Kasus Pencurian di Resto Bibi Kelinci Kopitiam yang Melibatkan Gitaris dan Psikolog
Sebuah kasus pencurian yang terjadi di resto Bibi Kelinci Kopitiam milik selebgram Nabilah O’Brien kini menjadi sorotan publik. Kejadian ini menarik perhatian karena melibatkan seorang gitaris dan psikolog sebagai pelaku. Pasangan suami istri tersebut, Zendhy Kusuma dan Evi Santi Rahayu, diketahui mengambil makanan dari restoran tanpa membayar.
Menurut laporan, kejadian ini berawal dari sepasang pasangan yang memesan 11 makanan dan tiga minuman. Awalnya suasana cukup kondusif, namun setelah sekitar 30 menit, kedua orang tersebut memasuki area dapur, yang seharusnya hanya untuk karyawan. Di sana, sang istri terlihat berbicara dengan kepala dapur dengan gestur yang agak mengintimidasi. Tak lama kemudian, sang suami ikut menyusul dan memicu emosi, bahkan menggebrak kulkas di dekatnya.
Kasus ini juga mencatat bahwa pelanggan wanita tersebut memukul kepala dapur. Dalam unggahannya, Nabilah O’Brien menulis: “Saya obrak-abrik tempat ini! Makanan saya sekarang! Sekarang! Semua kasih saya!” Meski begitu, pasangan tersebut menolak membayar makanan dan minuman yang dipesan dengan alasan tak sabar menunggu. Padahal, karyawan restoran sudah menjelaskan bahwa pesanan masuk begitu banyak.
CCTV menunjukkan bahwa restoran memang penuh; hampir semua meja terisi, ditambah pesanan online yang tinggi. Puncaknya, saat makanan selesai, kedua pelanggan itu meninggalkan restoran tanpa membayar, meski kasir sudah berusaha mengejar mereka untuk mengingatkan. Dalam unggahannya, Nabilah juga menunjukkan struk pesanan kedua pelanggan tersebut sebagai bukti.
Zendhy Kusuma, Gitaris yang Terlibat dalam Kasus Ini
Zendhy Kusuma dikenal sebagai seorang gitaris independen. Bagi sejumlah orang, nama Zendhy mungkin masih terdengar asing di telinga. Namun, ia telah menorehkan berbagai prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Perjalanan musiknya dimulai sejak ia menekuni musik klasik. Seiring waktu, Zendhy mulai mengembangkan bakatnya dengan gitar elektrik, membentuk gaya bermusik yang khas.
Lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini telah mengukir reputasi melalui berbagai penghargaan bergengsi. Beberapa gelar internasional yang diraihnya antara lain Licentiate of Rockschool Level (LRSL) dari London dan Fellowship of the London College of Music (FLCM) dari University of West London. Tidak hanya itu, Zendhy juga menjuarai sejumlah kompetisi gitar elektrik, termasuk Juara 1 Fender Guitar Festival dan Juara 1 MOB Jazz & Blues Guitar Festival.
Dalam perjalanan kariernya, Zendhy telah berkolaborasi dengan musisi internasional ternama seperti Marco Sfogli (gitaris James Labrie; Virgil Donati Band), Ron Thal (Bumblefoot) dari Amerika, Jeroen Simmons (drummer EPICA, Belanda), Leonardo Guzman (gitaris Kolombia), Steven Agnew (Rockschool UK Examiner), dan Fayeed Tan (gitaris Filipina). Zendhy juga pernah memproduksi album bertema fussion rock, bekerja sama dengan musisi Indonesia terkemuka seperti Denny Chasmala (produksi), Bintang Indrianto (fretless bass), Franky Sadikin (elektrik bass), Yandi Andaputra (drum), dan Ganda Saputera (drum).
Salah satu lagu di album tersebut, Tears of The Smile, bahkan diinterpretasikan dalam bentuk video dan ditampilkan di sebuah pertunjukan seni di Kyoto, Jepang, pada 19 November 2016. Selain itu, Zendhy juga mengerjakan proyek The ZAD Project, sebuah kolaborasi gitar bersama Andra Ramadhan (Andra n The Backbone, Dewa 19) dan Denny Chasmala, produser musik sekaligus gitaris ternama di Indonesia.
Evi Santi Rahayu, Psikolog yang Terlibat dalam Kasus Ini
Evi Santi Rahayu, istri Zendhy Kusuma, merupakan seorang psikolog klinis berpengalaman lebih dari enam tahun. Ia menempuh pendidikan di Universitas Persada Indonesia YAI, menyelesaikan program sarjana pada 2015 dan melanjutkan pendidikan profesi Psikolog pada 2020 di kampus yang sama. Selain praktik di Jakarta Selatan, Evi aktif memberikan layanan konseling dan konsultasi secara online melalui platform kesehatan digital.
Tarif konsultasi daring miliknya tercatat sebesar Rp 50.000 di Halodoc. Meskipun demikian, kasus yang melibatkan Evi dan Zendhy Kusuma membuatnya menjadi sorotan publik.








