Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Melangkah ke Final Srikandi Merdeka Cup
Tim Nasional (Timnas) Putri U-16 Indonesia, Garuda Pertiwi, berhasil mengalahkan Timnas Putri U-16 Yordania dengan skor 3-0 dalam laga semifinal Srikandi Merdeka Cup di Supersoccer Arena Kudus, Jumat (21/8/2026) malam. Kemenangan ini memastikan Garuda Pertiwi melaju ke babak final yang akan digelar pada Minggu (23/8/2026) malam. Di partai puncak nanti, mereka akan berhadapan dengan Thailand.
Performa Garuda Pertiwi yang Mengesankan
Dalam pertandingan tersebut, Garuda Pertiwi tampil sangat percaya diri sejak menit awal. Di hadapan pendukungnya, tim asuhan pelatih Timo Scheunemann langsung melakukan penetrasi serangan. Hasilnya, pada menit ke-7, Keysa Arabela Manisya Nian berhasil membobol gawang Yordania yang dijaga oleh Alma Mouhanad Yousef Shatat. Gol ini berasal dari umpan Fadilla dari lini tengah, membuat skor berubah menjadi 1-0.
Unggul satu gol, Garuda Pertiwi terus menggempur. Mereka mampu melancarkan serangan dari berbagai lini, sehingga barisan pertahanan Yordania harus bekerja keras untuk membendung serangan tuan rumah. Pada menit ke-35, Garuda Pertiwi kembali memperbesar keunggulan. Berawal dari sepak pojok yang diambil Kesya Arabela, bola disambut oleh Fadilla namun justru mengarah ke depan mulut gawang Yordania. Lini belakang Yordania yang lengah memungkinkan Jazlyn Kayla Firyal mengeksekusi bola liar dan mencetak gol kedua. Skor berubah menjadi 2-0.
Menjelang babak pertama berakhir, Garuda Pertiwi kembali menunjukkan tajinya. Umpan terobosan dari lini tengah yang menusuk ke depan gawang Yordania disambut oleh Fadilla dan kemudian dijebloskan ke gawang. Skor berubah menjadi 3-0 keunggulan untuk Garuda Pertiwi.
Babak Kedua dan Kehadiran Kartu Merah
Memasuki babak kedua, Yordania berusaha bangkit dengan perbaikan strategi. Namun, upaya mereka selalu kandas karena kurangnya efektivitas dalam serangan. Pada menit ke-56, salah satu pemain Yordania, Leen Anzour Munir Soubar, harus meninggalkan lapangan setelah mendapatkan kartu merah. Dia mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai wajah Fadilla, menyebabkan Fadilla kesakitan.
Di sisa waktu pertandingan, baik Yordania maupun Garuda Pertiwi terus berusaha mencari peluang, tetapi upaya mereka selalu gagal. Akhirnya, skor tetap 3-0 hingga pertandingan usai.
Tanggapan Pelatih dan Persiapan untuk Final
Pelatih Yordania, Luna Rami Amin Almasri, tidak ambil pusing atas hasil pertandingan tersebut. Dia akan fokus pada pertandingan berikutnya, yaitu perebutan juara ketiga. Dalam laga perebutan juara ketiga, Yordania akan menghadapi Malaysia pada Minggu (23/8/2026) pukul 15.00 WIB di Supersoccer Arena Kudus.
“Target kami realistis untuk mendapatkan peringkat ketiga. Kami dan staf tim akan memberikan motivasi terbaik untuk para pemain,” kata Luna.
Sementara itu, pelatih Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, mengapresiasi dukungan dari warga Kudus maupun warga Indonesia yang menonton pertandingan melalui streaming. Dukungan langsung juga diberikan oleh warga Kudus yang memenuhi tribun Supersoccer Arena Rendeng Kudus dan lapangan Rendeng yang terdapat layar lebar menampilkan pertandingan kali ini.
“Saya respect dengan warga Kudus, yang penting final,” kata Timo.
Timo mengatakan bahwa dia cukup kerepotan saat salah satu pemainnya, Nafeeza Ayasha Nori, cedera. Nafeeza semula diandalkan sebagai motor serangan, tetapi akibat cedera, Timo harus mengotak-atik strategi agar serangan tetap bisa dilancarkan.
“Saya kerja keras memindah pemain, makanya bisa dilihat Anya kadang di tengah, kadang di sayap, Keysa juga kadang striker. Ini mencari solusi karena Nafeeza cedera,” kata Timo.
Final Kontra Thailand
Atas kemenangan ini, Garuda Pertiwi berhak melenggang ke babak final. Di sana, mereka akan ketemu Thailand. Menurut Timo, ketemu Thailand merupakan salah satu impiannya. Sebab, Thailand tergolong tim kuat dengan pembinaan sepak bola putri yang sudah berjalan 30 tahun. Sedangkan di Indonesia, utamanya pembinaan yang berlangsung di Kudus baru berlangsung selama tiga tahun.
“Besok (final) melawan Thailand merupakan pengalaman luar biasa. Dari saya ingin mencetak pemain karena mencetak pemain itu jangka panjang. Atau kalau sampai juara, pun piala itu bonus. Piala sesungguhnya itu ini, semua pemain saya ini piala. Piala berjalan,” kata Timo.
Sebelumnya, di hari yang sama juga berlangsung laga semifinal antara Thailand melawan Malaysia. Dalam laga ini, Thailand tampil total dan mengalahkan Malaysia dengan skor fantastis, yaitu 5-1. Kemenangan atas Malaysia inilah yang kemudian mengantarkan Thailand ke partai final. Di partai puncak tersebut Thailand bakal menghadapi tuan rumah, Garuda Pertiwi.







