Diky Candra Pilih Kereta Api untuk Hadiri Lamaran Putranya
Di tengah kesibukan tugas pemerintahan, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Negara memilih jalan yang tak biasa. Ia berangkat menghadiri prosesi lamaran putranya ke Surabaya tanpa pengawalan, tanpa fasilitas negara, dan tanpa kemewahan, hanya dengan kereta api.
Pada Minggu (15/2/2026), Diky Candra terlihat sederhana di Stasiun Kereta Api Kota Tasikmalaya. Bersama sang istri, Rani Permayani, ia mengantre di pintu keberangkatan sambil membawa koper. Tidak ada ajudan atau rombongan besar. Putranya, Difa Candra, ikut mendampingi dalam perjalanan menuju Surabaya untuk agenda lamaran.
Keputusan itu mencuri perhatian publik. Di saat sebagian pejabat identik dengan protokoler ketat, Diky justru memilih transportasi umum. Bukan karena keterpaksaan, melainkan kesadaran pribadi untuk hidup bersahaja, bahkan di momen keluarga yang penting.
“Saya hanya bertiga, saya, istri dan Difa sama calonnya ke Surabaya,” ujar Diky dikonfirmasi via sambungan telepon, Senin (16/2/2026).
Kesederhanaan sebagai Sikap, Bukan Pencitraan
Diky menjelaskan bahwa tidak mengajak seluruh anggota keluarga demi efisiensi. Ia juga menegaskan bahwa pilihan sederhana itu tidak mengurangi makna penghormatan kepada keluarga calon menantu.
“Iya, Insyaallah tidak mengurangi hormat, dan keseriusan kami bertemu keluarga calon mantu. Sebelumnya keluarga juga memang sudah sering bertemu dengan keluarga calon mantu,” jelasnya.
Lebih dari sekadar perjalanan keluarga, Diky menyebut pilihannya sebagai bentuk teladan. Ia menolak menggunakan fasilitas negara karena ingin menunjukkan bahwa jabatan bukan alasan untuk hidup berlebihan.
“Kalau pimpinan pola hidupnya mewah maka si anak buahnya akan mewah juga. Bila pimpinannya memberikan contoh hidup sederhana, siap berkorban untuk warganya, InsyaAllah bawahannya juga akan mengikuti,” tegas Diky.
Antara Tugas Negara dan Rindu Keluarga
Setelah pulang dari Surabaya, Diky berencana berbagi kabar dengan anak-anaknya yang lain melalui teknologi daring. Kesibukan pemerintahan membuatnya harus kembali pada agenda kedinasan yang telah menanti.
“Iya mungkin nanti bisa lewat ‘zoom’, atau cara lain. Anak-anak kan tidak di Tasik,” jelasnya.
Soal tradisi munggahan, Diky mengaku kemungkinan besar tak bisa melakukannya bersama seluruh anaknya tahun ini. Tanggung jawab sebagai pimpinan daerah menjadi alasan utama.
“Saya ingin sekali berkumpul dengan anak-anak. Tetapi, banyak agenda dinas yang sudah menanti. Mungkin nanti saya cari caranya. Untuk anak-anakku, maaf papa ga punya waktu munggahan, yang penting kita selamat, berkah,” pungkasnya.
Kesederhanaan Diky Candra
Kesederhanaan Diky Candra bukan cerita sesaat. Dalam perjalanan dinas ke Jakarta, ia memilih bermalam di kediamannya di Bogor. Saat bertugas ke Bandung, rumah kerabat menjadi tempat singgahnya.
“Iya, kalau di hotel sayang uangnya. Apalagi sekarang efisiensi, uangnya lebih baik dipakai untuk kepentingan lain yang penting untuk masyarakat,” ungkap Diky.
Sikap itu menegaskan satu hal: bagi Diky Candra, jabatan adalah amanah, bukan alasan untuk menjauh dari nilai-nilai kesederhanaan yang ia yakini sejak awal.
Profil Singkat Diky Candra
Dikutip dari Wikipedia, Raden Dicky Candranegara lahir 12 Mei 1974. Ia adalah pemeran, pelawak, presenter, penulis naskah, dan politikus Indonesia. Ia adalah Wakil Wali Kota Tasikmalaya periode 2025-2030 bersama Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan.
Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Garut untuk periode 2009—2013, tetapi pada tahun 2011 ia mengundurkan diri karena kurang cocok dengan bupati Aceng H.M. Fikri.
Raden Diky Candranegara lahir di Tasikmalaya, 12 Mei 1974. Ayahnya bernama Raden Duki, B.A. Dicky menempuh pendidikan di SD Negeri Citapen I Tasikmalaya (1981—1987), SMP Negeri 2 Tasikmalaya (1987—1990), dan SMA Negeri 2 Tasikmalaya (1990—1993).
Dicky menikahi Rani Permayani dan dikaruniai empat orang anak yaitu Cindi Arlinda Sudirman, Diffa Maha Chandra, Muhammad Dzikry Candranegara, dan Dzikra Fitria Candra.
Ia pernah menjadi juara pertama, juara umum, dan juara favorit ajang Cowo Idola La Dream Palace Bandung di tahun 1993. Pada tahun yang sama, ia juga menjadi finalis pemilihan cover boy majalah Mode. Ia juga menjadi model foto dan catwalk pada tahun 1993 hingga 1994.
Tidak hanya berakting, Dicky juga menjadi sutradara dan penulis naskah dalam sejumlah serial dan acara televisi.
Pada tahun 2008, Dicky mendampingi Aceng H.M. Fikri sebagai calon wakil bupati dalam Pemilihan umum Bupati Garut 2008. Pasangan ini maju melalui jalur perseorangan/independen. Mereka berhasil menang dengan memperoleh 535.289 suara atau 54,29 persen.
Pada bulan September 2011, Dicky mengajukan pengunduran diri dari jabatan sebagai Wakil Bupati Garut. Ia beralasan adanya ketidakcocokan dengan bupati, terbatasnya peran wakil bupati, dan menyangkut belanja penunjang operasional kepala daerah.
Pada 5 Desember 2011, Dicky resmi diberhentikan dengan hormat dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Garut masa jabatan 2009-2013.
Pada Pemilihan umum Wali Kota Tasikmalaya 2017, Dicky Candra maju sebagai calon wali kota berpasangan dengan Denny Romdony. Mereka diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Bulan Bintang. Pasangan ini keluar sebagai calon dengan suara terendah yaitu 85.510 atau 22,54%.
Tidak menyerah, pada Pemilihan umum Wali Kota Tasikmalaya 2024, Dicky Candra maju kembali, namun kali ini sebagai calon wakil wali kota berpasangan dengan Viman Alfarizi Ramadhan. Mereka diusung oleh Gerindra, NasDem dan Partai Bulan Bintang. Pasangan ini keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara 193.225 atau 48,34%.







