Aksi Heroik Taruna Akpol di Aceh Tamiang
Aksi penyelamatan yang dilakukan oleh sejumlah taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Aceh Tamiang menjadi sorotan luas. Salah satu tokoh utama dalam aksi tersebut adalah Tribrata Putra Sambo, anak dari mantan Kepala Divisi Propam Polri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Aksi cepat dan sigap mereka dalam menyelamatkan seorang remaja yang hanyut di Sungai Kuala Simpang mendapat apresiasi langsung dari Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah serta Bupati Aceh Tamiang Irjen Polisi (Purn) Armia Fahmi.
Penugasan Kemanusiaan di Aceh
Tribrata Putra Sambo saat ini sedang menjalankan penugasan kemanusiaan di Aceh bersama rekan-rekannya dari Akpol sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana di daerah tersebut. Dalam misi tersebut, Polri mengerahkan sebanyak 283 taruna dan taruni Akpol ke Kabupaten Aceh Tamiang. Mereka diterjunkan langsung ke lokasi terdampak untuk membantu berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari pemulihan infrastruktur hingga penguatan ketahanan sosial masyarakat yang terdampak bencana.
Kejadian Penyelamatan
Pada Jumat (30/1/2026) sore, sejumlah Taruna Akpol termasuk Kepala Taruna Tribrata Putra Sambo melakukan kegiatan trauma healing dan bakti sosial di Masjid Al-Ikhsan Kuala Simpang, Aceh Tamiang sekira pukul 16.45 WIB. Tiba-tiba mereka mendengar teriakan warga meminta pertolongan karena seorang remaja bernama Haikal (15) hanyut di Sungai Kuala Simpang sejauh 20 meter.
Mendengar teriakan tersebut, Tribrata bersama enam Taruna Akpol lainnya langsung bergegas memberikan pertolongan. Mereka berhasil mengangkat remaja yang hanyut ke daratan dalam waktu singkat. Setelah diangkat ke daratan, para Taruna Akpol langsung memberikan pertolongan pertama hingga Haikal berhasil memuntahkan air cokelat Sungai Tamiang yang tertelan.
Proses Evakuasi dan Penanganan Medis
Dari video yang beredar, remaja tersebut dibopong ke daratan dan langsung diberikan pertolongan pertama. Selanjutnya, remaja tersebut dibawa ke Posko Medis Biddokes Polda Aceh dengan menggunakan mobil. Dalam perjalanan, suasana tegang masih menyelimuti karena kondisi Haikal belum stabil. Beberapa kali Haikal hampir tidak sadarkan diri kembali, namun para Taruna Akpol yang mendampinginya berusaha untuk menjaga Haikal tetap sadar.
Setibanya di Posko Medis, para taruna Akpol mengganti pakaian Haikal yang sudah basah dan penuh lumpur dan memberinya selimut untuk mencegah hipotermia atau kedinginan. Beberapa saat kemudian datang ambulans untuk membawa Haikal ke Rumah Sakit Umum Tamiang guna diberikan penanganan lebih lanjut. Sesampainya di rumah sakit, Haikal langsung ditangani tenaga medis RS Umum Tamiang.
Penghargaan dari Kapolda dan Bupati
Aksi penyelamatan tersebut pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kapolda Aceh, Irjen Marzuki Ali Basyah dan Bupati Aceh Tamiang Irjen Polisi (purn) Armia Fahmi memberikan penghargaan kepada Taruna Akpol yang terlibat dalam penyelamatan Haikal. Marzuki mengatakan kehadiran seluruh personel baik dari Polda Aceh, Taruna Akpol serta anggota BKO di wilayah Aceh Tamiang merupakan bentuk aksi kemanusiaan pasca-bencana di lokasi.
Adapun dalam hal ini sejumlah personel yang mendapat penghargaan yakni AKBP Evon Fitrianto, AKP M Amir, dan Iptu Andryan Yoga selaku pengasuh. Kemudian, tujuh Taruna Akpol yakni Brigadir Kepala Taruna (BKT) Muhammad Fahir, BKT Jason Moreno Nanggala Hutagalung, BKT Davindra Nur Oktafansyah, BKT Muhammad Raihan Aprilianto, BKT Dino Surya Wijaya, dan BKT Boni Arga Sihombing serta anak mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo yakni BKT Tribrata Putra Sambo.
Program Astacita dan Penghargaan Tambahan
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Taruna Akpol lainnya lantaran melaksanakan Program Astacita kegiatan ketahanan pangan. Mereka di antaranya BKT Raffi Putra Pratama, BKT Sulthan Alrizqy, BKT Mevlana Faza Juhdan, BKT Sofyan Ramadhan, BKT Rahmad, BKT Bryli Victorio Setyawan. Selanjutnya, BKT Enricko Herlambang Prawiroharjo, BKT Fransisco Imanuel Renwarin, BKT Septian Jagad Nugroho, BKT Naufal Bintang Sanika, BKT Daffa Achmad, BKT Haekal Gabriel Al Fayed, dan BKT Devan Efraim Hutabarat.







