyaan. Namun, rekam jejaknya sebagai talenta yang pernah menimba ilmu di akademi Barcelona dan Real Madrid membuat potensinya cukup menarik.
Munoz terlihat aktif di kedua sisi lapangan. Ia berani membawa bola, memberikan umpan-umpan cerdik, serta terus bergerak untuk membuat pertahanan Forest kesulitan membaca pergerakannya.
Puncaknya datang pada menit ke-82. Menerima umpan dari Florian Wirtz, Munoz melepaskan tembakan indah yang membentur bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang.
Gol tersebut bukan hanya menyelamatkan Liverpool dari kekalahan, tetapi juga menjadi bukti bahwa Munoz bisa menjadi salah satu senjata penting bagi Iraola.
3. Liverpool Kembali Dihantui Nottingham Forest
Ada sesuatu yang terasa familiar di Anfield. Nottingham Forest kembali menjadi duri bagi Liverpool, seperti yang terjadi pada awal era Arne Slot. Bahkan, Forest nyaris membuat cerita yang lebih menyakitkan pada awal masa kepemimpinan Iraola.
Tim tamu sempat dua kali berada dalam posisi unggul dan membuat para pendukung Liverpool mulai dihantui rasa deja vu.
Teriakan ‘ini terjadi lagi’ bahkan terdengar dari sudut kiri tribun Anfield Road ketika Forest kembali memimpin pertandingan.
Jika Forest berhasil mempertahankan keunggulan tersebut, mereka akan menjadi klub ke-13 yang mampu mencatatkan tiga kemenangan liga beruntun di Anfield.
Munoz akhirnya menggagalkan kemungkinan tersebut. Namun, cara Liverpool menghindari kekalahan tetap mengkhawatirkan.
Kekacauan, lebih karena kecelakaan daripada perencanaan, telah menjadi ciri khas awal era Iraola. Gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir memang menyelamatkan Liverpool, tetapi bukan berarti masalah mereka selesai.
Dengan baru dua pertandingan dimainkan, munculnya keraguan dari para pendukung tentu menjadi sesuatu yang harus segera diredam.
Liverpool tidak boleh menganggap persoalan ini semata-mata sebagai masalah menghadapi Nottingham Forest. Lima manajer berbeda telah memimpin Forest sejak kemenangan kandang terakhir Liverpool atas mereka pada 2023.
Artinya, persoalannya bukan sekadar perubahan pelatih di kubu lawan. Forest memang mampu mengekspos kelemahan Liverpool.
Iraola memang berhasil menghindari kekalahan yang berpotensi menjadi awal buruk masa kepemimpinannya. Namun, keberhasilan itu lebih banyak diselamatkan oleh momen individu Munoz daripada dominasi Liverpool sepanjang pertandingan.
Dan itulah peringatan terbesar dari hasil imbang ini: Liverpool membutuhkan lebih dari sekadar satu pemain baru dan satu gol spektakuler untuk benar-benar terlihat sebagai tim yang siap bersaing di level tertinggi.





